PANDUAN DALAM BERJIHAD II

BUKU I>>>KLIK DISINI

BUKU II>>>

BUKU III>>>”>KLIK DISINI

Judul Asli:

Taujihat Manhajiyah 2

Oleh:

Syaikh Mujahid Usamah bin Ladin

Publisher:

Minbar At Tauhid Wal Jihad

Edisi Indonesia:

Rambu-Rambu Dalam Perjuangan 2

Penerjemah:

Ahmad Al Haznawi

Publisher:

Al-Qaedoon Group

Kelompok Simpatisan dan Pendukung Mujahidin

Ikhwan-ikhwan kalian di situs Mimbarut Tauhid Wal Jihad merasa senang dapat mempersembahkan ke hadapan kalian buku ke dua dari serial “Taujihaat Manhajiyyah”.         Buku ini asalnya adalah ceramah Syaikh Mujahid Usamah bin Ladin — semoga Allah melindunginya — yang disampaikan pada tahun 1423 H. Dan kami telah berusaha untuk menerbitkannya dalam tampilan yang sebagus mungkin, memberikan catatan kaki dan komentar yang kami harapkan dapat bermanfaat. Kami memohon kepada Alloh ta’ala semoga menjadikan amal ini bermanfaat bagi para pemuda Islam. Dan semoga Alloh memberikan pahala dan balasan yang banyak kepada semua orang yang membantu tersebarnya buku ini. Dan semoga Allah mengampuni kesalahan-kesalahan kami dengan rahmatNya. Wallohul Muwaffiq.

Segala puji bagi Alloh kemudian Segala puji bagi Alloh. Segala puji bagi Alloh  yang telah menurunkan kepada hambanya ayatus saif (ayat pedang) untuk membenarkan kebenaran dan membatilkan kebatilan.

Maka segala puji bagi Alloh  yang telah berfirman:

فَإِذَا انسَلَخَ الأَشْهُرُ الحُرُمُ فَاقْتُلُوا المُشْرِكِينَ حَيْثُ وَجَدتُّمُوَهُمْ وَخُذُوَهُمْ وَاحْصُرُوَهُمْ وَاقْعُدُوا لَهُمْ كُلَّ مَرْصَدٍ فَإِن تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ فَخَلُّوا سَبِيلَهُمْ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

“Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrik di mana saja kalian jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah mereka di semua tempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” At-Taubah: 5)

Dan segala puji bagi Alloh  yang telah berfirman:

قَاتِلُوَهُمْ يُعَذِّبْهُمُ اللَّهُ بِأَيْدِيكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُّؤْمِنِينَ

Perangilah mereka, niscaya Alloh akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tangan kalian dan Alloh akan menghinakan mereka dan menolong kalian terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman,” (At-taubah: 14)

Dan sholawat serta salam semoga terlimpahkan kepada nabi kita Muhammad yang telah bersabda:

بُعِثْتُ بَيْنَ يَدَي السَّاعَةِ بِالسَّيْفِ حَتَّى يُعْبَدَ اللهُ تعالى وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَجُعِلَ رِزْقِي تَحْتَ ظِلِّ رُمْحِي وَجُعِلَ الذُّلَّ وَالصَّغَارُ عَلَى مَنْ خَالَفَ أَمْرِي، وَمَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Aku diutus menjelang hari qiyamat dengan pedang sampai Alloh  diibadahi sendirian dan tidak ada sekutu bagiNya. Dan dijadikan rizkiku dibawah naungan tombakku dan dijadikan kehinaan untuk orang yang menyelisihi perintahku. Dan barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka “. (H.R. Imam Ahmad)[1]

… dan yang juga bersabda:

أَخْرِجُوا الْمُشْرِكِيْنَ مِنْ جَزِيْرَةِ الْعَرَبِ

“Keluarkanlah orang-orang musyrik dari jazirah Arab.” (Muttafaq ‘Alaih)[2]

Ammaa ba’du:

Pada saat darah orang-orang Islam mengalir dan ditumpahkan, di Palestina, Chechnya, Philipina, Kasymir dan Sudan, dan anak-anak kita mati lantaran embargo Amerika di Irak. Dan ketika luka-luka kita belum sembuh, sejak serangan-serangan  salib terhadap dunia Islam pada kurun yang lalu, dan yang merupakan hasil dari kesepakatan Saix-Piccot[3] antara Inggris dan Prancis, yang menyebabkan dunia Islam terbagi-bagi menjadi potongan-potongan, sedangkan para kakitangan salib masih berkuasa di dalamnya sampai hari ini, tiba-tiba keadaan yang serupa menghadang kita dengan kesepakatan Saix-Piccot, yaitu kesepakatan Bush-Blair, akan tetapi kesepakatan itu di bawah bendera yang sama, dan tujuannya juga sama. Benderanya adalah bendera salib, dan tujuannya adalah merampas dan menghancurkan umat Nabi kita shollallohu ‘alai wa sallam yang dicintai.

Sesungguhnya kesepakatan Bush-Blair mengaku ingin menghancurkan teroris, namun tidak samar lagi, meskipun bagi orang awam sekalipun, bahwa kesepakatan itu bertujuan untuk menghancurkan Islam,[4] namun demikian para penguasa negara-negara kawasan timur tengah tetap saja menyatakan dukungan mereka, melalui berbagai ceramah dan tulisan, terhadap Bush di dalam memerangi teroris, yaitu memerangi Islam dan kaum muslimin, dalam sebuah pengkhianatan yang jelas terhadap Islam dan umatnya[5], dengan dukungan restu dari para ulama’ pemerintah[6] dan para menterinya.

Dan yang juga sudah tidak samar lagi, bahwasanya persiapan yang sedang dilakukan untuk menyerang Irak, hanyalah merupakan salah satu episode dari serangkaian persiapan penyerangan terhadap negeri-negeri kawasan timur tengah, yang meliputi Suria, Iran, Mesir dan Sudan. Hanya saja pembagian negeri haromain (dua tanah suci) lebih mereka konsentrasikan dalam perencanaan mereka. Dan juga perlu diketahui bahwasanya hal itu merupakan tujuan strategis yang sudah lama, semenjak mereka mengalihkan dukungan mereka dari Inggris ke Amerika Serikat sejak enam dasawarsa yang lalu. Dan pada tiga dasawarsa yang lalu Amerika telah berusaha untuk merealisasikan tujuannya, setelah peperangan yang terjadi pada tanggal 10 romadlon,[7] ketika presiden mereka, Nikson, menantang di hadapan para pemimpin mereka untuk menyerang negeri haromain (dua tanah suci), namun ketika itu usahanya gagal atas karunia Alloh. Akan tetapi bersamaan dengan dimulainya perang teluk kedua, Amerika membuat kamp-kamp militer yang penting dan membahayakan, yang tersebar di seluruh negeri haromain khususnya dekat ibu kota, dan tinggal satu langkah lagi, tinggal melaksanakan pembagian saja. Dan pada hari ini menurut mereka, telah tiba saatnya untuk melaksanakan pembagian. Maka hanya kepada Alloh  saja kita memasrahkan segala urusan dan Alloh  adalah sebaik-baik tempat bersandar.

Ringkasnya; bahwa target Amerika untuk melaksanakan pembagian negeri-negeri yang berada ri kawasan timur tengah secara umum. dan negeri haromain (dua tanah suci) secara khusus, bukanlah sebuah tindakan yang spontanitas, akan tetapi ini merupakan sebuah tujuan strategi yang tidak akan hilang dari pandangan politik Amerika.

Lalu apakah yang dipersiapkan oleh pemerintahan negara-negara yang berada di wilayah timur tengah di dalam menghadapi target strategi yang dholim ini?

Tidak ada yang bisa disebutkan kecuali mereka hanya semakin menambah loyalitas mereka kepada kaum Salib. Lebih dari itu, para mentri luar di begara-begara arab telah bersepakat untuk memerangi mujahidin dan menekan para da’i dan ulama’ yang tulus, yang berusaha untuk menyadarkan umat dan membangunkannya agar mereka mempertahankan dirinya.

Dan sesungguhnya diantara tujuan terpenting dari serangan salibis baru ini adalah mempersiapkan kondisi negara-negara di wilayah timur tengah, setelah dilakukan pembagian, untuk mendirikan negara Israel Raya, yang mencakup sebagian besar Irak dan Mesir melewati Suria, Lebanon, Yordan, seluruh daerah Palestina dan sebagian besar dari negeri haromain (dua tanah suci).

Dan apakah sesungguhnya Israel Raya itu[8]? Dan bencana apa yang akan menimpa negara-negara yang berada di wilayah timur tengah? Sesungguhnya apa yang dialami keluarga kita di Palestina adalah merupakan sebuah contoh yang akan mereka ulangi di seluruh wilayah timur tengah melalui tangan persekutuan “Zionis-Amerika”; pembunuhan terhadap laki-laki, perempuan dan anak-anak, penangkapan, teror, penghancuran rumah, pemusnahan pekebunan, meluluh lantakkan pabrik-pabrik, sedangkan semua orang dalam kecemasan yang terus-menerus dan ketakutan yang mencekam, mereka menunggu kematian yang bisa datang setiap saat dari rudal atau roket, yang menghancurkan rumah, membunuh perempuan dan mengubur bayi hidup-hidup, lalu apa yang akan kita katakan kepada Robb kita besok?

Sesungguhnya apa yang terjadi di sana, tidaklah mampu ditanggung oleh seorang laki-laki yang perkasa sekalipun, lalu bagaimana dengan ibu-ibu yang lemah, mereka melihat anak-anak mereka dibunuh di depan mereka?

Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun, wa hasbunalloohi wa ni’mal wakiil, (sesungguhnya kita adalah milik Alloh  dan kepadanyalah kita kembali, dan hanya kepada Alloh lah kita pasrahkan segala urusan kita, dan Dialah sebaik-baik tempat bersandar.) Ya Alloh  aku berlepas diri dari perbuatan mereka yaitu Yahudi dan Nasrani, serta para penguasa pengkhianat dan siapa saja yang masuk dalam golongan mereka. Dan aku memohon ampun kepadaMu untuk orang-orang yang berpangku tangan dari membela agama.

Dan sesungguhnya yang dimaksud dengan berdirinya negara Israel Raya itu adalah tunduknya seluruh negara timur tengah kepada kaum Yahudi. Dan siapakah sebenarnya kaum Yahudi itu?. Yahudi adalah, orang-orang yang membuat kedustaan kepada Sang Pencipta, lalu bagaimana kiranya kepada makhluk? Yahudi adalah, pembunuh para Nabi dan para pengingkar janji, Alloh  berfirman tentang mereka:

أَوَ كُلَّمَا عَاهَدُوا عَهْداً نَّبَذَهُ فَرِيقٌ مِّنْهُمْ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لاَ يُؤْمِنُونَ

” Patutkah (mereka ingkar kepada ayat-ayat Alloh), dan setiap kali mereka mengikat janji, segolongan mereka melemparkannya? Bahkan sebahagian besar dari mereka tidak beriman.” (Al Baqoroh: 100)

Sesungguhnya mereka itu yahudi para pemakan riba dan gembong kekejian, mereka tidak akan menyisakan sedikitpun untuk kalian, baik dunia maupun agama. Alloh ta’ala berfirman tentang mereka:

أَمْ لَهُمْ نَصِيبٌ مِّنَ الْمُلْكِ فَإِذاً لاَّ يُؤْتُونَ النَّاسَ نَقِيراً

Ataukah ada bagi mereka bahagian dari kerajaan (kekuasaan)? Kendatipun ada, mereka tidak akan memberikan sedikitpun kepada manusia. (An Nisa’: 53)

Yahudi adalah orang-orang yang mempunyai keyakinan bahwa seluruh manusia itu adalah budak mereka, dan barang siapa menolak maka hukumannya adalah dibunuh, Alloh  berfirman tentang mereka:

ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا لَيْسَ عَلَيْنَا فِي الأُمِّيِّينَ سَبِيلٌ وَيَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ الكَذِبَ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Yang demikian itu lantaran mereka mengatakan: “Tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi.” Mereka berkata dusta terhadap Alloh, padahal mereka mengetahui. (Ali ‘Imron: 75)

Inilah beberapa sifat kaum Yahudi, maka wapadalah terhadap mereka. Dan inilah sekilas dari program Yahudi maka lawanlah!

Lalu sekarang, bagaimana cara untuk menahan keganasan orang-orang kafir dan menyelamatkan negeri-negeri umat Islam?

Untuk menjawab pertanyaan ini, aku katakan — hanya dengan Alloh lah kita mendapat petunjuk — sebagaimana yang dikatakan oleh seorang hamba yang sholih, Nabi Syu’aib as. :

إِنْ أُرِيدُ إِلاَّ الإِصْلاحَ مَا اسْتَطَعْتُ وَمَا تَوْفِيقِي إِلاَّ بِاللَّهِ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ

” Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan semampuku. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Alloh. Hanya kepada Alloh aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali.” (Hud: 88)

Maka jalan untuk menahan kekuatan orang-orang kafir adalah jihad fi sabilillah, sebagaimana firman Alloh ta’ala:

فَقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ لاَ تُكَلَّفُ إِلاَّ نَفْسَكَ وَحَرِّضِ المُؤْمِنِينَ عَسَى اللَّهُ أَن يَكُفَّ بَأْسَ الَّذِينَ كَفَرُوا وَاللَّهُ أَشَدُّ بَأْساً وَأَشَدُّ تَنكِيلاً

” Maka berperanglah kamu pada jalan Alloh, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Kobarkanlah semangat para mu’min (untuk berperang). Mudah-mudahan Alloh menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Alloh amat besar kekuatan dan amat keras siksaan (Nya).” (An Nisa’: 84)

Dan sebagai pembukaan; Saya sampaikan kabar gembira kepada kalian, sesungguhnya umat Islam pada hari ini, atas karunia Alloh ta’ala, mempunyai kekuatan yang sangat besar yang cukup untuk menyelamatkan Palestina dan menyelamatkan negeri-negeri umat Islam yang lain. Akan tetapi kekuatan ini terbelenggu, maka kita harus berusaha untuk memlepaskannya. Selain itu, sebenarnya umat ini telah mendapat janji kemenangan, sehingga jika kemenangan itu tertunda maka hal itu disebabkan oleh dosa-dosa kita dan berpangkutangannya kita dari membela Alloh ta’ala [9]. Alloh ta’ala berfirman:

إِن تَنصُرُوا اللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

“… jika kamu menolong (agama) Alloh, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (Muhammad: 7)

Dan umat ini juga dijanjikan kemenangan atas orang-orang Yahudi, sebagaimana sabda Rosululloh shollallohu ‘alai wa sallam:

لاَ تًقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُوْنَ الْيَهُوْدَ فَيَقْتُلُهُمُ الْمُسْلِمُوْنَ، حَتَّى يَخْتَبِئَ الْيَهُوْدِيُّ مِنْ وَرَاءِ الْحَجَرِ وَالشَّجَرِ، فَيَقُوْلُ الْحَجَرُ أَوِ الشَّجَرُ؛ يَا مُسْلِمُ! يَا عَبْدَ اللهِ! هَذَا يَهُوْدِيٌّ خَلْفِيْ فَتَعَالَ فَاقْتُلْهُ، إِلاَّ الْغَرْقَد فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرِ الْيَهُوْد

“Hari kiamat tidak akan terjadi sehingga kaum muslimin memerangi orang-orang yahudi, lalu kaum musliminpun membunuh mereka, sampai-sampai ada seorang yahudi yang bersembunyi dibalik batu dan pohon, lalu batu atau pohon itu berkata: ‘wahai orang Islam, wahai hamba Alloh  ini orang yahudi dibelakangku, kemarilah bunuhlah dia!. Kecuali pohon ghorqod, sesungguhnya ghorqod itu pohon orang-orang yahudi.” (HR. Muslim)

Maka di dalam hadits ini juga terdapat peringatan bahwasanya pertarungan yang menentukan dengan musuh itu, terjadi dengan cara pambunuhan dan peperangan, bukan dengan cara membuang-buang kekuatan umat selama puluhan tahun, dengan melalui jalan lain, seperti tipu daya demokrasi dan yang lainnya.[10]

Dan setelah kabar gembira ini, saya akan berbicara kepada kalian mengenai beberapa hal yang membantu kita dalam jihad fii sabiilillah. Di antaranya adalah beberapa kejadian dan peperangan yang dimenangkan kaum muslimin selama dua dasawarsa terakhir, yang akan menambahkan percaya diri kepada umat ini terhadap diri mereka, karena hal itu penting dalam mempersiapkan umat untuk membela diri mereka dari serangan persekutuan Salibis-Zionis.

Sebenarnya, umat Islam itu adalah sebuah kekuatan manusia yang sangat besar jika mereka melaksanakan diinul Islam secara benar. Hal ini telah disaksikan oleh sejarah selama masa-masa yang lalu, dan ia mampu untuk memerangi dan melawan apa yang dinamakan dengan negara-negara adi daya.

Namun sebelumnya, saya akan menceritakan sebuah kejadian yang ada kaitannya dengan perang melawan kekuatan adi daya.

Para ahli sejarah menyebutkan bahwa Al Mutsanna Asy Syaibaaniy rohimahullôh, datang ke Madinah meminta bantuan kepada kholifah untuk berperang melawan Persi. Lalu, selama tiga hari kholifah ‘Umar rodliyallohu ‘anhu mengajak manusia untuk berperang namun tidak seorangpun yang mau keluar. Maka ‘Umar pun memahami bahwa ada sebuah belenggu pada jiwa manusia untuk berperang melawan kekuatan adi daya. Maka ‘Umar memerintahkan Al Mutsanna untuk bercerita kepada manusia tentang kemenangan-kemenangan yang Alloh ta’ala berikan ketika berperang melawan persi untuk menghilangkan perasaan pada jiwa mereka. Maka Al Mutsanna pun berdiri dan bercerita, sehingga manusiapun bersemangat. Dan diantara yang beliau katakan adalah: “Wahai manusia, jangan sekali-kali kalian menganggap besar mereka, karena sesungguhnya kami telah menjelajahi Paris dan kami telah mengalahkan mereka dengan kekalahan yang sangat telak, kami belah mereka, kami timpakan bencana kepada mereka dan orang-orang yang berada dalam barisan kami sangat bersemangat untuk menyerang mereka, dan inysa Alloh ta’ala mereka akan mendapatkan lagi serangan-serangan kami selanjutnya.” Lalu manusia pun bersemangat. Maka berdirilah Abu ‘Ubaid Ats Tsaqofiy, lalu kholifahpun memberikan bendera kepadanya lalu dikuti oleh yang lainya. Semoga Alloh  meridloi mereka semua. (Al Kamil Fit Tarikh II/ 432-433)

Dan sayapun mengatakan sebagaimana yang mereka katakan :

Wahai manusia janganlah kalian anggap besar mereka, janganlah kalian anggap besar Amerika dan balatentaranya, sungguh demi Alloh,  kami telah memukul mereka berkali-kali, dan mereka kalah berulang-kali, dan mereka adalah orang yang paling pengecut dalam pertempuran. Dan telah nyata dalam peperangan dan perlawanan kami melawan Amerika bahwasanya mereka dalam peperangan selalu mengandalkan perang mental (propaganda), karena melihat alat-alat propaganda begitu besar yang mereka miliki. Selain itu mereka mengandalkan serangan udara yang sangat dahsyat, untuk menyembunyikan titik kelemahan mereka, yaitu rasa takut dan sifat pengecut, serta tidak adanya mental perang pada tentara Amerika. Kalau bukan karena sempitnya waktu, tentu saya akan ceritakan tentang hal itu banyak hal yang hampir-hampir tidak bisa dipercaya dalam peperangan kami di Torabora di Afghanistan. Saya berharap kepada Alloh  untuk memberikan kesempatan sehingga kita bisa bercerita tentang itu semua secara detail.[11]

Sebagai permulaan, saya ceritakan kepada kalian beberapa kekuatan adi daya yang dikalahkan para mujahidin:

  1. Saya ingatkan kalian dengan kekalahan Uni sofiet yang telah lalu, yang akhirnya hanya menjadi sebuah kenangan setelah terjadi peperangan yang sengit selama sepuluh tahun dengan bangsa Afghan dan orang-orang Islam lainnya yang membantu mereka atas karunia Alloh .[12]
  2. Juga kekalahan Rusia di Chechnya, dan para mujahidin memberikan contoh yang sangat baik dalam berkorban. Para mujahidin Chechnya bersama dengan saudara-saudara mereka dari Arab menghancurkan kesombongan Rusia, mereka timpakan kerugian demi kerugian lalu Rusia pun pulang dengan membawa kekalahan setelah perang pertama.

Lalu Rusia kembali lagi dengan bantuan Amerika. Dan sampai sekarang, Rusia terus menderita kerugian demi kerugian yang sangat besar dalam menghadapi sekelompok kecil yang beriman kepada Alloh ta’ala, kami berharap semoga Alloh  meneguhkan dan menolong mereka.[13]

  1. Saya juga ingatkan kalian dengan kekalahan pasukan Amerika pada tahun 1402 H. ketika Bani Israel menyerang Lebanon. Lalu para pejuang Lebanon menabrak markas tentara mariner Amerika di Beirut dengan truk yang telah diisi dengan bahan peledak, lalu mereka terbunuh lebih dari 240 orang, merekapun menuju neraka jahannam, dan jahannam adalah seburuk-buruk tempat kembali.[14]
  2. Kemudian setelah perang teluk kedua, Amerika memasukkan tentaranya ke Somalia, mereka bunuh 13 ribu orang dari kaum muslimin di sana, wa laa haula wa laa quwwata illa billaah. Dan ketika singa-singa Islam dari Arab Afghanista bangkit dan berjuang bersama saudara-audara mereka di sana, lalu mereka tenggelamkan kesombongan Amerika dalam tanah, mereka bunuh pasukannya, mereka hancurkan tank-tanknya dan mereka jatuhkan pesawat-pesawatnya. Maka Amerika dan sekutu-sekutunya pun lari tunggang langgang di kegelapan malam, satu sama lain tidak memperhatikan. Maka segala puji dan karunia bagi Alloh .[15]
  3. Dan pada masa itu, para pemuda jihad mempersiapkan bom pemusnah untuk Amerika di Aden, maka terjadilah peledakan sehingga tidak seorang pengecutpun kecuali lari dalam waktu kurang dari 24 jam.
  4. Kemudian pada tahun 1415 H terjadi peledakan di Riyadl yang menyebabkan terbunuhnya 4 orang Amerika, dan hal itu merupakan sebuah pesan yang jelas atas penolakan penduduk setempat terhadap politik Amerika dalam memberikan bantuan kepada Yahudi dan penjajahan di negeri haromain (dua tanah suci).
  5. Kemudian pada tahun berikutnya, terjadi ledakan lagi di Khobar yang menyebabkan terbunuhnya 19 orang dan 400 orang luka-luka, sehingga Amerika terpaksa memindahkan markas-markas besar mereka dari perkotaan ke kamp-kamp di padang pasir.[16]
  6. Kemudian setelah itu, pada tahun 1418 H para mujahidin mengancam Amerika di hadapan manusia, untuk segera menghentikan bantuan mereka terhadap Yahudi dan agar keluar dari negeri haromain (dua tanah suci). Amerikapun menolak peringatan tersebut. Lalu para mujahidin, atas karunia Alloh ta’ala, berhasil melakukan pukulan besar di Afrika Timur.[17]
  7. Kemudian Amerika diperingatkan sekali lagi, akan tetapi ia tidak mengindahkan peringatan tersebut, maka Alloh ta’ala pun membimbing para mujahidin untuk melakukan sebuah ‘amaliyyah istisyhaadiyyah (aksi bom bunuh diri) yang besar, maka dihancurkanlah kapal perang Amerika USS Cole di Aden. Ini adalah sebuah tamparan yang sangat keras pada wajah tentara Amerika. Selain itu, ‘amaliyyah istisyhaadiyyah tersebut menbuktikan bahwa pemerintah Yaman adalah antek Amerika sebagaimana negara-negara timur tengah yang lainnya.[18]

Kemudian ketika para mujahidin melihat, bahwa komplotan penjahat di gedung putih menggambarkan masalah tidak dengan sebenarnya, bahkan pemimpin mereka — orang bodoh yang ditaati —  menuduh bahwa kami ini iri dengan gaya hidup mereka. Padahal permasalahan yang sebenarnya, yang disembunyikan oleh sang Fir’aun masa kini, adalah bahwasanya kami menyerang mereka hanyalah karena kedloliman mereka kepada dunia Islam, khususnya di Palestina dan Irak serta penjajahan mereka terhadap negeri haromain (dua tanah suci). Dan ketika para mujahidin melihat hal itu, mereka memutuskan untuk memusnahkan opini tersebut dan memindahkan pertempuran ke tengah-tengah wilayah mereka dan ke jantung ibu kota negeri mereka.

Dan pada hari selasa yang penuh berkah, pada tanggal 23 jumadats tsani tahun 1422 H bertepatan dengan 11 september 2001 M, persekutuan Zionis-Amerika membunuhi anak-anak dan keluarga kami di Al Aqsho yang penuh berkah, dengan pesawat-pesawat dan tank-tank Amerika, serta dengan tangan-tangan Yahudi. Selain itu anak-anak kami di Irak juga menemui ajal mereka akibat embargo dholim yang dilakukan oleh Amerika dan antek-anteknya. Sedangkan di sisi lain dunia Islam sangat jauh dari penegakkan diin (Islam) secara benar. Dan pada saat kaum muslimin dalam keadaan putus asa dan pesimis — kecuali orang yang dirahmati Alloh — serta terdlolimi, ditipu dan dimusuhi oleh persekutuan Zionis-Amerika. Ketika Amerika negeri Paman Sam berada dalam puncak kedlolimannya, tidak memperdulikan siapapun, membuang mukanya dari manusia, berjalan di muka bumi dengan penuh kesombongan dan ia menyangka tidak ada seorangpun yang bisa mengganggunya. Ketika itulah mereka diserang dengan tiga bintang. Dan tahukah engkau apakah tiga bintang itu? Ketika bangkit orang-orang yang rambutnya kusut, kakinya berdebu, yang terusir dari semua tempat,

إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ ءَامَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى

Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk “. ( (Al Kahfi : 130)

Mereka terikat di atas akidah mereka, dan tertulis keimanan pada hati mereka, maka merekapun tidak takut celaan orang yang mencela dalam mentaati Alloh ta’ala. Mereka mengharapkan apa yang berada di sisi Alloh ta’ala. Jiwa mereka menolak untuk tidur di atas kedholiman. Mereka jual dunia mereka dan mereka tidak mau menjual harga diri mereka. Lalu merekapun menyerang dengan menggunakan pesawat musuh, dalam sebuah operasi yang berani yang belum pernah dikenal oleh manusia. Mereka hancurkan berhala Amerika, mereka serang markas pertahanan tepat di jantungnya, mereka serang perekonomian Amerika di ulu hatinya, mereka tenggelamkan kesombongan Amerika dalam tanah, maka runtuhlah dua gedung New York[19] dan dengan itu runtuh pulalah yang lebih besar lagi dari itu semua :

Maka runtuhlah seluruh cerita bohong Amerika yang besar

Runtuhlah kebohongan demokrasi

Dan nampaklah bagi manusia bahwa ketinggian Amerika sangat rendah

Runtuhlah kebohongan negara kebebasan (Liberal)

Runtuhlah kebohongan keamanan bangsa Amerika

Dan runtuhlah kebohongan CIA[20], maka segala puji bagi Alloh .

Dan di antara dampak positif dari dua serangan di New York dan Washington adalah tersingkapnya hakekat permusuhan antara kaum Salibis dan umat Islam, dan nampaklah besarnya permusuhan yang disembunyikan kaum Salibis, ketika dua serangan tersebut menyingkap bulu domba dari srigala Amerika, sehingga nampaklah aslinya yang buruk, dan bangunlah seluruh dunia dari tidurnya, dan tersadarlah kaum muslimin betapa pentingnya aqidah al-wala’ wal baro’ yang didasarkan karena Alloh ta’ala, dan kuatlah ruh persaudaraan iman antara kaum muslimin, sehingga hal ini menjadi satu langkah yang besar dalam menyatukan kaum muslimin di bawah kalimat tauhid untuk menegakkan khilafah rosyidah dengan ijin Alloh ta’ala. Dan nampak jelaslah bagi manusia bahwa kekuatan Amerika yang dholim ini bisa dan memungkinkan untuk diserang dan untuk dihinakan.

Dan ini adalah pertama kali mayoritas rakyat Amerika sadar mengenai masalah Palestina dan bahwasanya apa yang mereka alami sekarang ini adalah akibat politik dholim dari pemerintah mereka.

Ringkasnya; bahwasanya Amerika adalah kekuatan yang sangat besar, yang memiliki kekuatan pasukan yang besar dan perekonomian yang sangat luas. Akan tetapi semua itu dibangun di atas pondasi yang lemah. Oleh karena itu memungkinkan untuk diserang pondasi yang lemah itu, dan dipusatkan serangan kepada titik-titik terlemahnya, dan seandainya hanya diserang sepersepuluhnya saja titik-titik lemah itu, maka dengan ijin Alloh akan sempoyongan dan melepaskan diri dari kekuasaannya terhadap dunia dan kedlolimannya.

Dan beberapa pemuda yang berjumlah sedikit telah mampu menjelaskan kepada seluruh manusia, bahwasanya kita mempunyai kemampuan untuk melawan dan memerangi apa yang dinamakan kekuatan yang sangat besar (adi daya), meskipun persatuan internasional melawan para pemuda tersebut. Dan mereka mampu membela agama mereka dan memberikan manfaat kepada umatnya lebih banyak dari pada apa yang dilakukan pemerintahan dan bangsa yang berjumlah lebih dari 50 negara di dunia Islam, karena para pemuda itu menjadikan jihad sebagai jalan mereka untuk memperjuangkan agama, sebagaimana yang dikatakan oleh Abu Hilalah :

وَلِلنَّصْرِ أَسْبَابٌ وَلِلْخُسْرِ مِثْلُهَا وَكُلُّ فَرِيْقٍ يُوْرِثُ الْخُلْدَ رَابِحُ
دُرُوْبُ الْعُلاَ شَتَّى وَأَقْصَرُهَا الَّتِي تُرِيْقُ الدِّمَا فِي جَانِبَيْهَا الْجَحَاجِحُ

Dan kemenangan itu ada penyebab-penyebabnya sebagaimana halnya juga kekalahan

Dan setiap kelompok yang mewariskan kekekalan itu beruntung

Langkah-langkah kemulaan itu bermacam-macam dan yang paling cepat adalah

Jalan yang ditempuh oleh para pahlawan yang banyak menumpahkan darah di kanan kirinya

Dan orang-orang yang semacam mereka — atas karunia Alloh — banyak terdapat pada umat ini, akan tetapi mereka terbelenggu. Oleh karena itu hendaknya kita semua bantu-membantu untuk membuka belenggu tersebut supaya mereka semua dapat berangkat berjihad fii sabiilillah, karena jihad adalah jalan untuk meraih kemulian dan keamanan umat ini.

Adapun belenggu dan penghalang yang membelenggu para pemuda umat ini untuk berjihad banyak jumlahnya. Namun kami hanya akan menyebutkan yang terpenting darinya. Dan sebelum itu, saya sampaikan sebuah hadits dari shohih Al Bukhooriy dan Muslim, yang mana barangsiapa mengikutinya ia mendapat petunjuk dan barang siapa yang menyelisihinya ia akan hancur. Rosululoh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِيْنَ قَبْلَكُمْ أَنَّهُمْ كَانُوْا إِذَا سَرَقَ فِيْهِمُ الشَّرِيْفُ تَرَكُوْهُ وَإِذَا سَرَقَ فِيْهِمُ الضَّعِيْفُ أَقَامُوْا عَلَيْهِ الْحَدَّ

Sesungguhnya penyebab kehancuran orang-orang sebelum kalian adalah apabila orang mulia mereka mencuri mereka biarkan dan apabila orang lemah mereka mencuri mereka tegakkan hukuman. (Muttafaq ‘alaih)[21].

Maka ambilah pelajaran wahail orang-orang yang berakal, inilah yang menjadi penyebab kehancuran kita, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah.

Dan saya sampaikan pula kisah Islamnya Kholid rodliyallohu ‘anhu supaya akal itu terbebas dari taklid buta. Dikatakan kepadanya ketikan ia lambat masuk Islam :”Dulu di mana akalmu wahai Kholid, kamu tidak melihat cahaya kenabian padahal ia bersamamu sejak duapuluh tahun yang lalu?” maka ia menjawab: “Dihadapan kami ada manusia yang kami melihat angan-angan mereka seperti gunung.”

Imam Ahmad rohimahullôh berkata: “Termasuk lemahnya pemahaman seseorang adalah ia taklid pada manusia dalam masalah agamanya.” (I’lamul Muwaqqi’in II/211)

Dan belenggu yang pertama pada masa kita ini adalah  para penguasa dan para saksi dusta yang terdiri dari ulama’ su’, para menterinya dan para penulis bayaran serta orang-orang yang semisal dengan mereka.

Adapun para penguasa, maka manusia telah sepakat atas kelemahan mereka dan pengkhianatan mereka.

Dan adapun orang-orang yang menyuruh umat untuk mengulurkan tangannya ke tangan-tangan para penguasa tersebut (baca: mentaati mereka-penerj.) meskipun telah jelas kelemahan dan pengkhianatan mereka, maka kami katakan kepada mereka, apakah umat ini pernah menarik tangannya (baca: ketaatan-pentj.) dari para penguasa tersebut sehingga kini mereka disuruh untuk mengulurkan tangan mereka kembali ?! hal ini belum pernah terjadi, maka hasilnya sebagaimana yang kalian lihat sendiri yaitu berkuasanya orang-orang kafir atas kita. Dan telah dikatakan:

وَمَنْ خَانَهُ التَّدْبِيْرُ وَاْلأَمْرُ طَائِعُ فَلَنْ يُحْسِنَ التَّدْبِيْرُ وَ اْلأَمْرُ جَامِحُ

Dan barang siapa dikhianati penguasa ketika ia taat

Maka ia tidak akan berbuat baik kepada penguasa dan tidak akan taat

Perselisihan kita dengan para penguasa tersebut bukanlah perselisihan yang bersifat cabang yang bisa diselesiakan begitu saja, akan tetapi masalahnya adalah mengenai inti Islam, yaitu syadat laa ilaaha illalloh dan Muhammad Rosululloh. Para penguasa itu telah mencabutnya dari akarnya lantaran mereka memberikan wala’ (dukungannya) kepada orang-orang kafir, juga lantaran mereka berhukum dengan hukum buatan mereka[22] dan lantaran mereka memberikan persetujuan terhadap undang-undang PBB. Dengan demikian maka kekuasaan mereka telah batal sejak lama maka tidak ada alasan lagi untuk tetap tinggal dibawah kekuasaannya, dan di sini waktunya tidak cukup untuk menerangkan masalah ini, akan tetapi telah kami sebutkan perkataan-perkataan para ulama’ dalam penjelasan yang ke 17 yang diterbitkan oleh lembaga An Nashiihah Wal Ishlaah.[23]

Dan setelah itu kami katakan; Apakah mungkin bagi seorang muslim untuk mengatakan kepada kaum muslimin  ulurkanlah tangan kalian ke tangan “Karzai”, untuk bekerja sama dalam menegakkan Islam dan menyingkirkan kedholiman serta tidak membiarkan Amerika melaksanakan rencananya?! Hal ini tidak mungkin dan tidak masuk akal, karena Karzai adalah boneka Amerika, dan bantuan yang ia berikan untuk memerangi kaum muslimin, adalah salah satu pembatal Islam dari sepuluh pembatal yang mengeluarkan orang dari Islam.

Di sini kami bertanya; Apa bedanya antara Karzai asing dan Karzai Arab? siapakah yang mengangkat dan menetapkan pengusa negara-negara teluk? Yang mengangkat dan yang menetapkan mereka adalah orang-orang salib. Yang mengangkat Karzai Kabul dan Karzai Pakistan, itu sama dengan yang mengangkat Karzai Kuwait, Karzai Bahrain, Karzai Qatar dan yang lainnya.

Dan siapakah yang mengangkat Karzai Riyadl[24], dan yang mendatangkannya setelah ia meminta perlindungan di Kuwait beberapa waktu lalu supaya berperang bersama mereka memerangi Daulah ‘Utsmaaniyyah yang dipimpin Ibnu Ar Rosyiid? Yang mengangkat mereka adalah orang-orang Salibis dan sampai sekarang mereka masih menguasai keluarga ini. Maka tidak ada bedanya antara Karzai Riyadl dan Karzai Kabul;

فَاعْتَبِرُوا يَا أُوْلِي الأَبْصَارِ

“Maka ambilah pelajaran wahai orang-orang yang mempunyai pandangan.” (Al Hasyr: 2)

Alloh ta’ala berfirman:

أَكُفَّارُكُمْ خَيْرٌ مِّنْ أُوْلائِكُمْ أَمْ لَكُم بَرَاءَةٌ فِي الزُّبُرِ

” Apakah orang-orang kafirmu lebih baik dari mereka itu, atau apakah kamu telah mempunyai jaminan kebebasan (dari azab) dalam Kitab-kitab yang dahulu?.” (Al Qomar: 43)

Sesungguhnya para penguasa yang menginginkan untuk menyelesaikan permasalah kami, dan diantara yang paling penting adalah permasalah Palestina, melalui PBB[25] atau melalui kebijakan-kebijaka Amerika Serikat, sebagaimana yang dilakukan oleh Raja ‘Abdul ‘Aziz di Beirut, serta disepakati oleh seluruh Penguasa Arab, yang di dilamnya dijual darah para syuhada’ dan bumi Palestina, demi untuk menyenangkan dan membantu Yahudi dan Amerika dalam memerangi umat Islam, mereka itu telah mengkhianati Alloh ta’ala dan RosulNya, dan mereka telah keluar dari Islam dan mengkhianati umat.

Selain itu saya juga katakan: Sesungguhnya orang-orang yang hendak menyelesaikan permasalahan kami melalui para penguasa yang lemah dan pengkhianat itu, mereka telah menipu diri mereka sendiri dan menipu umat mereka, dan mereka telah cenderung kepada orang-orang dholim dan mereka telah sesat dengan kesesatan yang jelas, dan keadaan mereka yang paling baik, mereka itu adalah orang-orang yang lemah dan fasik. Maka hendaknya kaum muslimin menasehati mereka, jika mereka tidak menerima nasihat itu maka hendaknya mewaspadai mereka dan mengingatkan umat agar  mewaspadai mereka. Dan wajib bagi kaum muslimin untuk baro’ dari para thoghut itu. Dan tidak samar lagi bahwasanya baro’ terhadap thoghut itu bukanlah amalan sunnah, akan tetapi ia adalah salah satu dari dua rukun tauhid, yang mana tauhid seseorang tidak akan lurus tanpa keduanya[26]. Alloh  berfirman:

فَمَن يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الوُثْقَى لاَ انفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

” Maka itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Alloh, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Alloh Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqoroh: 256)

Adapun para ulama’ su’, para menteri kerajaan, para penulis bayaran dan orang-orang yang seperti mereka; adalah sebagaimana dikatakan dalam kata pepatah: “Di setiap jaman itu ada negara dan orang-orang yang mendukungnya.” Mereka itu adalah pendukung negara, yang memutar balik kebenaran dan memberikan kesaksian palsu, sampai-sampai mereka melakukan hal itu di Tanah Harom (suci), di Baitul Harom dan pada bulan bulan-bulan Harom (suci), wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah. Mereka mengatakan itu semua untuk mengokohkan penopang-penopang negara, maka mereka telah sesat dari jalan yang benar, maka wajib untuk meng-hajr (menjauhi) dari mereka dan mengingatkan umat agar menjauhinya.[27]

Negara itu mengandalkan ulama’nya dan mereka menonjolkan mereka dalam acara-acara keagamaan mereka, demi untuk mendapatkan beberapa menit yang dibutuhkan daulah, untuk mendapatkan pengesahan secara syar’i terhadap kekuasaan mereka dan segala tindakan yang mereka lakukan.[28] Maka apa yang terjadi, ketika Raja kerajaan Saudi mengijinkan orang-orang Amerika untuk menduduki negeri haromain lalu mereka mengeluarkan fatwa yang merupakan petaka besar[29] yang melanggar agama dan meremehkan akal kaum muslimin, yang menguatkan pengkhianatannya dalam musibah yang sangat besar itu. Dan umat pada hari ini, tidaklah merasakan penderitaan yang berupa berbagai musibah, rasa takut dan ancaman kecuali akibat dari keputusan yang menghancurkan itu dan akibat dari fatwa yang menjilat itu.

Dan barang siapa membaca sejarah para imam yang tulus pada masa-masa menghadapi ujian, seperti imam Ahmad bin Hambal dan yang lainnya, ia akan mengetahui perbedaan antara ulama’ yang mengamalkan ilmunya dan ulama’ yang menjilat, sebagaimana yang terdapat dalam kitab Siyarul A’lam An Nubala’. Di dalam sebuah syair dikatakan:

نُرَقِّعُ دُنْيَانَا بِتَمْزِيْقِ دِيْنِنَا فَلاَ دِيْنُنَا يَبْقَى وَلاَ مَا نُرَقِّعُ

Kita tambal dunia kita dengan merobek agama kita …

Maka tidak tersisa lagi bagi kita baik agama maupun apa yang kita tambal (dunia)…

Adapun belenggu yang kedua; Mereka adalah para ulama’ dan da’i yang mencintai kebenaran dan membenci kebatilan, namun mereka tidak berjihad. Mereka melakukan pentakwila-pentakwilan sehingga mereka menghalang-halangi para pemuda untuk berjihad, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah. Mereka melihat kebatilan tersebar dan semakin bertambah, lalu mereka bersatu untuk melaksanakan kewajiban membela kebenaran, beramar ma’ruf  dan nahi munkar. Kemudian banyak yang mendapatkan petunjuk dan belajar melalui mereka, dan amat baiklah apa yang mereka lakukan, semoga Alloh  membalas amalan mereka. Namun kebatilah merasa sempit dadanya terhadap kebenaran dan para pelakunya, lalu kebatilanpun menekan, mengancam dan melarang mereka untuk berkhutbah dan mengajar, mereka dikeluarkan dari pekerjaan mereka kemudian memenjarakan orang yang meneruskan langgkahnya dalam beramar ma’ruf nahi munkar.

Sesungguhnya tekanan yang kuat ini berangsur-angsur menyebabkan membeloknya langkah — kecuali yang dirahmati Alloh —, dan ini merupakan hal yang pasti. Karena seseorang tidak akan bisa mengambil keputusan dengan benar di dalam kondisi yang tidak normal, khususnya dari segi keamanan. Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ يَقْضِي الْقَاضِي بَيْنَ اثْنَيْنِ وَهُوَ غَضْبَان

Seorang hakim tidak boleh memutuskan perkara antara dua orang sedangkan dia dalam keadaan marah. (hadits ini diriwayatkan Imam Ahmad)

Jika orang yang sedang marah saja seperti ini, lalu bagai mana dengan orang yang sedang dalam keadaan takut? Rasa takut yang disebarkan oleh negara-negara arab kepada rakyatnya telah menghancurkan semua segi kehidupan, termasuk di dalamnya urusan-urusan agama, karena agama itu adalah nasehat, padahal tidak ada nasehat tanpa ada keamanan.

Dan rasa takut itu telah membagi manusia menjadi beberapa golongan. Dan di sini kami akan berbicara tentang sebagiannya:

1)      Satu golongan berbalik dan bergabung dengan negara, serta berwala’ kepadanya, wa laa haula wa laa quwwata illa billaah.

2)      Satu golongan lagi berpendapat, bahwasanya mereka tidak akan bisa melanjutkan dakwah dan mengajar, dan tidak dapat mengamankan pondok atau oraganisasi atau jama’ahnya, dan tidak dapat mengamankan dirinya, kedudukannya dan hartanya, jika mereka tidak memuji dan kompromi (mudahanah) dengan thoghut. Lalu mereka melakukan takwilan-takwilan yang rusak, sehingga mereka sesat dengan kesesatan yang nyata dan menyesatkan banyak orang.

3)      Satu golongan lainnya, Alloh ta’ala menjaga mereka untuk tidak kompromi dan menjilat para penguasa pangkhianat itu, dan mereka tetap berusaha untuk tetap berada di bawah bendera amar ma’ruf dan nahi munkar. Dan mereka telah melakukan usaha yang baik di dalam berdakwah, namun tekanan-tekanan — yang tersebut di atas — sangat besar sekali, sedangkan mereka belum mempersiapkan diri untuk menghaadapinya, dan diantara yang terpenting adalah beban-beban hijroh dan jihad.

Padahal kesempatan itu telah terbuka sejak lebih dari dua dasawarsa yang lalu, namun mereka tidak menggunakan kesempatan itu sehingga mereka kehilangan kemampuan untuk mengambil putusan yang benar — kecuali yang dirahmati Alloh — pada hari-hari yang sangat sulit ini. Oleh karena itu, kami lihat sebagian mereka sampai sekarang masih belum mengambil keputusan untuk melaksanakan jihad dan perlawanan.

Sesungguhnya memperjuangkan dan menegakkan agama itu membutuhkan pengorbanan yang besar dan sifat-sifat yang jelas, yang diterangkan di dalam kitabulloh dan siroh Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam dan juga dalam siroh para sahabat yang mulia, maka barangsiapa tidak memiliki sifat-sifat tersebut, ia tidak akan mampu memperjuangkan agama. Sifat-sifat ini Alloh  sebutkan dalam kitab-Nya yang mulia, di antaranya adalah firman Alloh ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ عَن دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى المُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلاَ يَخَافُونَ لَوْمَةَ لائِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kalian murtad dari agamanya, niscaya Alloh akan mendatangkan suatu kaum yang Alloh mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu’min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Alloh, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang mencela. Itulah karunia Alloh, yang diberikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Alloh Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Al Maidah: 54)

Dan dalam kisah yang terjadi antara Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam dan Waroqoh bin Naufal. Waroqoh mengatakan:

يَا لَيْتَنِيْ فِيْهَا جَذْعاً أَكُوْنُ حَيّاً حِيْنَ يُخْرِجُكَ قَوْمُكَ

Aduhai seandainya aku masih muda, sehingga aku masih hidup ketika kaummu mengusirmu.

Maka Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bertanya:

أَوَ مُخْرِجِيَّ هُمْ؟

Apakah mereka akan mengusirku?

Waroqoh menjawab:

نَعَمْ! لَمْ يَأْتِ رَجُلٌ قَطُّ بِمِثْلِ مَا جِئْتَ بِهِ إِلاَّ عُوْدِيَ، وَإِنْ يُدْرِكْنِيْ يَوْمُكَ أَنْصُرْكَ نَصْراً مُؤَزَّراً

Ya, tidak ada seorangpun yang datang membawa apa yang kau bawa, kecuali dia akan dimusuhi, dan jika aku menjumpai hari-hari itu aku akan menolongmu dengan sekuat tenaga. (Muttafaq ‘alaih)

Dengan demikian maka kondosi orang yang ingin mengemban agama dengan benar, adalah bermusuhan dengan ahlul batil, dan bukan hidup berdampingan dengan ahlul batil — sebagaimana yang kami lihat, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah —, dan keadaan orang yang hendak melaksanakan iqoomatud diin (menegakkan agama) itu adalah berusaha memperjuangkannya dengan jiwa dan harta, sebagaimana yang dikatakan oleh Waroqoh:

إِنْ يُدْرِكْنِيْ يَوْمُكَ أَنْصُرْكَ نَصْراً مُؤَزَّراً

Jika aku menjumpai hari-hari itu aku akan menolongmu dengan sekuat tenaga.

Dan begitu pula keadaannya pada waktu bai’atul ‘aqobah. Oleh karena itu, memperjuangkan agama itu bukan hanya dengan menyampaikan pelajaran saja, agama ini tidak akan tegak hanya dengan sebagian dari waktu dan harta kita. Akan tetapi sesungguhnya dagangan Alloh ta’ala itu mahal. Maka sangat jauh berbeda antara orang yang duduk dan menyampaikan pelajaran dan antara orang yang menyerahkan kepala dan jiwa untuk memperjuangkan agama Alloh ta’ala. Oleh karena itu Al ‘Abbas bin ‘Abdul Muthollib — sedangkan dia masih menganut agama kaumnya — ingin meyakinkan nasib keponakannya Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam. di kalangan orang-orang anshor, maka di antara yang dia katakan adalah:

فَإِنْ كُنْتُمْ أَهْلَ قُوَّةٍ وَجَلَدٍ وَبَصِيْرَةٍ بِالْحَرْبِ وَاسْتِقْلاَلٍ بِعَدَاوَةِ الْعَرَبِ قَاطِبَةً فَإِنَّهَا سَتَرْمِيْكُمْ عَنْ قَوْسٍ وَاحِدَةٍ

Jika kalian memang orang yang mempunyai kekuatan, ketangguhan dan kepandaian dalam berperang, dan sanggup untuk bermusuhan dengan seluruh bangsa Arab, sesungguhnya mereka akan memanahmu dari satu busur.

Atas dasar ini saya katakan; Sifat-sifat ini di tuntut dari ahlul iman untuk menjaga Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam untuk menjaga ajaran Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam.

Kemudian setelah Al ‘Abbas menyelesaikan perkataannya, Al Barro’ bin Ma’ruf dari kalangan anshor mengatakan:

قَدْ سَمِعْنَا مَا قُلْتَ، وَإِنَّا وَاللهِ لَوْ كَانَ فِيْ أَنْفُسِنَا غَيْرَ مَا نَنْطِقُ بِهِ لَقُلْنَاهُ وَلَكِنَّا نُرِيْدُ الْوَفَاءَ وَالصِّدْقِ وَبَذْلَ مُهَجِ أَنْفُسِنَا دُوْنَ رَسُوْلِ الله

Kami telah mendengar apa yang engkau katakan, dan demi Alloh  seandainya hati kami tidak sebagaimana yang telah kami ucapkan pasti kami kami akan mengatakannya, akan tetapi kami hendak menepati janji dan jujur, serta mengerahkan darah dan nyawa kami untuk membela Rosululloh.

Atas dasar ini saya katakan; Beginilah agama itu, ia tegak dengan menepati janji dan kejujuran, serta mengerahkan nyawa untuk memperjuangkan manhaj. Kemudian ketika mereka bangkit untuk melaksanakan bai’at, As’ad bin Zuroroh berkata:

رُوَيْداً يَا أَهْلَ يَثْرِب، إِنَّا لَمْ نَضْرِبْ إِلَيْهِ أَكْبَادَ الْمُطِيّ، إِلاَّ وَنَحْنُ نَعْلَمُ أَنَّهُ رَسُوْلُ اللهِ، وَإِنَّ إِخْرَاجَهُ الْيَوْمَ مُفَارَقَةُ الْعَرَبِ كَافَّةً وَقَتْلُ خِيَارِكُمْ، وَأَنْ تَعُضَّكُمُ السُّيُوْفُ، فَإِمَّا أَنْتُمْ تَصْبِرُوْنَ عَلَى ذَلِكَ فَخُذُوْهُ وَأَجْرُكُمْ عَلَى اللهِ، وَإِمَّا أَنْتُمْ تَخَافُوْنَ مِنْ أَنْفُسِكُمْ خِيْفَةً فَذَرُوْهُ فَهُوَ أَعْذَرُ لَكُمْ عِنْدَ اللهِ

Tunggu wahai penduduk Yatsrib, sesungguhnya dalam waktu yang singkat kita telah mengetahui bahwasanya ia adalah utusan Alloh, dan sesungguhnya mengeluarkan beliau pada hari ini berarti memisahkan diri dari seluruh bangsa Arab, membunuh para pemuka kalian dan kalian akan dihimpit pedang. Jika kalian sabar maka lanjutkanlah bai’at itu dan kalian akan mendapatkan pahala di sisi Alloh, dan jika kalian takut maka tinggalkanlah beliau, karena hal itu lebih ringan bagi kalian di sisi Alloh .

Maka mereka mengatakan:

يَا أَسْعَد أَمِطْ عَنَّا يَدَكَ، فَوَاللهِ لاَ نَذَرُ هَذِهِ الْبَيْعَةَ وَلاَ نَسْتَقِيْلُهَا

Wahai As’ad, singkirkanlah tanganmu dari kami, demi Alloh kami tidak akan meninggalkan bai’at ini dan tidak akan meminta untuk dibatalkan.

Beginilah sifat orang-orang yang ingin melindungi dan menegakkan agama Islam, semoga Alloh  meridloi mereka.

Dan demikian pula pada hari ini, para mujahidin mengatakan kapada para ulama’ dan da’i yang mencintai kebenaran dan tidak berkompromi dengan kebatilan; Kalian telah mengangkat bendera agama Islam dan kalian mengetahui bahwa yang kalian angkat itu adalah benar-benar ajaran Rosululloh, dan sesungguhnya jika kalian mengemban agama itu dengan benar, itu artinya kalian pasti memisahkan diri dari pemerintah-pemerintah Arab dan juga selain Arab di seluruh muka bumi, membunuh para pemuka kalian dan kalian akan dihimpit oleh pedang. Maka jika kalian mampu bersabar untuk melaksanakan itu semua maka jagalah bendera itu dan Alloh  akan memberikan pahala kepada kalian. Dan jika kalian takut maka biarkanlah bendera perlawanan dan peperangan berjalan, dan janganlah kalian halang-halangi para pemuda Islam untuk berjihad fii sabiilillaah, karena hal itu lebih ringan bagi kalian di sisi Alloh.

Kemudian sekarang kita akan membahas tentang apa kewajiban kaum muslimin dalam menghadapi Serangan Salibis-Zionis terhadap umat Islam:

Alloh  berfirman:

فَقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ لاَ تُكَلَّفُ إِلاَّ نَفْسَكَ وَحَرِّضِ المُؤْمِنِينَ عَسَى اللَّهُ أَن يَكُفَّ بَأْسَ الَّذِينَ كَفَرُوا وَاللَّهُ أَشَدُّ بَأْساً وَأَشَدُّ تَنكِيلاً

Maka berperanglah kamu pada jalan Alloh, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Kobarkanlah semangat para mu’min (untuk berperang). Mudah-mudahan Alloh menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Alloh amat besar kekuatan dan amat keras siksaan (Nya). (An Nisa’: 84)[30]

Sesungguhnya kewajiban yang paling wajib setelah beriman pada hari ini adalah melawan dan memerangi musuh yang menyerang. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: “Dan adapun melawan musuh yang menyerang yang merusak agama dan dunia, tidak ada sesuatu yang lebih wajib setelah beriman selain melawannya, dan tidak disyaratkan lagi dengan syarat apapun.” (Al Ikhtiyarot Al ‘Ilmiyah yang terdapat dalam lampiran Al Fatawa Al Kubro IV/608) Maka jihad pada hari ini hukumnya adalah fardlu ‘ain bagi seluruh umat Islam[31], dan umat Islam dosa sampai ia mengerahkan personal-personalnya, harta dan kemampuannya untuk mencukupi pelaksanaan jihad yang tengah berlangsung melawan kekuatan orang kafir di Palestina dan yang lainnya.[32]

Maka wajib bagi orang-orang beriman untuk berjihad dalam rangka menegakkan kebenaran dan menghancurkan kebatilan, mereka semua wajib berjihad sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam. bersabda dalam shohih Muslim:

فَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِيَدِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ، وَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِلِسَانِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ، وَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِقَلْبِهِ فَهُوَ مُؤْمٌِن، وَلَيْسَ وَرَاءَ ذَلِكَ مِنَ اْلإِيْمَانِ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ

Maka barang siapa berjihad melawan mereka dengan tangannya ia beriman, barang siapa yang berjihad melawan mereka dengan lisannya ia beriman, dan barangsiapa berjihad melawan mereka dengan hatinya ia beriman, dan setelah itu tidak ada iman lagi walaupun sebesar biji sawi. (HR. Muslim)[33]

Hadits yang agung ini berlaku bagi seluruh orang beriman, sehingga selama kita itu masih beriman maka kita pasti berjihad fii sabiilillaah untuk memperjuangkan agama. Orang beriman yang tidak mampu berperang dengan tangan dan lisannya maka ia harus berjihad dengan hatinya, di antara caranya adalah dengan terus membenci musuh-musuh Alloh ta’ala dan mendo’akan keburukan atas mereka, terus berwala’ (loyal) kepada orang-orang beriman dan mujahidin, mendo’akan mereka dan merasa bersaudara dengan mereka dalam seiman yang terjalin di kalangan kaum muslimin di timur dan di barat, dan hendaknya disadari pula bahwa Ahlu `l-Iman itu seluruhnya berada dalam satu kubu, sedangkan orang kafir berada di satu kubu yang lain, sampai nanti Alloh ta’ala akan berikan anugerah kepada umat ini sebuah negara yang akan menghimpun kaum muslimin di bawah benderanya dengan izin Alloh ta’ala. Juga harus di tanamkan di dalam jiwa tekad untuk berjihad di jalan Alloh ta’ala dengan menggunakan tangan dan lisannya, dan ini (berjihad dengan hati, terj.) adalah tingkatan iman yang paling lemah. Selain itu, ia harus memboikot produk-produk Amerika dan semua sekutunya.[34] Seorang mukmin mesti waspada benar agar jangan sampai ia memperkuat kebatilan, sebab membantu orang-orang kafir walaupun hanya dengan satu kata adalah kufur bawwâh (kekufuran yang jelas) sebagaimana yang telah dinyatakan oleh para ulama[35]. Hendaknya ia waspada agar tidak termasuk orang-orang apa yang difirmankan  Alloh  ta’ala:

الَّذِينَ يَبْخَلُونَ وَيَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبُخْلِ

Orang-orang yang kikir dan menyuruh manusia berbuat kikir. (Al Hadid: 24)

Atau termasuk orang-orang yang Alloh  katakan:

قَدْ يَعْلَمُ اللَّهُ المُعَوِّقِينَ مِنكُمْ وَالْقَائِلِينَ لإِخْوَانِهِمْ هَلُمَّ إِلَيْنَا وَلاَ يَأْتُونَ البَأْسَ إِلاَّ قَلِيلاً

Sesungguhnya Alloh mengetahui orang-orang yang menghalang-halangi di antara kalian dan orang-orang yang berkata kepada saudara-saudaranya :  “Marilah kepada kami. “ Dan mereka tidak mendatangi peperangan melainkan sebentar. (Al Ahzab: 18)

Jangan sampai ia mengumpulkan dua dosa besar sekaligus, yaitu dosa tidak berjihad dan dosa melemahkan semangat.

Dan jihad dengan jiwa, meskipun pada hari ini fardlu ‘ain atas seluruh umat Islam, namun bagi para pemuda kewajiban untuk berjihad dengan jiwa ini lebih ditekankan lagi dari pada orang tua. Dan begitu juga jihad dengan harta[36] yang hukumnya fadlu ‘ain, kepajiban orang-orang yang memiliki harta untuk berjihad dengan hartanya lebih ditekankan dari pada orang lain.

Dan atas karunia Alloh ta’ala terhadap umat pada hari ini, Alloh ta’ala membukakan dada banyak para pemuda untuk berjihad di jalanNya dan membela agama dan hamba-hambaNya. Maka wajib bagi umat ini untuk mendukung, mendorong dan mempermudah urusan para pemuda yang tengah mempertahankan dan membela diri dari kedholiman, kehinaan dan dosa tersebut. Dan juga wajib bagi umat ini untuk menjaga kelestarian jihad yang tengah berlangsung pada hari ini, dan untuk memberikan dukungan dengan segala kekuatan yang mereka miliki, karena ini adalah urusan yang sangat berat sebagaimana di Palestina, Chechnya, Afghanistan, Kasymir, Indonesia, Philipina dan negeri-negeri Islam yang lainnya. Karena jihad di negara-negara tersebut benderanya tidak akan berkibar setelah atas karunia Alloh, meskipun serangan yang kuat dari musuh, kecuali dengan mengerahkan kepenatan, darah dan tulang-belulang yang tidak terkira. Kami berharap semoga Alloh  menerima mereka sebagai syuhada’.

Dan saya berikan kabar gembira kepada kalian bahwasanya pada hari ini jihad di Afghanistan terus berlangsung dengan baik, dan keadaan terus membaik di fihak mujahidin atas karunia Alloh. Dan kini kami memasuki peperangan tahun kedua, namun Amerika belum mampu merealisasikan misinya bahkan mereka terjebak dalam rawa-rawa Afghanistan. Adapun yang dianggap Amerika pada bulan-bulan pertama waktu perang sebagai kemenangan, setelah mereka menguasai kota-kota lantaran kota-kota tersebut dikosongkan oleh para mujahidin, sesungguhnya hal itu tidak diragukan lagi oleh para pakar militer secara umum dan orang-orang yang tahu kondisi Afghanistan khususnya, bahwasanya hal itu merupakan langkah strategi mundur yang sesuai dengan tabiat negara Tholiban, dan juga sesuai dengan tabiat orang-orang Afghan dalam sejarahnya yang panjang dalam perang gerilya, karena pemerintahan Tholiban tidak memiliki tentara reguler untuk mempertahankan kota-kota. Oleh karena itu Afghanistan mengandalkan —setelah kepada Alloh — kepada kekuatan mereka yang tersembunyi yaitu kemampuan mereka dalam pertempuran gerilya di pedalaman gunung-gunungnya yang terjal, dan dengan taktik inilah — atas karunia Alloh — mereka dapat mengalahkan tentara Uni Soviet sebelum ini, dan hal itu nampak setelah perang gerilya dimulai dan ‘amaliyah (operasi militer) terus meningkat sampai dua kali setiap harinya.

Maka pada hari ini orang-orang Amerika benar-benar tenggelam, mereka tidak mampu menjaga tentara mereka dan juga tidak mampu membentuk negara yang mampu menjaga presidennya apalagi menjaga orang lain. Dan atas karunia Aloh para mujahidin telah bersatu salama tahun yang lalu dan semuanya bersemangat untuk berjihad dan mereka berpendapat bahwa jihad wajib bagi mereka. Kalaulah bukan karena sedikitnya sarana pasti akan mudah untuk menambah jumlah operasi setiap hari sapai pada batas yang pernah dahulu dilakukan pada jihad dimasa melawan rusia, dan inilah yang tidak akan mampu di hadapi Amerika.[37]

Oleh karena itu, di antara fardlu ‘ain bagi umat pada hari ini, adalah hendaknya mereka memberikan bantuan kepada jihad secara umum, yang di antaranya adalah di Palestina dan Afghanistan, dan pokok permasalahan ini adalah termasuk permasalahan yang harus dijadikan pusat perhatian untuk melemahkan Yahudi, para sekutu Amerika dan untuk melemahkan Amerika, para sekutu Yahudi. Dan sesungguhnya kekalahan Amerika di Afghanistan — dengan ijin Alloh — merupakan awal kehancuran baginya. Dan atas ijin Alloh, kalian tidak diserang melalui tangan kami, maka kami berharap supaya kami tidak diserang melalui tangan kalian.

Dan pada hari ini umat tengah menghadapi suatu hari dari hari-hari Alloh, oleh karena itu tidak sepatutnya kita melemah atau melampaui batas, dan seharusnya pasukan kaum muslimin bersatu melawan pasukan kafir, dan seharusnya bertaubat dari dosa-dosa terutama dosa-dosa besar. Selain itu, dalam menghadapi masalah yang sulit ini yang merupakan masalah besar dan bukan masalah sepele ini, seharusnya umat ini meninggalkan sendau-gurau, main-main, berlebih-lebihan dan kemewahan. Dan seharusnya membiasakan diri hidup susah dan mempersiapkan diri untuk hidup yang sebenarnya, yaitu kehidupan pembunuhan, peperangan, pukulan dan serangan.

Di sini saya sampaikan kepada kalian perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah tentang ujian yang persis dengan apa yang kita hadapi sekarang,[38] beliau berkata: “Dan ketahuilah — semoga Alloh ta’ala memperbaiki kalian — bahwasanya telah diriwayatkan dengan benar dari berbagai jalan, bahwa beliau bersabda:

لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِيْ ظَاهِرِيْنَ عَلَى الْحَقِّ لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ وَلاَ مَنْ خَالَفَهُمْ إِلَى قِيَامِ السَّاعَةِ

Akan senantiasa ada satu kelompok dari umatku yang selalu dlohir diatas kebenaran, tidak akan memberi kemudlaratan sedikitpun orang yang mengabaikan mereka dan menyelisihi mereka sampai terjadi hari kiyamat. (Muslim),

Dalam menghadapi ujian semacam manusia terbagi manjadi tiga bagian:

Tho-ifah  Manshuroh (kelompok yang mendapatkan kemenangan) dan mereka itu adalah para mujahidin yang memerangi para perusak itu.

Tho-ifah  Mukholifah  (kelompok yang menyelisihi) dan mereka itu dalah musuh-musuh itu dan orang yang bergabung dengan mereka yang terdiri dari orang-orang  rusak yang mengaku Islam.

Tho-ifah Mukhodzilah (kelompok yang berpangkutangan) dan mereka adalah orang-orang yang tidak berjihad, meskipun Islam mereka benar.

Maka hendaknya setiap orang melihat dirinya, apakah ia masuk dalam golongan Tho-ifah  Manshuroh atau Tho-ifah  Mukholifah  atau Tho-ifah  Mukhadzilah, dan tidak ada kelompok keempat.”

Beliau juga mengatakan: “Sampai-sampai — demi Alloh — seandainya As Sabiqunal Awwalun (orang-orang yang pertama masuk Islam) dari kalangan Muhajirin dan Anshor, seperti Abu Bakar, Utsman, Ali dan yang lainnya hidup pada jaman sekarang ini pasti di antara amalan yang paling utama mereka adalah jihad melawan para pendosa itu, dan tidak ada yang ketinggalan dari peperangan semacam ini kecuali orang-orang yang merugi dagangannya dan bodoh dirinya dan tidak mendapatkan bagian yang besar di dunia dan akherat.” Sampai di sini perkataan beliau. (Kitabul Jihad II/58 dan halaman setelahnya)

Kemudian saya nasehatkan kepada para pemuda untuk bersungguh-sungguh dalam berjihad[39] karena merekalah orang pertama yang mendapatkan kewajiban jihad pada hari ini sebagaimana hal itu diisyaratkan oleh Al Qurthubi dalam Al Muwafaqot.

Dan ketahuilah bahwasanya membunuh orang-orang Amerika dan Yahudi di mana saja mereka berada, adalah termasuk kewajiban yang paling agung dan ibadah kepada Alloh  yang paling utama[40]. Juga saya nasehatkan kepada mereka untuk berkumpul  di sekitar ulama’ yang tulus dan da’i yang ikhlas dan beramal. Selain itu juga saya nasehatkan agar mereka menggunakan kerahasiaan dalam melaksanakan program mereka[41], terlebih lagi dalam program-program jihad.

Dan di sini saya berikan kabar gembira kepada kalian secara umum, dan kepada saudara-saudara kami di Palestina khususnya, bahwasanya saudara-saudara kalian para mujahidin terus berjalan di atas jalan jihad untuk membunuh orang-orang Yahudi dan Amerika, dan ‘amaliyah (aksi) di “Mumbasa[42] merupakan awal datangnya bantuan, atas ijin Alloh ta’ala. Dan sesungguhnya kami tidak akan membiarkan kalian, berjalanlah dan teruskanlah berperang dengan berkah dari Alloh ta’ala, kami akan terus berjalan dan berperang bersama kalian dengan atas ijin Alloh ta’ala.

Dan sebelum saya tutup saya berikan semangat kepada diriku sendiri dan kepada saudara-saudaraku orang-orang beriman untuk berjihad fii sabiilillaah dengan perkataan orang yang mengatakan:

وَإِنِّيْ لَمُقْتَادٌ جَوَادِيْ وَقَاذِفُ

بِهِ وَبِنَفْسِي الْعَامَ إِحْدَى الْمَقَاذِفِ

فَيَا رَبِّ إِنْ حَانَتْ وَفَاتِيْ فَلاَ تَكُنْ

عَلَى شَرْجَعٍ يُعْلَى بِخُضْرِ الْمَطَارِفِ

وَلَكِنَّ قَبْرِي بَطْنُ نَسْرٍ مَقِيْلُهُ

بِجَوِّ السَّمَاءِ فِي نُسُوْرٍ عَوَاكِفِ

وَأُمْسِيْ شَهِيْداً ثَاوِياً فِيْ عِصَابَةٍ

يُصَابُوْنَ فِيْ فَجٍّ مِنَ اْلأَرْضِ خَائِفِ

فَوَارِسُ مِنْ شَيْبَانَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ

تُقَى اللهِ نَزَّالُوْنَ عِنْدَ التَّزَاحُفِ

إِذَا فَارَقُوْا دُنْيَاهُمُ فَارَقُوا اْلأَذَى

وَصَارُوْا إِلَى مِيْعَادٍ مَا فِي الْمَصَاحِفِ

Dan sesungguhnya aku benar-benar membulatkan tekadku dan mengorbankannya …

… dengan ragaku pada tahun ini untuk meraih salah satu sasaran…

Wahai Robbku, jika telah tiba masa kematianku, janganlah mayatku …

.. diusung dalam keranda yang diselimuti dengan kain hijau…

Akan tetapi kuburanku adalah perut burung Elang yang tinggal …

.. di atas langit bersama burung-burung Elang lainnya tinggal …

Dan aku mati syahid tinggal bersama sekelompok orang …

… yang terkena serangan di daerah pedalaman yang menakutkan …

Pasukan yang gagah berani dari Syaiban, telah disatukan dengan …

Ketaqwaan kepada Alloh, mereka berlaga dalam pertempuran …

Jika mereka tinggalkan dunia maka mereka telah meninggalkan kepedihan …

Lalu mereka menuju tempat kempali mereka yang telah ditetapkan di dalam lembaran…

Dan pada penutupan, saya nasehatkan kepada diriku sendiri dan kepada saudara-saudaraku orang-orang Islam, untuk bertakwa kepada Alloh  baik ketika sendiri maupun bersama orang, dan untuk memperbanyak do’a dan mengharap kepada Alloh ta’ala agar menerima taubat kita dan menyingkirkan kesulitan kita.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka. (Al Baqoroh: 201)

Dan kami memohon kepada Alloh  agar membebaskan saudara-saudara kita yang ditawan orang-orang Amerika dan antek-enteknya, terutama Syaikh ‘Umar bin ‘Abdur Rohman[43] dan Syaikh Sa’id bin Za’ir serta saudara-saudara kami di Guantanamu, dan agar memperkokoh para mujahidin di Palestina dan menolongnya, dan juga di negeri-negeri Islam yang lain, dan agar memenangkan kita atas musuh-musuh kita.

Selain itu saya juga nasehatkan kepada diriku sendiri dan kepada kalian, agar memperbanyak dzikir dan tilawatul qur-an serta merenunginya, karena di dalamnya terdapat nasihat, obat, petunjuk dan rahmat, Alloh ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِّمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepada kalian pelajaran dari Robb kalian dan obet bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (Yunus: 53)

وَاللَّهُ غَالِبٌ عَلَى أَمْرِهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَعْلَمُونَ

Dan Alloh berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya. (Yusuf: 21)

Dan akhir kata dari kami “Al Hamdulillaahi Rabbil ‘Aalamin.”

Saudaramu Fillah :

Usamah bin Ladin


[1] – Ibnu Rojab mengatakan: “Maksudnya adalah bahwa Alloh mengutus beliau untuk mendakwahkan tauhid dengan pedang setelah mendakwahkannya dengan hujjah, maka barang siapa yang tidak menyambut dakwah beliau kepada tauhid dengan menggunakan Al Qur’an, hujjah dan keterangan maka ia didakwahi dengan menggunakan pedang.” (Al Hukmul Jadiiroh Bil Idzaa’ah Min Qoulin Nabi shlollallohu ‘alaihi wasallam Bu’itstu Bis Saifi Baina Yadais Saa’ah)

[2] – Syaikh Bakar Abu Zaid mengatakan: “Batas Jazirah Arab sebelah barat adalah laut Qolzum, sedangkan Al Qolzum itu adalah nama sebuah kota yang berada di ujung utara laut itu. Laut itu terkenal dengan nama laut merah. Dan sebelah selatan adalah Laut Arab, yang disebut juga dengan Laut Yaman. Dan sebelah timur adalah Teluk Basra (Teluk Arab). Tiga laut ini yang disepakati oleh para para muhaditsin, fuqoha’, ahli sejarah, ahli geografi dan yang lain. Sedangkan batas sebelah utara adalah pantai timur dari Laut Merah sampai ujung timur dari ujung-ujung Syam — sekarang Yordan —  dan sebagian dari wilayah Irak. Adapun wilayah yang menjadi batas tidaklah masuk dalam wilayah Jazirah Arab.” (Khoshoisul Jazirotil ‘Arobiyah)

Dan Imam Hamud bin ‘Uqla Asy Syu’aibi mengatakan: “Para ulama’ dan fuqoha’ yang diterima pendapatnya telah bersepakat; bahwasanya orang-orang Yahudi, Nasrani dan Musyrik tidak boleh bertempat tinggal di Jazirah Arab, baik untuk selamanya atau untuk sementara, kecuali ada sebagian ulama’ saja yang membolehkannya tinggal untuk selama tiga hari jika ada dloruroh. Dan tidaklah diperkenankan orang muslim mengijinkan mereka untuk masuk dan tinggal di dalamnya berlandaskan hadits-hadits shohih dari Nabi shollallohu ‘alai wa sallam dan atsar-atsar yang diriwayatkan secara benar dari para sahabat.” (Al Qoulul Mukhtar Fii Hukmil Isti’anah Bil Kuffar/ Fashl Hukmu Iqomatul Yahud Wan Nashoro Wal Musyrikin Fil Jazirotil ‘Arobiyah).

[3] – Kesepakatan Saix-Piccot adalah kesepakatan rahasia yang berlangsung pada tahun 1334 H ketika perang dunia pertama antara Inggris dan Prancis, atas persetujuan Rusia untuk memecah-belah Daulah ‘Utsmaniyah dan membagi daerah-daerah yang tunduk di bawah kekuasaan ‘Utsmaniyah — yaitu Suriah, Irak, Lebanon dan Palestina — ke daerah-daerah yang tunduk kepada kekuasaan Prancis, sedangkan yang lainnya tunduk kepada kekuasaan Inggris. Kesepakatan tersebut dinamakan dengan nama tersebut karena dinisbatkan kepada pelakunya yaitu Marlk Saix orang inggris dan George Piccot.

[4] – Syaikh Yusuf Al ‘Uyairiy berkata: “Sesungguhnya orang-orang kafir meskipun memutar balikkan kepada kaum muslimin dan mereka namakan perbuatan mereka dengan nama yang lain dengan keyakinan mereka, namun tetaplah bahwa perubahan nama itu tidak akan dapat mengubah hakekat sesuatu … namun Alloh ta’ala menampakkan dan mengeluarkan dari hati mereka permusuhan mereka terhadap orang-orang Islam dan hakikat peperangan mereka terhadap Islam, dan bahwa nama ‘perang melawan teroris’ atau ‘keadilan tanpa batas’ atau ‘memerangi musuh kebebasan’ atau ‘penjahat’ atau ‘musuh kebudayaan’ semua itu hanyalah penutup kedengkian salib yang tersimpan dan yang memenuhi hati mereka. Meskipun kedengkian telah memenuhi hati mereka dan satu-satunya kemauan mereka adalah merealisasikan keyakinan mereka sebagaimana yang Alloh  kabarkan, meskipun demikian jebollah kesabaran presiden Amerika Bush dan tidak mampu menyembunyikan keyakinannya, diapun menyatakan dalam konfrensi pers yang dilaksanakan pada hari ahad 16/9/2001 M, bertepatan dengan 28/6/1422 H dengan perkataannya: “This crusade, this war on terrorism, is going to take a long time”. Yang artinya: “Ini adalah perang salib, perang melawan teroris ini akan memakan waktu yang lama.” … dan contoh-contoh yang lain … yang dimuat majalah “National Review” …; “Sekaran bukan waktunya untuk mencari tempat-tempat persembunyin para pelaku operasi-operasi teroris, yang bertanggung jawab terhadap semua operasi ini dan mereka adalah setiap orang yang tersenyum ketika mendengar serangan terhadap New York dan Wasingthon … kita harus menyerang mereka di negara-negara mereka dan membunuh para pemimpin mereka  dan memaksa mereka masuk agama kristen!” (Haqiqotul Harbish Sholibiyah Al-Jadidah)

[5] – Majalah Wasingthon Post edisi jum’at 28/9/2001 M memuat pernyataan penguasa Amerika, bahwa pemerintah Saudi telah memutuskan untuk mengijinkan tentara Amerika yang bertebaran di dalam negaranya — termasuk angkatan udara — untuk bekerja sama dalam memerangi umat Islam di Afghanistan, dan majalah itu menunjukkan bahwasanya kementrian pertahanan Amerika telah kosong lantaran sikap ini dengan pertimbangan memindahkan markas komandonya ke negara teluk yang lain. Sebagaimana yang dinyatakan oleh Sa’uud Al Faishol mentri luar negeri kerajaan Saudi pada hari rabo 26/9/2001 H bahwa negaranya akan melaksanakan kewajibannya dan bahwasanya ‘perang melawan teroris’ ini harus tidak terbatas pada penangkapan pelaku-pelaku peledakan, akan tetapi mencakup juga jaringan-jaringan bawah tanah yang membantu para teroris.”

[6] – Dan mungkin termasuk fatwa yang paling membahayakan adalah yang dijadikan alasan untuk melaksanakan perang salib ini bahkan menyerukan umat Islam untuk membantu dalam membunuh saudara-saudara mereka umat Islam yaitu fatwa yang disebarkan oleh kementrian luar negeri Amerika dalan penjelasannya yang terbit pada 19/10/2001 H dengan judul “Ulama’ Islam Menolak Seruan Bin Ladin Untuk Berjihad Melawan Amerika” yang di dalamnya disebutkan: “… 6 ulama’ Islam dari Timur Tengah dan Afrika Utara telah mengeluarkan fatwa pada 27 september yang mengatakan; “Berlandaskan syari’at Islam perbuatan teror adalah termasuk hiroobah; yaitu mengadakan peperangan melawan masyarakat.”

Dan para ulama’ tersebut adalah Syaikh Yusuf Al Qordlowi seorang pembesar ulama’ dan ketua Majlisus Sunnah Was Siroh di Qatar, Al Qodli Thoriq Al Basyari, wakil satu pemimpin Majlisud Daulah di Mesir, Dr. Muhammad Al ‘Awaa, Ustadz undang-undang perbandingan dan syariat di Mesir, Dr. Haitsam al-khoyyat, seorang ulama’ di suria, as-sayyid fahmi huwaidi, seorang ulama’ mesir, Syaikh Thoha Jabir Al ‘Ulwani, ketua al-majlisul a’la di Amerika utara…..” dinukil dari keterangan kementrian luar negri Amerika.

Dan fatwa tersebut disebar-luaskan secara lengkap di koran “Asy Syarqul Ausath” tertanggal 8/10/2001 M dan diantara isinya adalah: “… maka sesungguhnya kami berpendapat untuk segera memburu para pelaku kejahatan ini dan juga orang-rang yang ikut serta dalam memberikan semangat, mendanai dan memberikan bantuan kemudian menggiring mereka ke pengadilan yang adil kemudian memberikan hukuman yang sesuai dan membikin jera bagi mereka dan orang-orang yang semacam mereka yaitu orang-orang yang menghina kehidupan orang-orang yang tidak berdosa dan harta mereka dan juga orang-orang yang merampas keamanan mereka….dan ini dalah kewajiban umat Islam untuk ikut serta dengan segala  cara yang memungkinkan… dan ringkasnya bahwasanya tidak apa-apa insya Alloh  bagi tentara-tentara Islam untuk bekerja sama di dalam peperangan yang mungkin terjadi melawan orang yang diperkirakan sebagai pelaku teror atau menyembunyikan para pelakunya dan memberikan kesempatan bagi mereka untuk berlatih dan berangkat dari negara mereka, dengan niat yang benar, sebagaimana yang kami terangkan, hal ini untuk menolak yang mungkin mereka dapatkan dalam memberikan bantuan kepada negara mereka…”

[7] –  Tahun 1393 H bertepatan dengan oktober 1973 M.

[8] – Yahudi dalam usahanya menegakkan apa yang dinamakan Israil Raya berdasarkan sebuah teks dalam kitab taurot yang berada di tangan mereka, yang berkata kepada Ibrohim; “Untuk keturunanmu kuberikan bumi ini, dari sungai Furot sampai sungai sungai besar di Mesir.” (At Takwin: 12).

[9] – Ustadz Sayyid Quthub berkata: “Dan pertolongan itu kadang terlambat datang kepada orang-orang yang terdholimi dan terusir dari negeri mereka dengan tanpa alasan yang benar, hanya karena mereka mengatakan: Robb kami adalah Alloh, karena di balik keterlambatan ini ada hikmah yang Alloh  kehendaki:

Kadang keterlambatan itu disebabkan karena bangunan umat yang beriman itu belum matang, belum sempurna, belum terkumpul kekuatannya dan semua kelompok dan perkumpulan belum bersiap dan berkumpul untuk mengetahui sejauh mana kekuatan dan potensi yang ada padanya, seandainya ia mendapatkan kemenangan ketika itu pasti ia akan kehilangan kemenangan itu karena ia tidak mampu menjaganya dalam waktu yang lama.

Dan kadang kemenangan itu terlambat sampai umat yang beriman itu mengerahkan segala kekuatan dan harta yang ia miliki, sehingga tidak tersisa lagi sesuatu yang besar atau yang mahal kecuali telah ia persembahkan secara murah dan ringan di jalan Alloh .

Dan kadang kemenangan itu terlambat sampai umat yang beriman itu mencoba seluruh kekuatannya, sehingga dia memahami semua kekuatannya itu saja tanpa bantuan dari Alloh  tidak bisa menjamin kemenangan, hanyasanya kemenangan itu turun dari Alloh  ketika ia mengerahkan segala kekuatannya kemudian dia menyerahkan segala urusannya kepada Alloh.

Dan kadang kemenangan itu terlambat supaya menambah hubungan umat yang beriman itu dengan Alloh, dia menderita merintih dan mengerahkan segalanya, namun tidak mendapatkan bantuan kecuali Alloh  dan tidak ada tempat mengadu ketika susah kecuali kepadaNya saja, dan hubungan ini adalah jaminan pertama untuk istiqomahnya di atas manhaj setelah mendapatkan yang Alloh  ijinkan untuk ia raih, maka ia tidak akan melampaui batas dan tidak pula berbelok dari kebenaran, keadilan dan kebaikan yang dengan lantaranya ia mendapat kemenangan dari Alloh .

Dan kadang kemenangan itu terlambat lantaran umat yang beriman itu belum memurnikan perjuangannya dan pengorbanannya untuk Alloh dan untuk dakwahnya, maka ia berperang untuk mendapatkan ghonimah, atau ia berperang karena fanatik kepada kelompok tersebut, atau ia berperang karena keberaniannya di depan musuh-musuhnya, sedangkan Alloh menghendaki bahwa perang itu hanyalah untuk Alloh  semata dan di jalanNya semata, bersih dari perasaan-perasaan lain yang menyertainya….

Sebagaimana kemenangan itu kadang terlambat karena masih tersisa kebaikan pada kejelekan yang dilawan oleh umat yang beriman itu, Alloh  ingin memurnikan kejelekan itu sehingga ia benar-benar jelek sehingga ia hancur sendirian tidak sedikitpun kebaikan yang ikut hancur.

Dan kadang kemenangan itu terlambat karena kebatilan yang diperangi oleh umat yang beriman itu belum tersingkab kedustaannya secara sempurna, sehingga kalau kalau orang-orang beriman menang kebatilan itu masih mempunyai pembela dari orang-orang yang tertipu ia belum puas dengan kerusakan dan hancurnya kebatilan itu, lalu ia masih mengakar di dalam jiwa orang-orang yang tidak bersalah yang belum menyadari permasalahan yang sebenarnya. Maka Alloh  menghendaki untuk membiarkan kebatilan sampai tersingkap secara jelas bagi manusia dan ia pergi tanpa ada yang menyayangkannya.

Dan kadang kemenangan itu terlambat karena lingkungan tidak cocok untuk menerima kebenaran, kebaikan dan keadilan yang dilaksanakan oleh umat yang beriman itu, maka kalau ia mendapatkan kemenangan ketika itu ia akan mendapat pertentangan  dari lingkungan yang tidak bisa hidup tenang bersamanya, maka permusuha terus berlangsung sampai jiwa orang-orang yang berada di sekitarnya siap menerima kebenaran yang menang dan siap menerima keberadaannya.

Oleh karena itu semua, juga karena yang lainnya yang hanya Alloh yang mengetahui, kadang kemenangan itu terlambat lalu berlipatlah pengorbanan dan berlipatlah kepedihan sedangkan Alloh  membela orang-orang yang beriman dan memberi kemenangan kepada mereka pada akhirnya nanti.

Dan kemenangan itu memiliki beban dan tanggungan ketika Alloh  telah mengijinkannya setelah memenuhi sebab-sebabnya dan membayar harganya, dan mempersiapkan kondisi sekitarnya untuk menerima dan membiarkannya, (Sesungguhnya Alloh pasti menolong orang yang menolong (agama) -Nya. Sesungguhnya Alloh benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan sholat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma`ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Alloh-lah kembali segala urusan.) Maka janji Alloh  itu kuat dan pasti terjadi yang Ia tidak akan mungkin mengingkari untuk menolong orang yang menolongNya…” (Fii Dhilalil Qur-an, tafsir surat al-hajj ayat 40)

[10] – Tentang tipuan demokrasi dan parlemen, Syaikh Abu Thilal Al Qosimi mengatakan: “Sesungguhnya kami mengetahui bahwa seluruh pemerintah yang ada sekarang ini, yang berkuasa atas kaum muslimin sama sekali tidak akan mungkin untuk mengijinkan aliran Islam manapun untuk masuk kedalam permainan partai dan permainan parlemen karena kecintaa mereka terhadap Islam dan muslimin, akan tetapi negara-negara tersebut mempunyai tujuan yang buruk yang telah diketahui oleh semua orang. Makar dan tipudaya ini telah diketahui oleh orang-orang yang berakal, akan tetapi ia akan tetap berbahaya selama pergerakan Islam tidak menyadari makar ini. Dan lebih berbahaya dan lebih mengherankan lagi adalah jika gerakan Islam ini melihat makar ini sebagai sebuah contoh penjagaan dan sebuah bagian dari pemeliharaan! Meskipun pada hakekatnya antara gerakan Islam dan negara-negara sekuler itu ada perbedaan yang sangat bertentangan – perbedaan dalam masalah keyakinan, pemahaman dan nilai pada semua tingkatan dan bidang, baik polotik, ekonomi, sosial dan militer – perbedaan ini disebabkan karena manhaj yang dibawa dan yang membentuk gerakan Islam tersebut dan manhaj yang sesuai dengan keyakinan dan keinginannya serta yang jadikan sandaran hukum pada setiap aktifitasnya adalah Islam, sedangkan Islam tidak disepakati. Sedangkan manhaj yang dibawa dan yang membentuk negara tersebut dan membentuk pemahaman serta gerakannya adalah sekulerisme. Dan sekulerisme dalam bertarung melawan gerakan Islam mengandalkan dua cara, dan dua cara ini adalah cara yang digunakan orang jahiliyah dahulu dalam menghadapi orang-orang Islam yang pertama; yaitu pemberantasan yang dilaksanakan dengan cara benturan atau dengan berusaha untuk merangkulnya masuk dalam organisasinya atau lembaganya.

Sejarahpun menjadi saksi bahwa apabila kejahiliyahan itu memiliki kekuatan yang cukup untuk mencabut Islam dan muslimin sampai akar-akarnya maka ia tidak akan ragu-ragu melakukannya untuk menjaga singgasana dan kekuasaanya. Dan jika ia tidak mampu lantaran lemah atau kepentingan yang ia inginkan maka ia memulai dengan permainan-permainan dan tipudaya, di antaranya adalah membuka kesempatan untuk masuk parlemen, dan apa yang disembunyikan itu akan cepat tersingkap kemudian digantikan dengan penjara dan hukuman mati ketika apa yang mereka inginkan telah terpenuhi, atau ketika negara itu telah memiliki kekuatan.

Dan gerakan Islam sekarang atas karunia Alloh  menjadi pengungkap hati bangsa-bangsa Islam lantaran pemikiran-pemikirannya yang telah tersebar dan telah memasuki setiap rumah sehingga keadaan ini sangat menyulitkan pemerintah untuk menghadapi atau memusnahkan gerakan Islam tersebut. Apabila kita tambahkan hal itu dengan keadaan negara-negara tersebut yang kini menjadi kian melemah dan runtuh lantaran krisis yang menimpanya, khususnya adalah krisis ekonomi yang mengakibatkan usaha penghancuran terhadap pemikiran Islam ini dilakukan dalam keadaan lemah yang tidak mungkin dilaksanakan kecuali di atas puing-puing reruntuhan negara-negara tersebut. Oleh karena itu negara-negara tersebut terpaksa mengandalkan makar dan tipuannya dalam usahanya untuk memperbudak Islam, akan tetapi dengan cara yang tenang, jauh dari kemarahan, keributan dan benturan; yaitu dengan cara mempersilahkan mereka masuk dalam lembag-lembaga resminya dengan tetap memberikan belenggu-belenggu yang cukup untuk mencegahnya agar tidak membahayakan terhadap kekuasaannya. Ini adalah sekenario yang tujuannya adalah memperbudak Islam, akan tetapi dengan cara mematikan indera orang-orang yang bersemangat itu dalam menunggu suara mayoritas, dan manakah suara mayoritas itu?!

Namun sungguh sangat disayangkan cerita tentang permainan dan sandiwara ini berulang-ulang di negara-negara Islam. Dan meskipun semua itu berakhir dengan musibah yang kebanyakan merupakam rencara dan pekerjaan intelejen Amerika dan entek-anteknya — dan contoh yang paling jelas adalah Turki dan Al Jazair — , dan sungguh sangat disayangkan lagi orang-orang yang mengaku Islam itu tidak mengambil pelajaran dari pengalaman tersebut, bahkan kami dapatkan sebagian mereka menyatakan bahwa masuk ke majlis parlemen dan perundang-undangan adalah satu-satunya jalan yang benar untuk menegakkan Islam.” (Dinukil dari majalah Nida’ul Islam)

[11] – Syaikh Usamah bercerita tentang kejadian di Torabora: “…peperangan itu adalah peperangan yang besar yang dimenangkan oleh alul iman melawan seluruh kekuatan materialis milik para penjahat dengan dalam bentuk keteguhannya dalam memegang prinsip atas ijin dan karunia Alloh. Dan akan kuceritakan penggalan cerita tersebut untuk menunjukkan sifat pengecut mereka dari satu segi dan peranan khondaq dalam melemahkan mereka dari sisi lain.

Ketika itu jumlah kami mencapai 300 orang mujahid, dan kami telah menggali seratus khondaq yang tersebar pada wilayah yang tidak lebih dari satu mil persegi, dengan rata-rata satu khondaq 3 mujahid supaya kita dapat menghindari korban personal yang besar yang diakibatkan bombardir. Semenjak serangan pertama Amerika pada tanggal 20 rojab tahun 1422 H yang bertepatan dengan 7 oktober tahun 2001 M markas-markas kami menghadapi bombardir yang sangat deras sekali, kemudian bombardir itu terus berlangsung dengan terputus-putus sampai pertengahan romadlon dan berikutnya pada pagi hari tanggal 17 romadlon terjadi bombardir yang dahsyat sekali, khususnya setelah para pemimpin Amerika yakin akan keberadaan beberapa pemimpin al-qoidah di torabora yang di antaranya adalah hamba yang faqir (Usamah), dan saudara dan mujahid Aiman Adh Dhowahiri, bombardir sangat dahsyat, tidak satu menitpun berlalu kecuali ada pesawat tempur yang melintas di atas kami baik siang atau malam, kantor komando dikosongkan dan semuanya di kerahkan bersama kekuatan-kekuatan yang bersekutu dengannya, untuk menyapu dan menghancurkan tempat yang kecil ini dan memusnahkannya dari muka bumi. Pesawat-pesawat memuntahkan timah panasnya kepada kami khususnya setelah mereka menyelesaikam kepentingan pokoknya di afghanistan. Dan tentara Amerika menghujani kami dengan bom yang cerdas, bom-bom yang memiliki ribuan artol, bom-bom cluster dan juga bom-bom pembakar goa. Dan pesawat pengebom seperti “B 52” meraung-raung di atas kami yang mana satu pesawat lebih dari 2 jam, satu kali tembakan antara 20 sampai 30 bom. Dan pesawat “C130” menghujani kami dengan bomnya. Dan juga bom-bom modern lainnya.

Namun meski bombardir yang begitu besar dan propaganda pers yang menakutkan, yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap sebuah tempat yang kecil lagi terkepung dari berbagai penjuru ini ditambahlagi dengan tentara munafiqin yang mereka bayar untuk berperang selama setengah bulan terus-menerus yang kami kalahkan semua serangan mereka setiap hari atas karunia Alloh , dan setiap kali kami pulangkan mereka dengan kekalahan dan membawa mayat-mayat dan orang-orang yang terluka, meskipun sudah begitu pasukan Amerika tidak berani memasuki tempat kami. Maka negara manakah yang lebih jelas pengecut, penakut dan kebohongannya dalam tulisan-tulisan mereka yang mengada-ada terhadap kekuatannya yang semu.

Ringkasan pertempuran; adalah kegagalan besar bagi persekutuan jahat dunia dengan segala kekuatannya melawan sekelompok kecil mujahidin, melawan 300 mujahid yang berada dalam khondaq mereka dalam wilayah 1 mil persegi pada suhu sepuluh derajad dibawah nol. Dan hasil pertempuran itu dari korban personal kira-kira enam persen — kami berharap semoga Alloh  menerima mereka sebagai syuhada’ — dan kerugian pada khondaq dua persen, dan segala puji bagi Alloh.” Sampai di sini, dinukil dari risalah beliau yang pertama untuk penduduk Irak.

[12] – Tentang pengalaman jihad afghanistan melawan uni sofiet, syaikh Abdulloh ‘Azzam berkata: “Ini adalah bukti dihadapan kalian, kekuatan terbesar di muka bumi berhadapan dengan bangsa muslim yang paling lemah di muka bumi, bangsa ini melakukan peperangan yang dahsyat selama sepuluh tahun tidak berhenti walaupun cuma sebentar. Sesungguhnya perang selama sepuluh tahun di afghanistan sama persis dengan thowaf di ka’bah. Sebagaimana thowaf selama sepuluh tahun ini tidak pernah berhenti mekipun sebentar, begitu pula jihad di afghanistan tidak berhenti walaupun cuma sebentar. Namun demikian seandainya rusia berperang melawan jerman atau prancis atau inggris berapa lama negara-negara tersebut akan mampu menghadapinya? Apakah ia akan bertahan selama satu pekan?! Namun demikian bangsa ini mampu bertahan lantaran mereka bersandar kepada robnya, lanyaran tawakal mereka kepada pencipta mereka, mereka bergerak dari lembaran-lembaran kitabNya. Ia berdiri dengan kepala tegak, jiwa yang tinggi, tidak menganggukkan kepalanya atau lehernya kecuali kepada penciptanya, ia tidak merendahkan diri kecuali kepada penciptanya, ia bukktikan kepada seluruh dunia bahwa Islam itu lebih kuat daripada seluruh penduduk bumi, dan ia buktikan bahwa seorang muslim itu orang yang paling mulia dimuka bumi ini. Demi Alloh  wahai saudar-saudaraku! Ketika aku melihat contoh yang hidup ini, pengalaman yang besar ini, peperangan-peperangan besar yang terjadi di derah hinduskus, di atas puncak pegunungan sulaiman, di atas danau harirud, al-halmandan jihun hampi-hampir orang tidak percaya bahwa ini semua adalah kejadian nyata yang terjadi atas daerah-daerah tersebut, ia mengira bahwa ini merupakan khayalan … raksasa ini telah bergerak dan bertolak dari qomqom dan tidak ada yang bisa mengembalikannya lagi, baik kekuasaan Amerika, atau kekuasaan dewan keaman. Baik kekuasaan bagi barat maupun kekuasaan siapapun.. tidak ada yang bisa membangunkan umat kecuali rentetan peluru, darah panas yang tertumpah dengan deras, para syuhada’ dan orang-orang yang terluka sepanjang perjalanan …” (Basyairun Nashri)

[13] – Tentang kemenangan-kemenangan mujahidin di chechnya dalam peperangan terkhir melawan Rusia Syaikh Abu ‘Umar As Saif berkata: “Di Chechnya atas karunia Alloh  saudara-saudara kalian mampu menimpakan kerugian yang sangat besar pada tentara Rusia dan amunisi-amunisinya. Sebuah lembaga di Rusia yaitu lembaga ibu-ibu tentara Rusia telah mengumumkan bahwa tentara Rusia tang terbunuh mencapai 11.500, dan seorang pakar polotik Rusia mengatakan bahwa jumlahnya lebih dari itu.” (Dinukil dari makalah beliau yang berjudul Haalul Ummah Al Islamiyah Wal Irhabil Mafqud, Dzul Hijjah 1423 H)

[14] – Sebuah kendaraan pengangkut yang penuh dengan bahan peledak menabrakkan dirinya pada 23 oktober tahun 1983 M tempat tinggal tentara infantri angkatan laut Amerika -mariner- dekat bandara internasional beirut, dalam ledakkan itu terbunuh 241 mariner, bob jurdan berbicara atas nama mariner tentang apa yang ia saksikan dari akibat peledaka: “Apa yang kulihat mengingatkanku dengan letusan gunung berapi ‘Helen’ di wasingthon Amerika, abu menutupi segala sesuatu sejauh pandangan mata, segala sesuatu yang terlihat adalah abu, akar-akar pepohonan nampak diantara reruntuhan, serpihan-serpihan usus bergantungan di pepohonan korma. Kami bisa melihat gedung bandara internasional beirut, sebelum terjadi peledakan kami tidak bisa melihatnya karena tempat tinggal mariner yang besar, yang berubah menjadi tumpukan setinggi satu tingkat rumah. Ketika kuperhatihan lebih serius terhadap benda yang kukira akar pohon itu ternyata ia mengalirkan cairan merah, ternyata itu adalah potongan jasad tentara mariner.” Dari acara harbu lubnan jilid 10 yang di sebarkan tv al-jaziroh pada tanggal 23/12/1421 H.

Dan serangan ini bersamaan dengan serangan lain yang menyerang tempat tinggal paratroper (tentara payung) Prancis di Beirut yang menyebabkan terbunuhnya kira-kira 50 orang.

[15] – Syaikh Usamah berkata: “Dan kami yakin bahwa Amerika jauh lebih lemah dari pada rusia, melihat dari cerita yang sampai kepada kami dari saudara-saudara kami yang berjihad di somalia, mereka sangat keheranan terhadap kelemahan tentara Amerika, mereka hanya terbunuh delapan puluh saja sudah lari pada malam gelap gulita dengan tidak meliahat sesuatupun, setelah ribut menebar propaganda penguasa dunia baru.” (wawancara dengan tv Al Jaziroh pada tahun 1418 H.)

[16] – Dalam ketetapan kantor kegiatan pers luar negeri Amerika pada 10/9/2001 M dengan judul “Keterangan Tentang Hakikat Urutan Kejadian Perang Melawan Teroris”: “25juni 1996, sebuah kendaraan pengangkur diisi dengan bom dan ditabrakkan ke tempat tinggal tentara Amerika di khobar kerajaan saudi, yang mengakibatkan terbunuhnya 19 tentera Amerika.”

[17] – Dalam ketetapan kantor kegiatan pers luar negeri Amerika yang tersebut di atas berbunyi: “Agustus 1998; para pelaku bunuh diri yang bergabung dengan Usamah bin Ladin dua kedutaan Amerika di neurobi di kenya dan darus salam di tanzania menyerang dengan mengghunakan mobil pengangkut yang diisi dengan bahan peledak.  Dua serangan itu menyebabkan terbunuhnya 213 orang dan ribuan lainnya terluka di kenya … Dan terbunuhnya 11 orang di tanzania. Kesaksian para pelaku serangan itu yang disampaikan dalam persidangan pada februari 2001 M memberikan keterangan baru usaha keres Usamah bin Ladin dan organisasi terorisnya, Al Qo’idah untuk mendapatkan senjata pemusnah masal yang berasal dari khorthum di sudan, yaitu pada akhir tahun 1993 atau akhir tahun 1994.”

[18] – Disebutkan dalam ketetapan kantor kegiatan pers luar negeri Amerika yang tersebut di atas: “Pada oktober tahun 2000; para teroris yang bergabung dengan Usamah bin Ladin menyerang kapal perang USS Cole yang merupakan bagian dari persenjataan laut Amerika di perairan Aden Yaman. Serangan itu menyebabkan terbunuhnya 18 awak kapal perang tersebut dan 42 lainnya luka-luka.”

[19] – Disebutkan dalam ketetapan kantor kegiatan pers luar negeri Amerika yang tersebut di atas: “Pada 11 september2001; Para teroris membajak 4 pesawat penumpang Amerika. Dua pesawat menabrak dua gedung WTC di kota New York yang mengakibatkan terbunuhnya sekitar 6000 orang sipil dan diantara korban terdapat rakyat 80 negara selain Amerika serikat. Adapun pesawat yang ketiga menabrak bangunan Pentagon di Wasingthon ibu kota Amerika, yang mengakibatkan terbunuhnya sekitar 180 orang. Adapun pesawat yang keempat jatuh di pensilfania yang mengakibatkan terbunuhnya seluruh penumpang yang berjumlah 38 orang dan awak pesawat 7 orang. Dan dari hasil penyelidikan terdapat hubungan antara para pembajak keempat pesawat dan Usamah bin Ladin.”

[20] – Ketua perlengkapan operasional di lembaga intelejen pusat Amerika, James Baveet menegaskan bahwa serangan 11 september tidaklah mungkin dapat dihindari. Dan dalam ceramah yang ia samapaikan di Washingthon, ia mengatakan: “Kebanyakan yang ditanyakan kepadaku adalah apa tidak mungkin serangan itu dihindari? Dan dengan menggunakan bahasa intelejen dan aku masih berada di atas mimbar, aku berusaha memuaskan; dengan melihat apa yang terjadi pada hari itu, maka sangat disayangkan jawabannya adalah; tidak!”

Wakil direktur lembaga intelejen pusat yang bertanggung jawab terhadap serangan itu menambahkan; “Kenyataannya bahwa kami — pemerintah — meskipun telah berupaya dengan apa yang kami lakukan, kami tidak mampu mengungkap data-data dasar, siapa? Dan di mana? Dan bagaimana? Dan kapan? yang dapat memberikan gambaran secara jelas tentang konspirasi ini.” (Dari tv Al Jaziroh 21/11/1423 H)

[21] – Sambungan hadits;

وَايمَ اللهِ؛ لَوْ أَنَّ‏ ‏فَاطِمَةَ بِنْتَ مُحَمَّدٍ‏ ‏سَرَقَتْ لَقَطَعْتُ يَدَهَا

“Demi Alloh seandainya Fatimah anak perempuan Muhammad mencuri, pasti kupotong tangannya.”

[22] – Imam Hamud bin ‘Uqlaa Asy Syu’aibi berkata: “Dan sebagai mana orang yang berhukum dengan hukum positif bautan manusia adalah kafir … Maka sesungguhnya orang yang membuat undang-undang tersebut juga kafir, karena dengan membuat undang-undang tersebut ia menjadi sekutu Alloh  dalam pembuatan syari’at, Alloh  berfirman;

أَمْ لَهُمْ شُرَكَآؤُاْ شَرَعُوا لَهُم مِّنَ الدِّينِ مَالَمْ يَأْذَن بِهِ اللهُ

“Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Alloh yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Alloh?” ( Asy-syuro: 21)

Dan Alloh  berfirman:

وَلاَ يُشْرِكُ فِيْ حُكْمِهِ أَحَدًا

Dan tidak ada yang menyekutuinya dalam menetaokan hukum. (Al Kahfi: 26)

Dan Alloh berfirman:

اتَّخَذُوْا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُوْنِ اللهِ

“Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Alloh,” (At Taubah: 31)

Oleh karena itu ketika Adi bin hatim mendengar ayat ini ia berkata: “Wahai Rosululloh sesungguhnya kami tidak beribadah kepada mereka!” maka beliau mengatakan:

أَلَيْسَ يُحَرِّمُوْنَ مَا أَحَلَّ اللهُ فَتُحَرِّمُوْنَهُ وَيُحِلُّوْنَ مَا حَرَّمَ اللهُ فَتُحِلُّوْنَهُ ؟

“Bukankah jika mereka mengharam pan apa yang dihalalkan Alloh  kalianpun mengharamkannya dan apabila mereka mengalalkan apa yang diharamkan Alloh  kalian juga menghalalkannya?”

Ia menjawab; “Benar.” Beliau bersabda:

فَتِلْكَ عِبَادَتُهُمْ

“Itulah ibadah mereka .” (riwayat At-Tirmidzi).

Maka jelaslah dari ayat dan hadits Adi bin Hatim ini bahwa penghalalan, pengharaman dan pensyariatan itu termasuk kekhususan Alloh . Maka barangsiapa menghalalkan atau mengharamkan atau mensyariatkan sesuatau yang bertentangan dengan syariat Alloh  maka dia adalah sekutu Alloh  dalam hal yang menjadi kekhususan Alloh.” Kemudian beliau mengatakan: “Dengan begitu maka jelaslah bahwa penguasa yang menjalankan hukum dengan selain hukum Alloh  ia telah kafir dari dua sisi; pertama dari sisi pembuatan syari’at jika dia membuat syariat, dan yang kedua dari sisi dia pelaksanaan hukum jika ia menjalankan hukum.” (fatwa pada tanggal 10/2/1422 H).

[23] – Alloh  berfirman:

وَلَن يَجْعَلَ اللهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلاً

“Dan Alloh sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk orang-orang yang beriman.” (An Nisa’: 141).

Maka pemerintah jika ia kafir maka maka para ulama’ bersepakat (ijma’) wajib memberontak dan memecatnya. Imam An-Nawawi menukil perkataan Al Qodli ‘Iyadl, beliau berkata; “Para ulama’ bersepakat kepemimpinan tidak boleh diberikan kepada orang kafir, dan jika pemimpin itu Islam lalu ia kafir maka ia harus dipecat.” (Syarah Shohih Muslim XII/229)

Adapun jika pemerintah itu fasiq dan dlolim, maka wajib memberontak dan memecatnya jika mampu. Ibnu Hajar berkata: “Ibnu At-Tin menukul perkataan Ad-Dawudi yang berbunyi: ”Para ulama’ berpendapat tentang para pemimpin yang dholim, mereka wajib dipecat jika hal itu mampu dilaksanakan dengan tanpa fitnah, namun kalau tidak bisa maka harus bersabar. Sebagian mereka berpendapat bahwa kepemimpinan itu tidak boleh diberikan kepada orang fasik. Namun jika dalam perjalanannya ia berbuat kedholiman padahal dulunya ia adil, para ulama’ berselisuh pendapat atas bolehnya memberontak mereka, dan pendapat yang benar adalah tidak memberontak, kecuali jika ia kafir maka wajib hukumnya memberontak.” (Fathul Bari: XIII/229) Al-Juwaini berkata: “Jika seorang pemimpin itu berbuat dlolim dan telah nampak jelas kedloliman dan kecurangannya, dan ia tidak menghiraukan terhadap kejahatan buruknya yang telah dilarang, maka ahlul halli wal ‘aqdi harus berusaha mencegahnya walaupun harus mengangkat senjata dan berperang.” (Ushulul I’tiqod) untuk tambahan baca makalah  yang berjudul Fashlul Kalam Fii Mas’alatil Khuruj ‘Alal Hukkam, tulisan syaikh Abdul Mun’im Musthofa Halimah.

[24] – Dia adalah musuh Alloh Abdul Aziz Alu Sa’uud.

[25] – Syaikh Usamah mengatakan: “… masalah yang lain yang diterangkan berdasarkan hadits ini, hadits ini menegaskan dengan jelas dan nyata bagi setiap muslim dan orang berakal lainnya; untuk tidak pergi ke PBB, adapun orang Islam maka secara syar’i mereka tidak boleh berhukum kepada organisasi kafir ini, namun kami juga katakan kepada orang-orang berakal lainnya selain orang Islam, agar mereka juga tidak pergi ke PBB. Lihat korea utara misalnya, apakah ada orang yang berakal meskipun ia kafir, yang pergi ke dewan peradilan padanya. Jika kami yang salah kami akan diserang dengan serangan yang menyakitkan atas nama kedustaan  yaitu “hukum internasional”, namun apabila kami yang benar, maka Amerika menggunakan hak vetonya. Maka pada dasarnya seorang muslim tidak akan berhukum dengan ke PBB karena hal itu membatalkan iman. Dan juga orang yang berakal tidak akan berhukum dengannya. Sedangkan orang-orang yang banyak bicara tentang PBB dan keputusan-keputusannya, maka mereka itu adalah orang-orang yang tidak memahami agamanya atau orang-orang yang ingin mengabaikan dan mematikan indra umat ini dengan menggantungkan harapan mereka kepada fatamorgana, kehinaan dan angan-angan, dan tidak ada daya dan upaya kecuali dengan Alloh .” (Wawancara dengan tv Al Jaziroh yang disiarkan tahun 1418 H)

[26] – Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab berkata: “Ketahuila — semoga Alloh  merahmatimu — sesungguhnya pertamakali yang diwajibkan oleh Alloh  kepada anak adam adalah kufur kepada thoghut dan beriman kepada Alloh … Adapun kufur kepada thoghut adalah; hendaknya kamu meyakini batilnya beribadah kepada selain Alloh , kau tinggalkan dan kau benci hal semacam itu, serta kau benci pelakunya dan kau musuhi mereka.” (Risalah Fii Ma’nat Thoghut)

[27] – Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisi berkata: “Tinggallah seorang muwwahid itu untuk mengetahui siapakah ulama’ yang sesat, yang membela pemerintah, yang tidur dalam pangkuannya dan menetek dari susunya. Maka dengarkanlah, semoga Alloh  menunjukkan kebenaran yang kami yakini kepadamu, dan tidak kami hiraukan celaan orang-orang yang mencela atau cercaan orang yang mencerca atau kedustaan yang dibuat-buat; yang benar adalah hendaknya mereka itu di hajr (dijauhi) tidak menuntut ilmu dari mereka dan tidak meminta fatwa kepada mereka sejak pertama. Karena ilmu ini, sebagaiman yang dikatakan oleh sebagian salaf adalah; [… agama, maka perhatikanlah dari mana kalian mengambil agama kalian.] Bahkan kewajiban kita adalah menasehati mereka dan menjauhi mereka sampai mereka kapok, dan mereka tinggalkan menjilat pemerintah, cenderung kepada mereka dan membela mereka.

Dan mereka mempunyai dua pilihan:

Pertama; menjelaskan kebenaran dan menampakkannya pada umat ini, serta menyingkap dan menelanjangi kedustaan para thoghut itu, dan ini adalah tingkatan yang tertinggi, dan tidak akan diragukan lagi hal ini akan mengakibatkan siksaan dan ujian. Akan tetapi dibalik itu adalah keberintungan dan jannah. Di dalamnya juga terdapat nasihat kepada umat dan menampakkan agama Alloh  dengan sebenar-benarnya…

Namun jika mereka tidak mampu melakukan tingkatan yang tinggi itu, maka hendaknya mereka menyingkir dari pemerintahan-pemerintahan tersebut dan jangan memberikan bantuan sedikitpun dengan cara mencampur-adukkan kebenaran dan memutar-balikkannya, dan jangan ikut-ikutan dalam memberikan pembenaran syar’i. Jika mereka (para ulama’ pemerintah itu) tetap berpegang pada pendirian mereka yang terlaknat itu, maka wajib hukumnya untuk meninggalkan mereka, tidak bermuamalah atau meminta fatwa kepada mereka, khususnya pada masalah siyasah syar’iyah, persoalan jihad dan pemerintah. Dan ini bukanlah sesuatu yang baru (mengada-ada), ini adalah manhaj salaf, berapa banyak mereka mempersoalkan periwayatan orang-orang yang menerima hadiyah dari pemerintah atau mengirim utusan kepada pemerintah. Berapa banyak mereka mencela (jarh) orang yang mendapatkan pangkat dari pemerintah. Pemerintah yang bagaimana? Hanya pemerintah dlolim, lalu bagaiman dengan para penguasa kafir, syirik dan atheis?… dan kebanyakan ulama’ tersebut berjatuhan di pangkuan para thoghut dan pemerintahannya. Maka tidaklah masuk akal kalu bertanya atau meminta fatwa kepada mereka pada masalah-masalah siyasah syar’iyah dan hukum pemerintahan atau menjadi polisi atau tentara mereka, atau masuk ke dalam parlemen mereka, dan hal-hal semacam itu. Oleh karena itu kita harus waspada terhadap fatwa-fatwa mereka dalam masalah-masalah tersebut. Ini minimal apa yang harus dilakukan oleh orang Islam terhadap mereka, lebih dari itu maka sebenarnya sebagaimana yang kami katakan sebelumnya, wajib untuk menjauhi (hajr) mereka dan majlis-majlis mereka sampai minimal mereka kapok dan meninggalkan pemerintah.” (al-kawasif al-jaliyah fii kufrid daulatis su’udiyah)

[28] – Al-‘Allaamah Abdul Qodir bin Abdul Aziz berkata: “Dan kami melihat para pemerintah yang murtad pada zaman kita ini masing-masing telah membuat kumpulan syaikh, yang memberikan kepada mereka laqob (julukan) yang berlebihan kepada mereka. Seperti ashabul fadlilah (yang mepunyai keutamaan) dan as-samaahah (yang mulia), sebagai bentuk penipuan terhadap orang awwam dan promosi terhadap kebatilan mereka lalu pemerintah memberikan kepada mereka status keimanan  dan syari’at Islam kepada mereka untuk menyesatkan orang awwam. Maka para masyayikh itu dan orang-orang yang macam itu tidak diragukan lagi atas kekafirannya dan kemurtadannya, karena Alloh  berfirman:

وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ

Dan barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. (Al-Maidah: 51)

Dan juga karena mereka ridlo dengan kekafiran serta mereka tidak mengkafirkan para pemerintah kafir yang telah ditunjukkan dalil atas kekafiran mereka.” (al-jami’ fii tholabil ‘ilmisy syriif)

[29] – Syaikh Aiman Adh Dhowahiri berkata: “…dan kelompok lainnya adalah para mufti yang mengajak untuk taat kepada para penguasa dan pada waktu yang bersamaan mereka menganggap para mujahidin itu sebagai para penyeru fitnah! Mereka memperbolehkan meminta bantuan kepada Amerika, dan menganggap tentara-tentara Amerika yang begitu banyak itu pangkalan militer mereka yang mempersempit perairan yang mencapai ratusan ribu pasukan tempur sebagai orang yang mendapatkan jaminan keamanan! Dan kami tidak tahu siapa yang percaya kepada siapa? Lalu keluarlah fatwa dari mereka fatwa bersama atas bolehnya meminta bantuan kepada tentara Amerika untuk menghadapi negara ba’ts (sosialis) irak dengan alasan dloruroh (terpaksa), bahkan mereka memberikan pembenaran syar’i terhadap keberadaan pasuka perang kafir di bumi yang paling suci umat Islam. Dan keberadaan tentara itu sampai sekarang sudah mencapai 15 tahun sejak Irak menyerah. Selama itu di irak yang terbunuh kurang lebih 1,5 juta anak akibat embargo tanpa mereka para pegawai itu berkata sepatah katapun dalam masalah ini.

Sebenarnya permasalahannya bukan meminta bantuan tentara kafir dalam menghadapi tentara Ba’ts Sadam, tapi sebenarnya adalah penjajahan terhadap kilang-kilang minyak di jazirah arab. Maka tidak ada dloruroh (keterpaksaan) untuk mendatangkan pasukan Amerika, karena sesungguhnya pasukan negara-negara Arab dan Islam cukup untuk menjaga dan membebaskan Kuwait. Akan tetapi para penguasa itu memang tidak ada kemauan, bahkan mereka itulah sebenarnya para pelaksana program inggris yang telah digambarkan kepada mereka batasan-batasannya, lalu mereka dilantik menjadi penguasa, kemudia Amerika mewarisi program inggris tersebut, maka merekalah yang berkuasa untuk memerintah dan melarang terhadap para penguasa jazirah arab bahkan seluruh dunia arab.” (Al Wala’ Wal Baro’, ‘Aqidah Manqulah Wa Waqi’ Mafqud)

[30] – Al-Qurthubi berkata dalam mentafsirkan ayat ini: “Ayat ini adalah memerintah kepada nabi untuk berpaling dari orang-orang munafiq dan untuk bersungguh-sungguh dalam berperang fii sabiilillah, meskipun tidak ada seorangpun yang membantunya.” (Al Jami’ Li Ahkamil Qur-an V/293)

[31] – Syaikh ‘Abdulloh ‘Azzam berkata dalam kitabnya Ad-Difa’ ‘An Arodlil Muslimin, setelah beliau menyebutkan dalil-dalil atas fardlu ‘ainnya jihad pada zaman kita ini: “… dari pembahasan yang lalu maka jelaslah apabila sejengkal tanah umat Islam diserang maka jihad menjadi fardlu ‘ain terhadap penduduk daerah tersebut dan orang yang dekat dengan mereka, namun jika kekuatan mereka tidak mencukupi, atau mereka meremehkannya atau bermalas-malasan, fardlu ‘ain itu meluas kepada orang-orang yang berada di sekitarnya, kemudian terus meluas secara bertahab sampai fardlu ‘ain itu mencakup seluruh penduduk bumi di barat maupun di timur. Dalam keadaan seperti ini tidak ada ijin bagi suami kepada istrinya, seorang anak kepada orang tuanya, dan orang yang punya tanggungan hutang kepad orang yang menghutanginya. Maka dengan demikian;

1- Dosa itu akan terus berada pada pundak orang Islam seluruhnya selama ada daerah yang dulu merupakan daerah Islam, masih dikuasai orang-orang kafir.

2- Dosa itu bertambah sesuai dengan kemampuan kesempatan dan kekuatan, maka dosa para ulama’, para pemimpin dan da’i yang menonjol di masyarakat mereka lebih besar dari pada orang-orang sepele dan awwam.

3- Dosa generasi kita yang meninggalkan jihad menghadapi persoalan kontemporer lebih besar daripada dosa jatuhnya daerah-daerah Islam yang lalu yang dialami generasi yang telah lalu.”

[32] – Diantara syubhat (kesamaran) yang ditebarkan orang-orang yang melemahkan semangat jihad, adalah ketika dikatakan kepada mereka: Jihad fardlu ‘ain maka wajib bagi setiap muslim berjihad untuk membebaskan negeri-negeri Islam yang terampas, mereka mengatakan bahwa jika seluruh orang Islam harus keluar untuk berjihad maka hal itu akan menghapus kehidupan di negara Islam yang lainnya.

Syaikh ‘Abdulloh ‘Azzam dalam menyanggah syubhat ini berkata: “Sebagian orang berpendapat sesungguhnya seruan untuk berjihad — sebagaimana yang dituntut Islam, yaitu seorang perempuan keluar tanpa ijin suaminya dan anak keluar tanpa ijin orang tuanya — ini sulit sekali karena banyak sebab:

1-      Sesungguhnya daerah Islam tidak akan mampu menampung sepersepulunya umat Islam.

2-      Ini akan menyebabkan tidak terpenuhinya proses tarbiyah Islamiyah yang dianggap menjadi harapan –dengan ijin Alloh  untuk menyelamatkan umat.

3-      Hal ini akan menyebabkan kosongnya daerah-daerah Islam, karena semua orang pergi untuk berjihad di Palestina atau afghanistan, dan dia meninggalkan pertahanannya terhadap komunis, sosialis dan nasionalis di negerinya.

Jawabannya adalah: jika kaum muslimin melaksanakan perintah Robb mereka untuk berjihad dalam waktu satu minggu saja di Palestina, maka Palestina akan bersih total dari orang-orang yahudi. Dan begitu pula di afghanistan permasalahan ini tidak akan berkepanjangan jika umat seluruhnya keluar berjihad, dengan demikian tidak akan kosong tempat-tempat dakwah dan tidak akan hancur rumah-rumah mereka disebabkan istri-istri mereka keluar untuk berjihad. Akan tetapi kita selalu menunggu setiap saat dan melihat kepada daerah Islam yang berada dalam kekuasaan orang-orang kafir sampai kita tercengang lalu kita sampaikan dalam khotbah yang menggebu-gebu dan air mata yang bercucuran dan ucapan-ucapan laa haula wa laa quwwata illaa billaah serta rintihan yang banyak sekali.

Sesungguhnya kita memikirkan Islam dengan pemikiran kedaerahan, pandangan kita tidak menembus batas-batas geografi yang telah digariskan dalam perjanjian saiks-beeco, atau yang di gambar oleh jhon anton inggris atau prancis.” (Ad Difa’ ‘An Arodlil Muslimin)

[33] – Lengkapnya hadits itu berbunyi:

مَا مِنْ نَبِيٍّ بَعَثَهُ اللهُ فِيْ أُمَّةٍ قَبْلِيْ إِلاَّ كَانَ لَهُ مِنْ أُمَّتِهِ ‏‏حَوَارِيُّوْنَ ‏‏وَأَصْحَابٌ، يَأْخُذُوْنَ بِسُنَّتِهِ وَيَقْتَدُوْنَ بِأَمْرِهِ، ثُمَّ إِنَّهَا تَخْلُفُ مِنْ بَعْدِهِمْ خُلُوْفٌ،‏ يَقُوْلُوْنَ مَا لاَ يَفْعَلُوْنَ، وَيَفْعَلُوْنَ مَا لاَ يُؤْمَرُوْنَ، فَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِيَدِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ، وَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِلِسَانِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ، وَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِقَلْبِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ، وَلَيْسَ وَرَاءَ ذَلِكَ مِنَ اْلإِيْمَانِ حَبَّةُ ‏خَرْدَلٍ

“Tidaklah seorang nabipun yang diutus sebelumku kecuali mempunyai sahabat pembela-pembela dari kaumnya, mereka mengambil sunnahnya dan mengikuti perintahnya. Lalu mereka digantikan oleh generasi-generasi setelah mereka, mereka mengatakan apa yang tidak mereka lakukan dan melakukan apa yang tidak diperintahkan, maka barangsiap yang berjihad melawan mereka dengan tangannya ia beriman dan barangsiapa berjihad melawan mereka dengan lisannya ia beriman dan barang siapa yang berjihad melawan mereka dengan hati mereka ia beriman dan setelah itu tidak ada lagi keimanan meskipun hanya sebesar biji sawi.”

[34] Para masyayikh mujahidin berkata : “…Allah  mendorong kaum muslimin untuk berjihad dengan harta mereka di jalan Alloh, Alloh berfirman,

وَجَاهِدُوْا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ

“…dan berjihadlah kalian dengan harta dan jiwa kalian di jalan Alloh .” (At Taubah : 41)

Ia juga berfirman :

إِنَّ اللهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ

“Sesungguhnya Alloh  telah membeli dari kaum mukminin jiwa dan harta mereka dengan menukarnya dengan jannah,” (At Taubah: 111)

Imam Ahmad dan Abu Dawud meriwayatkan dari Anas rodliyallohu ‘anhu, bahwa Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

جَاهِدُوا الْمُشْرِكِيْنَ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَيْدِيْكُمْ وَأَلْسِنَتِكُمْ

“Berjihadlah melawan orang-orang musyrik dengan harta kalian, tangan kalian dan lidah kalian.”

Hal itu disebabkan karena harta itu membunyai peran yang penting dalam jihad. Sebagaimana mengerahkan harta untuk mujahidin itu disebut jihad, maka sesungguhnya menghalangi orang kafir untuk mendapatkan harta juga merupakan jihad jika mereka memperkuat diri mereka dengan harta mereka. Bahkan yang kedua ini lebih ditekan kan dari pada yang pertama karena menolak kerusakan itu lebih diutamakan dari pada mengusahakan kemaslahatan. Dan jihad yang semacam ini juga pernah dilakukan nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam ketika mengepung bani nadlir, beliau menebang dan membakar pohon korma mereka, dan para sahabatpun melakukannya dan nabi membiarkan perbuatan mereka itu.sebagaimana Tsumamah bin Utsal yang yang tidak memberikan bahan makanan kepada orang-orang kafir Mekah. Dan contoh jihad dalam bidang ini banyak.

Dan semua orang tahu bahwa yang menjadi  penopang tentara salib Amerika dan negara kafir lainnya adalah tertumpu pada perekonomiannya, jika perekonomiannya lemah maka kekuatannya akan melemah.

Oleh karena itu kami menghimbau kepada seluruh umat Islam untuk memboikot semua produk Amerika, inggris dan negara kafir lainnyayang memerangi Islam. Dan al-hamdulillah semua produk itu ada gantinya. Dan ini adalah salah satu bentu partisipasi umat Islam dalam nenerangi musuh-musuh Alloh  pada perang salib ini dan bantuan mereka kepada saudara-saudara mereka mujahidin. Dan hal ini sangat ditekankan kepada seluruh umat Islam dalam rangka melemahkan musuh utama yang menimpakan adzab kepada umat Islam di setiap tempat. Maka seluruh umat Islam wajib untuk segera memperbaharui seruan ini dan merealisasikan pemboikotan secara menyeluruh yang telah menggoncang perekonomian Amerika selama satu tahun yang lalu berkat karunia Alloh ta’ala kemudian berkat pemboikotan yang besar terhadap produk Amerika oleh umat Islam. Dan kami ulangi seruan kami kepada umat Islam pada setiap tingkatan dan bangsa untuk terus memboikot musuh yang selalu menanti-nanti mara bahawa menimpa kita….” (dinukil dari seruan pemboikotan yang ditandatangani oleh Syaikh Asy-Syu’aibi, Al-Khudloir, Al-Jarbu’ dan al-Fahd)

[35] – Alloh  berfirman :

لاَ يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَآءَ مِن دُونِ الْمُؤْمِنِينَ وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللهِ فِي شَيْءٍ إِلآَّ أَن تَتَّقُوا مِنْهُمْ تُقَاةً وَيُحَذِّرُكُمُ اللهُ نَفْسَهُ وَإِلَى اللهِ الْمَصِيرُ

“Janganlah orang-orang mu’min mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mu’min. Barangsiapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Alloh kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Alloh memperingatkan kamu terhadap diri (siksa) Nya. Dan hanya kepada Alloh kembali (mu).” (Ali Imron: 28)

Al-Qurthubi berkata:” artinya adalah wahai orang-orang yang berimn janganlah kalian menjadikan orang-orang kafir sebagai pendukung dan pembela, kalian tolong mereka karena agama mereka, dan kaian menolong mereka terhadap umat Islam, kalian tunjukkan rahasia umat Islam kepada mereka. Sesungguhnya barangsiap yang melakukan hal itu Alloh  berlepas diri darinya, dan Alloh  berlepas diri itu artinya ia telah murtad dari Islam dan masuk kedalam kekafiran.” (Tafsir Ath Thobari V/337)

[36] – Syaikh Sulaiman bin Nashir al-Ulwan berkata:”dan orang yang memperhatikan ayat-ayat qur’an ia akan mendapatkan bahwa harta itu lebih didahulukan dari pada jiwa di semua ayat qur’an kecuali satu ayat, yaitu firmanNya:” Sesungguhnya Alloh telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.” (at-taubah : 111) hal ini menunjukkan betapa besar urusan jihad dengan harta itu. jihad dengan harta ini wajib bagi orang yang mampu sebagaimana jihad dengan badan wajib berjihad dengan badannya. Kadang pada suatu kesempatan jihad dengan harta itu lebih penting dan lebih ditekankan daripada jihad dengan jiwa, karena sesungguhnya jihad itu membutuhkan harta yang banyak, lebih-lebih pada jaman kita ini, sesungguhnya pasukan itu membutuhkan perbelanjaan yang bermacam-macam dan proyek yang banyak. Oleh karena itu Islam mensyari’atkan berbagaimacam sumber harta untuk mencapai tujuan yang besar, tugas yang agung dan kepentingan yang besar. Sumber-sumber itu dijadikan bermacam-macam, supaya harta itu terus mengaliri pada kekuatan militer dengan besar dan luas untuk memenuhi semua kebutuhannya, supaya anggaran pasukan tidak melemah, yang mana jika sumber harta ini melemah, maka akan menjadi salah satu faktor lemahnya kekuatan tentara Islam, bahkan kekalahannya. Lalu kekuatan Islam akan berkurang dan kekuatan kafir akan menguat. Hal itu tidak terbatas pada peralatan pasukan dan personalnya saja, akan tetapi hal itu akan berdampak pada eksistensi umat seluruhnya dalam menghadapi musuhnya baik yang dari dalam maupun dari luar. Oleh karena itu dalam siyasah syar’iyah dan hukum jaminan terdapat kemaslahatan manusia dalam semua urusan kehidupannya, lantaran banyaknya sumber-sumber harta untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pasukan dan tuntutan-tuntutannya. Inilah yang menjadi jaminan setelah taufiq dan petunjuk dari Alloh  ta’ala. untuk memenuhi seluruh kebutuhan umat atau pertahanannya yang kuat. Nas-nas al-qur’an dan as-sunnah sangat banyak sekali (mutawatir) yang menunjukkan atas bajibnya mengerahkan harta untuk jihad dan mujahidin, untuk menjaga keamanan dan tempat tinggal, dan untuk menyebarkan pemaham Islam dan agama yang lurus… sedang bendera-bendera jihad pada jaman ini, pada jaman teknologi, jaman senjata pemusnah masal, sumber-sumber harta mereka mengalami kemrosotan yang tajam. Dan mereka menanggung penderitaan yang besar karena sedikitnya kekuatan pasukan pada hari ini. Maka kami menghimbau untuk membantu mujahidin dan masuk dalam barisan mereka, mengerahkan harta untuk melanjutkan perjuangan mereka, menghadapi kekuatan kafir, mengangkat bendera-bendera tauhid dan memperkuat peran umat Islam dalam bidang kebudayaan di dunia. Sesungguhnya soerang muslim yang tidak menginfakkan hartanya pada tempat yang semestinya, akan menjadi makanan yang enak bagi orang-orang salib.” (Fatwa Fii Daf’iz Zakat Lil Mujahidin, tgl 26/12/1423 H)

[37] – Dan inilah yang diakui oleh para pemimpin persekutuan salibis akhir-akhir ini. Kepala pasukan penjaga perdamaian yang tergabung dalam NATO, seorang jendral jerman josh jlimeroth dalam partemuan pers di kabun pada bulan sya’ban 1424 H menyatakan: “Ancaman-ancaman teroris di kabul dan daerah-daerah lain terus meningkat, dan kami telah mendapatkan laporang yang kuat bahwa Al Qaeda dan Tholiban telah menembus ibu kota Kabul… sekarang keadaannya sangat menyedihkah. Para teroris merencanakan untuk menguasai kabul sebelum berlalu bulan-bulan yang disucikan dalam Islam … pertempuran terus meningkat di wilayah selatan dan tenggara, yang mengakibatkan krisis bagi pasukan penjaga perdamaian.”

[38] – Yaitu ketika Tartar pada tahun 699 H datang untuk menyerang Halb, sedangkan pasukan mesir menyingkir, lalu tinggallah pasukan Syam. Lalu orangpun merasa keberatan. Maka beliau mengirim surat yang mendorong umat Islam untuk berjihad dan bersabar di dalam menghadapi musuh. Beliau juga memberikan kabar gembira orang-orang beriman dengan pertolongan Alloh ta’ala dan dengan pahala yang besar bagi orang yang tetap teguh menghadapi fitnah semacam ini.

[39] – Syaikh Aiman Adh Dhowahiri berkata: “Kepada para pemuda muslim jangan lah menyia-nyiakan kesempatan ini untuk meraih kemuliaan di dunia, untuk keberuntungan di akherat, untuk menyembuhkan sakit-hati orang-orang yang beriman, menumpas kesombongan orang-orang kafir. Dan bantuan terhadap jihad ini banyak sekali bentuknya; di antaranya; mengumpulkan data tentang musuh, menyingkap para antek-anteknya, tempat tinggal mereka dan aktifitas mereka. Di antaranya; memberikan bantuan kepada mujahidin berupa harta, makanan dan tempat tinggal. Dan di antaranya; memelihara keluarga mujahidin dan orang-orang yang ditahan, memenuhi kebutuhannya, menyelesaikan permasalahan-permasalahannya serta memperhatikan anak-anak mereka. Dan di antaranya; menebarluaskan tujuan-tujuan mujahidin di kalangan saudara-saudara, kenalan-kenalan dan kerabat mereka, serta membantah syubhat antek-antek Amerika dan israil, serta menghalangi mereka dalam menyebar keputusasaan di kalangan orang-orang beriman. Dan di antaranya; membagi-bagi produk-produk mujahidin baik di bidang dakwah atau pers dan seluru bentuk pengumpulan dana untuk mereka, berdo’a untuk kebaikan mereka, do’a qunut terhadap Amerika, israil dan antek-anteknya. Dan di antaranya;menuntut ilmu yang bermanfaat dan mengenal kewajiban-kewajibannya pada jamannya, rukun-rukun juhad, kewajiban-kewajibannya dan hukum-hukumnya, lalu menyebar luaskannya di kalangan umat Islam. Dan di antaranya; mengungkap pengkhianatan pemerintah mesir, menerangkan sejauh mana ia mengabaikan hak-hak rakyatnya, penghinaannya terhadap kekayaan-kekayaannya serta menyingkap sejauh mana keinginannya dalam membanu Amerika dan israil. Dan di antaranya; menebarkan kesadaran di kalangan para penuntut ilmu khususnya karena pentingnya kedudukan mereka di tengah-tengah umat Islam dan menyeru mereka untuk berpegang teguh dengan Islam dan bergabung dengan para mujahidin….” (Surat Terbuka Untuk Umat Islam Mesir, terbitan Al Maktab Al Islami Jamaah Jihad)

Dan syaikh Sulaiman Abu Ghoits mengatakan: “Kepada setiap muslim yang menjadi penopang umat dan harapannya yang ditunggu-tunggu di setiap tempat, hendaknya mereka tidak menoleh kepada seruan-seruan orang-orang yang melemahkan semangat jihad, slogan-slogan orang-orang sekuler dan liberal yang termakan fitnah barat, sebagaiman mereka juga harus waspada supaya tidak tertsarik pada peperangan sampingan yang tidak menyerang pada kepala kafir dunua yang bewujud persekutuan Salibis-Yahudi dan jangan sampai mereka sibuk dengan urusan-urusan yang remeh karena itulah yang diinginkan musuh-musuh jihad untuk memecah belah kekuatan dan menghancurkan kerja keras. Tujuan kita jelas, strategi kitapun jelas, tidak melakuakan suatu pekerjaanpun yang tidak mengarah secara benar kepada perlawanan terhadap persekutuan salibis-yahudi. (Dinukil dari keterangan Syaikh pada tanggal 2 syawal 1423)

[40] – Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ يَجْتَمِعُ كَافِرٌ وَقَاتِلُهُ فِي النَّارِ أَبَداً

“Orang kafir itu selamanya tidak akan berkumpul dineraka dengan orang yang membunuhnya.” (HR. Muslim)

[41] – diriwayatkan bahwa Rosululloh bersabda:

اِسْتَعِيْنُوْا عَلَى قَضَاءِ حَوَائِجِكُمْ بِالْكِتْمَانِ

“Pergunakanlah kerahasiaan untuk mencapai tujuan kalian.” (HR. Ath Thobroni)

[42] – Yaitu pada hari kamis 23/9/1423 H ketika para mujahidin menabrakkan sebuah mobil yang telah dirangkai dengan bahan peledak ke sebuah hotel yang di menjadi persinggahan turis-turis Yahudi di kota mumbasa di kenya, yang mengakibatkan terbunuhnya tidak kurang dari 15 orang yahudi dan 80 orang yahudi — sebagaiman yang dinyatakan beberapa harokah Islam — serangan itu bersamaan dengan serangan roket ke sebuah pesawat Israel yang mengangkut 261 penumpang setelah lepas landas dari bandara, namun roket itu tidak mengenai sasaran.

Disebutkan dalam  sebuah majalah  di inggris di bawah judul “Gempar Di Hotel Barondiz”: “…sesungguhnya Al Qo’idah baru saja menunjukkan bahwa ia mampu menyerang di tempat-tempat yang tidak terduga, hal itu ketika pelaksanaan dua serangan bunuh diri ke sebuah hotel israil dan menembakkan sebuah roket ke sebuah pesawat israil di kenya.”

[43] – Syaikh Mujahid Umar bin Abdur Rohman dilahirkan di Al Jamaliyah Mesir pada tahun 1938 M. Beliau buta setelah berumur 10 tahun dan beliau telah hafal Al Qur’an pada umur 11 tahun lalu beliau melanjutkan ke pondok pesantren di Dimyath, beliau belajar di sana selama 4 tahun dan mendapatkan ijazah sekolah dasar Al Azhar. Lalu beliau melanjutkan ke pondok pesantern Al Manshuroh sampai beliau mendapatkan ijazah Tsanawiyah (setingkat SMU) pada tahun 1960. Lalu beliau melanjutkan kuliyah di fakultas Ushulud Din di Kairo dan beliau belajar sampai lulus pada tahun 1965, dengan nilai Summa Comlaude. Kemudia beliau diangkat sebagai imam oleh kementrian wakaf di sebuah desa di Al Fuyum, kemudian beliau mendapatkan gelar MA. Beliau bekerja sebagai seorang asisten dosen di kuliah tersebut dengan terus berkhutbah secara sukarela (tanpa digaji), hingga beliau diberhentikan dari pekerjaan beliau di kuliah tersebut pada tahun 1969. Pada akhir tahun yang sama beliau di bebaskan dari hukuman, akan tetapi beliau di pindahkan dari universitas tersebut, yang sebelumnya sebagai asisten dosen di universita tersebut ke kantor administrasi Al Azhar dengan tanpa pekerjaan. Dan tekanan itu belanjut sampai beliau di penjara pada 13/9/1970, setelah kematian musuh Alloh Jamal ‘Abdun Nashir pada bulan sebtember tahun 1970, karena beliau ketika itu berdiri di atas mimbar dan beliau mengatakan tidak boleh menyolatkannya. Beliau dipenjara selama 8 bulan dan beliau bebas pada tanggal 10/6/1971. Dan mekipun beliau mendapat tekanan setelah keluar penjara, namun hal itu tidak menghalangi beliau untuk meneruskan belajar. Sampai akhirnya beliau meraih gelar Doktor, dengan desertasi yang berjudul Mauqiful Qur-aan Min Khushuumihi Kamaa Tushowwiruhu Suurotut Taubah (Kedudukan Al-Qur’an Dari Musuh-Musuhnya Sebagaiman Yang Tergambar Dalam Surat At-Taubah) dan beliau meraih Risalah ‘Alamiyah dengan nilai Summa Comlaude, namun beliau dilarang untuk diwisuda. Larangan itu terus berlanjut sampai musim panas tahun 1973. Pada waktu itu beliau dipanggil oleh universitas dan di beritahu bahwa ada lowongan kerja di kulian wanita dan Ushulud Din, namun beliau memilih di Asyuth dan tinggal di sana 4 tahun sampai pada tahun 1977, kemudian beliau dipinjamkan ke kuliayah wanita di Riyadl sampai tahun 1980, kemudian beliau kembali ke Mesir. Dan pada bulan September 1981 beliau ditangkap, lalu beliau berhasil meloloskan diri sampai beliau tertangkap lagi pada bulan Oktober 1981, dan beliau diadili untuk perkara pembunuhan Sadat di depan pengadilan militer dan pengadilan keamanan tertinggi negara. Dan beliau bebas pada dua perkara tersebut dan keluar dari tahanan pada tanggal 2/10/1984. Beliau terus hidup dalam kondisi seperti ini, antara tekanan, pengusiran dan penjara. Beliau bersabar di atas pengorbanan, dakwah, ta’lim dan jihad. Beliau memberi nasihat kepada umat dan memngobarkan semangat para pemuda untuk menempuh jalan tauhid dan besi, sampai akhirnya perjalanan beliau berakhir di penjara Amerika, sejak tahun 1993, setelah beliau mendapat 4 tuduhan; 1) berkonspirasi dan memprofokasi untuk menggulingkan pemerintah Amerika serikat, 2) berkonspirasi dan memprofokasi untuk membunuh Husni Mubarok, 3) berkonspirasi untuk meledakkan pangkalan-pangkalan militer, 4) berkonspirasi dan merencanakan untuk mengadakan perang kota melawan Amerika Serikat. Dan beliau — semoga Alloh  membebaskan beliau — tetap bersabar dan ikhlas, semoga Alloh ta’ala membalas beliau dengan Firdaus yang tertinggi karena kesabaran dan jihad beliau.

Iklan

One Response to PANDUAN DALAM BERJIHAD II

  1. Ping-balik: PANDUAN DALAM BERJIHAD III « Dakwah Dan Jihad

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: