PERCOBAAN JIHAD DAN JALAN YANG TERTUTUP

Oleh : Abu Abdillah Al-Sa’di

Ketika si cendekiawan palsu menyatakan bahwa pertarungan bersenjata dan percobaan jihad ssmpai kepada pintu yang tertutup (sudah mentok)…sejatinya ia sedang mengkhianati amanat dan membuat sebuah kedustaan besar atas agama Allah. Jihad yang dilakukan oleh orang-orang sholih adalah ibadah dan taqarub untuk mendekatkan diri mereka kepada Allah. Allah telah mengajarkan kepada mereka apa saja yang mereka butuhkan dalam jihad. Allah tidak menyerahkannya kepada akal lemah dan pemikiran sempit mereka, sehingga mereka yakin dan mencoba : apakah jalan jihad ini sebuah percobaan yang berhasil atau gagal ?

Merupakan sebuah kedunguan bila ada orang yang menentang apapun aksi yang dilakukan oleh mujahidin dengan alasan percobaan jihad ini telah terbukti gagal ! Ia berhak untuk mengkritik dari aspek planing  militer, atau peralatan militer, atau hal-hal semisal yang termasuk dalam ruang lingkup ijtihad. Namun, menentang salah satu bentuk jihad atau sebuah gambaran jihad dengan syubhat rendah seperti ini (jihad telah gagal dan pintunya sudah tertutup), ini yang tidak boleh…karena hal ini merupakan sebuah talbis kepada para pembaca, dan melarikan diri dari sebuah dialog ilmiah produktif yang mestinya bisa ia gunakan untuk mengkaji sejauh mana disyariatkannya percobaan jihad —yang menurutnya— gagal ini, atau bahkan untuk mengkaji sejauh mana kewajiban percobaan jihad ini ?

Saya katakan demikian, karena orang yang menyatakan hal ini pada akhirnya bertujuan agar mujahidin menghentikan jihad mereka yang hukumnya wajib itu, dengan alasan nyata-nyata percobaan mereka telah gagal ! Apakah orang yang berakal dan mengerti kitabullah dan sunah Rasulullah, bisa mengatakan demikian ?

Dengan kata lain ; Mungkinkah dalam jihad, suatu ibadah yang disyariatkan dan bahkan diwajibkan ini… kaum muslimin bisa kalah ?

Ya, mungkin saja secara dhahir dan indrawi mereka kalah. Contoh yang paling jelas dalam hal ini adalah perang Uhud, di mana Allah Ta’ala berfirman ;[ Dan mengapa ketika kalian ditimpa musibah (pada perang Uhud), padahal kalian telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuh kalian (perang Badar), kalian mengatakan : dari mana datangnya kekalahan ini ? Katakanlah ; Itu dari kesalahan diri kalian sendiri. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu]. = QS. Ali Imran :165 =

Juga awal perang Hunain, di mana Allah Ta’ala berfirman ; [ Dan ingatlah peperangan Hunain, yaitu di waktu kalian menjadi congkak karena banyaknya jumlah kalian, maka jumlah yang banyak iu tidak memberi kalian manfaat sedikitpun, dan bumi yang luas itu terasa sempit bagi kalian, lalu kalian lari ke belakang dengan tercerai-berai] = QS. Al-Taubah :25=.

Kalau begitu…kekalahan umat Islam dalam satu atau beberapa pertempuran, menurut syariat selama-lamanya tidak boleh dijadikan alasan oleh orang-orang yang tidak mau berjihad untuk melemahkan semangat dari melakukan jihad yang hukumnya boleh, apalagi dijadikan alasan untuk meninggalkan jihad yang hukumnya wajib. Sama persis dengan kondisi kaum muslimin ketika mengalami kekalahan dalam perang Uhud dan awal perang Hunain. Meski demikian, jihad tetap wajib, fadhilah (sebuah keutamaan) dan kemuliaan, dan setelah kekalahan itu Rasulullah pun tetap mengulangi jihad berkali-kali.

Tak seorangpun yang berakal mengatakan jihad harus dihentikan karena telah terbukti sebagai sebuah usaha dan gagal. Kalau ia tidak setuju bahwa perang di jalan Allah —yang dilakukan mujahidin ini — sebagai sebuah jihad, hendaknya ia menerangkan alasannya dalam konteks ini, menerangkan ketidak setujuannya dengan masyru’iyah jihad (ala mujahidin ini, pent).

Bukan dengan mengatakan : Jangan melakukan jihad yang masyru’ atau jihad wajib ini, karena ia adalah sebuah percobaan dan telah gagal !

Juga bukan dengan mengatakan ; Jangan bersemangat meraih kedudukan yang tinggi di surga dengan jihad, karena jihad adalah sebuah percobaan dan telah gagal !

Juga bukan dengan mengatakan ; jangan berlomba-lomba mencari mati syahid dengan jihad, karena jihad adalah sebuah percobaan dan telah gagal !

Namun dugaan kuat menunjukkan bahwa mereka memang tidak mempunyai hujah ilmiah dan bukti-bukti syar’i untuk menentang jihad yang dilakukan oleh wali-wali Allah yang shalih. Karenanya, tidak ada jalan lain bagi mereka selain al-tatsbith, irjaf dan takhdzil [melemahkan semangat, menakut-nakuti dengan kekalahan mujahidin dan mengatakan tidak ada perang], sebagaimana kondisi orang-orang yang Allah memerintahkan kita untuk mewaspadai mereka ; [Kepada mereka dikatakan ; Marilah berperang di jalan Allah atau belalah dirimu !” Mereka mengatakan ; Sekiranya kami mengetahui akan terjadi peperangan, tentulah kami mengikuti kalian.”]. =QS. Ali Imran :167=

Mereka serupa dengan orang-orang yang disebutkan dalam ayat ini. Jika kepada mereka dikatakan ;” wahai tentara Allah…majulah menerjang!”

Mereka menjawab : ” Sekiranya kami mengetahui akan terjadi peperangan, tentulah kami mengikuti kalian.”

Jika mereka diingatkan dengan Allah {Kenapa kalian tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang tertindas dari kalangan laki-laki, wanita dan anak-anak…QS. Al-Nisa’ :75).

Mereka mengatakan : Sekiranya kalian menunjukkan kepada kami percobaan yang berhasil, tentulah kami akan melakukan juga apa yang kalian lakukan dan kami akan berperang bersama kalian (Mereka membinasakan diri mereka sendiri…QS. Al-Taubah :42) dan mereka mengetahui bahwa diri mereka sebenarnya berdusta.

Atau sebagaimana orang-orang yang Allah tegaskan ;{Yaitu orang-orang yang menunggu-nunggu peristiwa yang akan terjadi pada diri kalian (orang-orang beriman). Jika kalian meraih kemenangan dari (karunia) Allah, mereka mengatakan : bukankah kami (turut berperang / berperan) bersama kalian ? Tetapi bila orang-orrang kafir meraih kemenangan, mereka berkata ; Bukankah kami turut berperan memenangkan dan membela kalian dari orang-orang yang beriman ?) =QS. Al-Nisa’ :141=

Hendaklah mereka takut kepada Allah dan mengoreksi ulang diri mereka ; benarkah apa yang mereka katakan itu ada nilainya ?

Bolehkah ; kita menggantungkan perintah Allah untuk berjihad, dengan keberhasilan percobaan-percobaan? Kalau begitu, hendaknya mereka  meninggalkan dakwah, amar ma’ruf dan nahi mungkar…karena ternyata usaha-usaha percobaan di bidang-bidang tersebut juga banyak yang gagal dan tidak mampu meraih hasil-hasil maksimal sebagaimana program yang dicanangkan.

Banyak jama’ah-jama’ah Islam, baik yang underground maupun yang terbuka, selama puluhan tahun berusaha menegakkan daulah Islamiyah…namun sampai saat ini tidak maju satu langkahpun dalam penegakkan daulah.

Sebaliknya jihad fi sabilillah…mampu menegakkan beberapa daulah dan masyarakat yang diberkahi…daulah dan masyarakat yang melindungi kaum muslimin, dan menegakkan syariat Islam sampai beberapa waktu.

Daulah syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab…tidak wujud kecuali dengan jihad

Daulah Thaliban di Afghanistan…tidak tegak kecuali dengan jihad

Daulah Islamiyah di Chechnya…tidak berdiri kecuali dengan jihad

Memang benar, usaha-usaha percobaan tersebut belum sempurna, atau belum melmainkan peran yang diharapkan secara sempurna…namun ini sudah menjadi sunah kauniyah yang dimaklumi bersama, ada penahapan.

Kemarin, sekedar bermimpi tentang daulah Islamiyah saja kita tidak…hari ini beberapa daulah tegak dan tumbang kembali…besok, Insya Allah, tegak kembali beberapa daulah dan tidak tumbang kembali sampai datang keputusan Allah

Fathu Makkah terjadi setelah sekian kali pertempuran besar, banyak serbuan kecil, ekspedisi-ekspedisi ke berbagai penjuru dan beberapa bentrokan terbatas…baru setelah itu terjadi kemenangan yang besar dan nyata.

Demikian juga dengan hari ini, insya Allah.

Ataukah mereka, para idealis itu menyangka akan tegak sebuah daulah Islamiyah dalam satu hari, tanpa perlu ada pertumpahan darah dan pengorbanan…tanpa ada kecelakaan, musibah dan terkadang kekalahan ?

Kesimpulan :

Jihad adalah sebuah ibadah. Dari satu sisi ; jihad sama seperti sholat, shaum, haji dan ibadahibadah ritual lainnya, dan dari sisi yang lain sama seperti dakwah, amar ma’ruf dan nahi munkar. Atas kedua sisi ibadah ini, seseorang yang tidak setuju tidak boleh menentang pelaksanaannya dengan alasan ibadah-ibadah tersebut tidak mampu merealisasikan faedah-faedahnya, atau usaha-usaha percobaannya telah gagal. Karena :

[1]- Sekedar melaksanakan perintah Allah tersebut sudah merupakan faedah yang paling besar, dan tanggungan tidak akan gugur kecuali dengan melaksanakan perintah Allah tersebut. Maka, kerugian sepenuhnya adalah bila tidak melaksanakannya.

[2]- Sekalipun beberapa tujuan dan faedah jihad belum mampu diraih, namun jihad tetap mengandung tujuan-tujuan lain dan faedah-faedah yang besar, yang tidak dipahami oleh mereka yang tergesa-gesa,  sekedar melihat apa yang nampak semata dan selalu menimbang perkara dengan perhitungan materi belaka. Di antara faedah-faedah tersebut adalah ; ibtila’ dan tamhish, diangkatnya beberapa syuhada’, dihapusnya dosa-dosa, dan faedah-faedah lain yang hanya dipahami oleh orang-orang yang mengambil petunjuk jalan dari wahyu Allah Ta’ala.

[3]- Kegagalan lahiriah dalam merealisasikan beberapa tujuan jihad, bukan berarti pukulan mematikan dan takdir yang tidak akan bergeser. Anugrah Allah amat luas dan janji-Nya adalah benar. Allah akan memenangkan dien-Nya dan meninggikan kalimat-Nya, baik waktunya lama maupun cepat, sama sekali tidak ada keraguan sekejap matapun atas hal ini. Parra mujahidin yang hari ini diburu, mereka adalah orang yang paling berhak dan paling layak mendapatkan anugrah pertolongan-Nya dan hari kemenangan tersebut…sehingga mereka merasakan kegembiraan hari itu, jika memang Allah Ta’ala mengokohkan mereka di atas jalan ini dan memanjangkan umur mereka sampai suatu masa nanti.

Adapun mereka, orang-orang yang selalu menunggu-nunggu dan mencela…merekalah orang yang lebih layak untuk menyesal, di dunia dan di akhirrat nanti. Kita memohon kepada Allah Ta’ala ampunan dan keselamatan.

(Sumber : Majalah Shautul Jihad, edisi IX).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: