Ngono yo ngono, ning ojo ngono !!!

Ngono yo ngono, ning ojo ngono !!!

Begitu ya begitu, tapi mbok ya jangan begitu !!!

Bagi komunitas jawa, idiom humor dan menggeletik di atas sudah begitu kesohor. Bukan apa-apa, budaya pergaulan yang bernuansa halus dan lembut memang menuntun dan menuntut mereka untuk lembut dan alon-alon. Termasuk dalam kritik-mengkritik. Menegur dan menolak pendapat orang, ya harus lembut dan alon-alon juga.

Dalam kesempatan ini, idiom humor yang bikin gemes dan menggelitik di atas, terpaksa —nyuwun sewu— diseret kepada persoalan yang agak serius, bahkan mungkin terlalu serius. Ruwetnya, persoalan tersebut menyenggol persoalan-persoalan lain yang juga besar dan serius, dan melibatkan  banyak kalangan yang juga orang-orang besar dan serius. Yang dimaksud di sini adalah, idiom humor ini ditarik ke dalam dunia jihad (“terorisme ?”), yang sedikit banyak bersinggungan dengan dunia serius ; dakwah, tarbiyah, tashfiyah, siyasah, tathbiqus syariah ; dan tentunya melibatkan banyak aktivis Islam di masing-masing bidang tersebut.

Bila anda sepakat, idiom humor di atas kita rubah menjadi ;

“Berjihad ya berjihad, tetapi jangan BERJIHAD !!!!”.

Lho, kenapa begitu ? Mungkin, idiom inilah yang paling tepat untuk menggambarkan realita jihad fi sabilillah zaman sekarang. Begitu banyaknya silang pendapat, syubuhat, ketidak jelasan, kekaburan, ketidak mengertian dan hal-hal kurang mengenakkan lainnya. Anda bisa membayangkan, jika yang saling berdebat dan berbantahan adalah para aktivis Islam sendiri ; madrasah dakwah-tarbiyah versus madrasah jihad, madrasah tarbiyah-tashfiyah vs madrasah jihad, madrasah jihad vs madrasah jihad ; siapakah yang akan bingung ? Tentu saja, sebagian aktivis Islam dan mayoritas umat Islam yang terbatas ilmu dan pemahamannya.

Bila dalam kerangka teori, persoalan jihad —paling tidak di kalangan para aktivis, bukan di kalangan ulama— demikian rumit dan banyak silang pendapat, bagaimana dengan praktek di lapangan ? Seperti yang setiap hari bisa didengar dan dilihat, silang pendapat lebih tajam lagi. Berangkat dari keprihatinan ini, kami suguhkan di hadapan kaum muslimin sebuah risalah kecil dengan judul ” Berjihad ya berjihad, tetapi jangan BERJIHAD !!!!.”

Risalah ini bukanlah sebuah buku ilmiah yang membahas tuntas masalah jihad, dengan argumentasi rinci berdasar Al-Qur’an, Al-Sunah, ijma’ salaf maupun pendapat para ulama dari keempat madzhab. Risalah ini hanyalah sedikit obrolan, komentar dan tulisan ringan orang-orang yang memposisikan dirinya pada kutub jihad dan mujahidin. Bagi anda yang ingin mengkaji tuntas teori jihad, dipersilahkan mengkaji buku-buku fiqih para ulama salaf.

Dalam edisi perdana ini, pembaca disuguhi wacana, diajak berbicara dengan fikiran yang bening, fitrah yang lurus, jauh dari berbagai praduga dan dalam suasana emosional dari hati ke hati. Pembaca dibawa untuk mencoba menyelami landasan syariat, gaya berfikir dan perasaan orang=orang yang menempatkan dirinya dalam kutub jihad dan mujahidin.

Pembaca tentu saja bebas mengomentari, membantah, menolak mentah=mentah dan bahkan (sebagaimana harapan kami) balas berkomentar. Apapun keadaannya, yang jelas berbagai praduga dan tanda tanya besar seputar isu=isu hangat telah dipaparkan dalam edisi perdana.

Mulai dari isu dan praduga mujahidin adalah orang=orang yang ngawur, tidak punya manhaj, hanya mengambil Islam sepotong=sepotong….

Berlanjut pada realita kelemahan dan tidak adanya qudrah, baik di kalangan harakiyyin maupun umat secara umum, untuk membuka front dengan musuh….

Sampai pada realita hasil di lapangan ; jihad yang tidak profesional, lebih banyak merusak daripada memperbaiki dan membangun, percobaan sudah gagal, tidak mengambil palajaran dari masa lalu, tidak punya target yang jelas, merusak dakwah….

Dengan memahami status risalah yang tak lebih dari kumpulan selusin (12) komentar ringan ini, anda —maaf— terpaksa harus mengalah dan memaklumi, bila dalam komentar para penulisnya terdapat kata-kata celaan dan emosional. Untuk meringkas, ayat-ayat dan hadits nabawi hanya dicantumkan terjemahannya saja. Insya Allah, risalah ini akan disusul dengan komentar-komentar berikutnya.

Dan adalah suatu hal yang sangat menggembirakan, bila anda berkenan turut serta memberikan komentar.

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam.

Semoga shalawat dan salam senantiasa terlimpahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa salam, keluarga, para shahabat dan umat beliau. Amien.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: