Mereka Seharusnya Menjadi Pembela, Bukan Pencela! (Risalah Terbuka Kepada Hizbut Tahrir Indonesia) Bagian 5

Mereka hanya kritis terhadap kelompoknya !

Alangkah sedihnya saya menjumpai kenyataan bahwa setiap kelompok hanya kritis jika itu menyangkut kritik terhadap kelompoknya. Setiap menyangkut kelompoknya mereka menuntut konfirmasi, mereka menuntut hak jawab. Tapi jika menyangkut orang lain mereka cuek, dan bahkan gampang percaya. Padahal Islam mengajarkan untuk senantiasa berhati-hati dalam menerima berita. Harus jelas sumbernya adalah orang-orang yang dapat dipercaya. Inilah contohnya :

Berkaitan dengan dana HT, Baran menulis:

Para pakar dan anggota komunitas intelijen internasional berspekulasi bahwa HT didanai oleh para sponsor dari Iran, negara-negara Teluk, dan Arab Saudi. HT juga bisa jadi menerima dana dari Afganistan era Taliban. Arab Saudi diyakini mendukung publikasi HT (penerjemahan, pencetakan, dan bahkan pemilihan judul), tetapi tampaknya berhenti setelah peristiwa 11/9.  Pada akhir 1950-an bahkan ada rumor bahwa HT didanai oleh CIA. (hlm. 51).

Perhatikan penggunaan kata-kata ‘berspekulasi’, ‘bisa jadi’, ‘diyakini’, dan ‘rumor’. Semuanya menunjukkan informasi yang tidak menyakinkan. Tampaknya, Baran ingin membangun opini yang menyesatkan, seakan-akan HT didukung oleh Saudi, Taliban, Iran, atau CIA.

Kata ‘mungkin’ juga digunakan untuk mengaitkan HT Indonesia dengan Jamaah Islamiyah: “Ini terlepas dari fakta bahwa HT mungkin memiliki kaitan dengan kelompok ekstremis pro-kekerasan seperti Jamaah Islamiyah, kelompok yang bertanggungjawab atas peristiwa Bom Bali pada Oktober 2002.” (hlm. 43). Baran tidak berusaha mengklarifikasi masalah ini kepada pengurus resmi HT Indonesia. Kemungkinan HTI terkait dengan JI jelas tidak beralasan. Baran lagi-lagi menutupi kenyataan bahwa HT Indonesia dalam berbagai siaran pers, buletin, atau wawancara dengan media menyatakan ketidaksetujuannya dalam berbagai kasus bom di Indonesia yang dituduh oleh Barat sebagai hasil kerjaan Jama’ah Islamiyah.

(Artikel “Hizbut Tahrir ancaman global?”, Ust. Farid Wajdi, Jurnal Al-Waie No. 65, 1 Januari 2006)

Kita lihat, kalau kelompoknya dikatakan dekat dengan teror, dekat dengan komunis, dekat dengan Amerika/Rusia, buru-buru dan fasih mereka menjawab. Tapi kenapa ketika ucapan itu ditujukan kepada saudara-saudaranya mereka langsung percaya? Ada yang salah disini. Ketika Taliban dikatakan terkait dengan obat bius dan CIA, mereka percaya, tapi kalau kelompoknya dikatakan dapat dana dari CIA, fasih mereka membantah. Ketika kelompoknya dikatakan begini-begitu, mereka menuntut konfirmasi dan mengatakan sumber-sumbernya tidak otentik, tapi ketika ucapan itu ditujukan kepada saudaranya, mereka diam. Bahkan jelas-jelas sumber tersebut tidak memuat konfirmasi dari yang bersangkutan, tapi dipercaya dan disebar luaskan.Padahal masih satu bagian dengan tulisan itu ada pernyataan berikut :

Beberapa Catatan Kritis

Sebagaimana lazimnya, buku kajian yang dilakukan Barat tentang Islam atau kelompok Islam yang mereka tuduh radikal penuh dengan manipulasi di sana-sini. Beberapa penyakit kajian Barat tentang Islam seperti generalisasi, bias, standar ganda, data yang tidak obyektif, dan narasumber yang tidak seimbang menjadi penyebab mengapa buku ini penuh dengan kecacatan.

(Artikel “Hizbut Tahrir ancaman global?”, Ust. Farid Wajdi, Jurnal Al-Waie No. 65, 1 Januari 2006)

Apa bedanya Zeyno Baran dengan Zbigniew Brzenzki ? Apakah Zbigniew Brzenzki lebih tsiqoh dibanding Zeyno Baran? sehingga ucapannya lebih shohih. Mereka berdua sama-sama dari barat. Tuduhannya juga sama, sama-sama dituduh bentukan dan didanai CIA. Yang satu dibantah sementara yang satunya di-iya-kan. Apa yang terjadi dengan umat ini? Tulisannya Zeyno Baran tidak memuat konfirmasi dari HT demikian juga tiga kutipan diatas sama sekali TIDAK memuat konfirmasi dari syekh Usamah, Faksi-faksi Mujahidin, Al-qoidah dan Taliban.  Lantas bagaimana propaganda ini bisa disebarkan? Kutipan diatas menuntut Zeyno Baran melakukan konfirmasi ke DPP HTI, tetapi kenapa HTI tidak menelisik lebih jauh, adakah konfirmasi dari DPP Al-Qoida, DPP-Taliban, DPP Hizbul-Islam, DPP Jabhat Najati Meli dalam tulisan Karuzzaman Bustaman atau Zbigniew Brzenzki. Kalau tidak ditemui konfirmasinya, kenapa disebarkan? Siapa yang telah menyakiti saudaranya dengan lisannya? Apa yang harus saya katakan kepada mereka yang main sikat dengan informasi seperti itu. Ketika menyangkut kelompoknya, mereka mengatakan, “hati-hati kalau bicara, hati-hati kalau mengambil sumber berita, harus ada konfirmasi dari yang bersangkutan”. Tapi jika menyangkut orang lain ? tidak ada kehati-hatian itu. Laa haula walla quwwata illa billah.

Jika masih saja mencari-cari celah untuk menghindar dengan mengatakan, awalnya (sewaktu jaman Ustadz Kamal Sanasiri, awal-awal jihad tahun 81-an) memang tidak mau menerima bantuan amerika, tapi kemudian di akhir-akhir, tahun 89-90-an, penerimaan bantuan dari amerika-lah yang merubah arah peperangan. Maka jawabnya adalah : “perkataan itu DUSTA!” Inilah fatwa Syekh Abdullah Azzam di akhir tahun 80-an :

Maka berhati-hatilah dalam soal ini. Demikian pula saya tidak mau berlebih-lebihan ataupun meremehkan, saya harus menerangkan hukum apa adanya bahwa orang yang berwala’ kepada orang-orang amerika maka dia kafir….

(“Tarbiyah Jihadiyah Jilid 11”, Abdullah Azzam, hal. 72)

Adakah bangsa Afghan mau menjadi kafir, jangankan menjadi kafir, dien-nya dihinakanpun mereka tidak rela. Lagipula kemenangan dan kekalahan di medan Jihad Afghan memang terjadi silih berganti dari dimulainya Jihad hingga fase akhir Jihad. Aneh sekali kalau dikatakan dulu Mujahidin kalah terus, sampai kemudian datang bantuan amerika kemudian sontak mendadak mujahidin menang terus. Saya kuatir mereka yang mencela ini termasuk yang terkena propaganda film Rambo. Mereka pikir mujahidin kalah terus selama peperangan, baru setelah datang Rambo, mereka bisa memenangkan peperangan.

Dan kepada siapa saja yang menginginkan konfirmasi dari pihak mujahidin, inilah konfirmasi itu. Niscaya konfirmasi ini akan mematahkan dusta-dusta diatas.

Pertanyaan pertama : apa yang sebenarnya dibalik issue bantuan militer dan dana dari amerika kepada mujahidin?, pertanyaan kedua : …..

Jawaban Syekh : “Bismillahirrohmaanirrohiim. Adapun mengenai amerika; Hikmatyar pernah mendapatkan pertanyaan dari para wartawan saat ia berada di negeri tersebut (Amerika-pen.) “Berapa bantuan yang telah diberikan Amerika untuk kalian?” Ia menjawab : “Kami tidak menerima bantuan satu dolarpun dari Amerika. Senjata amerika satu-satunya yang dipakai oleh Mujahidin adalah Stinger. Sementara Arab Saudi-lah yang sebenarnya membayar semua roket Stinger tersebut, tiap satu buahnya seharga 70.000 dollar Amerika.”

(“Tarbiyah Jihadiyah Jilid 11”, Abdullah Azzam, hal. 146)

Bukankah sudah jelas diatas, tidak satu dolarpun ! dan Syekh Usamah juga mengatakan tidak satu butir peluru-pun ! Dan jawaban diatas diutarakan di amerika, dan pers amerika memutar balik jawaban tersebut. Tetapi bukankah masih ada informasi yang shohih seperti yang saya dapatkan, informasi dari pihak-pihak terkait, jadi dalam pandangan saya dusta itu dimainkan karena kebodohan. Bukankah Rosul saw. Telah mengingatkan bahwa obat ketidaktahuan adalah bertanya, lantas kenapa tidak bertanya kepada yang bersangkutan?

Sesungguhnya amerika tidak punya satu zarrahpun saham kekuasaan terhadap makhluk-makhluk Alloh…amerika tidak mempunyai satu zarrahpun saham atas pasir atau debu dari bumi Afghanistan. Amerika … Britania … Barat … tekanan Negara-negara dunia … Blok dan konspirasi politik … ini semua tidak berarti sedikitpun dihadapan sikap tawakal kepada Alloh dan rasa percaya kepada-Nya. Maka dari itu, hendaklah orang-orang yang bermaksud kembali dari luar negeri* untuk memetik buah Jihad di Afghanistan itu mengetahui, bahwa jika mereka ingin kembali maka mereka harus memulai dari titik yang sama dari titik yang menjadi permulaan jihad…hendaknya mereka memulai dari titik tersebut. Jadi jangan hanya ingin memetik keuntungan tanpa mau mengeluarkan pengorbanan.

* Syekh berbicara tentang Dzohir Syah dan antek-antek amerika lainnya. Mengenai mereka syekh Abdullah azzam dan para pimpinan jihad (syekh sayyaf) telah mengeluarkan fatwa kafirnya mereka dan halalnya darah mereka.

( “Tarbiyah Jihadiyah Jilid 3”, Abdullah Azzam, hal. 92 )

Hendaklah diperhatikan, bahwa tidak satu dolarpun, tidak satu butir pelurupun dan bahkan tidak satu butir debu-pun boleh dituntut oleh Amerika atau CIA atau Barat, seolah-olah mereka berjasa terhadap jihad Afghan ! Tidak satu berkahpun dari debu-debu yang menempel di kaki mujahidin menjadi hak Amerika. Bahkan justru Amerika kelak akan bertanggung jawab terhadap setiap tetes darah mujahidin yang tertumpah akibat adu dombanya di setiap masa.

Lantas dari jalan mana lagi kedustaan itu berasal. Kalaulah tidak diketahui asal dari kedustaan itu, lantas kenapa umat Islam menelan mentah-mentah berita yang tidak jelas sumbernya? Ibarat menyampaikan hadits  tidak jelas status dan sumbernya, langsung saja diamalkan dan diajarkan, padahal ternyata itu hadits palsu.

Sedemikian rendahkah Mujahidin ?

Inilah beberapa contoh tulisan dari orang yang minim pengetahuannya tentang mujahidin, saya ambilkan dari buku “Fakta sebenarnya tragedi 11 September” tulisan Jerry D. Gray  :

Inikah mereka para professional terlatih yang telah menyerang amerika? (hal. 40)

Usaha yang demikian tidak mungkin datang dari gua-gua pedalaman Afghanistan ! (hal. 54)

Lagi pula sebuah serangan dengan skala kompleksitas seperti ini jelas tidak mungkin dilaksanakan oleh para keturunan arab yang berasal dari balik pegunungan di Afghanistan ! (hal. 77)

Sedemikian rendah penilaian penulis tentang kemampuan mujahidin. Dari satu buku itu, hanya inilah gambarannya tentang mujahidin (pejuang afghan/arab/islam), dan mungkin demikian pula penilaian itu akan berlaku kepada “para keturunan Indonesia’ Malaysia dll” alias orang islam. Kemampuan Amerika begitu megah hingga tidak ada mujahidin yang bisa membobolnya. Kompleksitasnya begitu rumit, sehingga tidak ada orang Islam yang bisa melakukannya. Dengan kata lain Amerika tidak bisa dikalahkan oleh orang Islam ! (padahal telah nyata Amerika kalah oleh bangsa Vietnam yang notabene bukan Islam) Dan inilah satu contoh lagi tentang betapa rendahnya penilaian tentang mujahidin :

Pertama, AS tidak punya bukti pasti bahwa pelakunya muslim, apalagi Osama bin Laden. Terlebih lagi, Osama pun membantah memiliki kemampuan sehebat itu.

( “Melawan Terorisme Amerika, Wajib!” penulis : redaksi Al-Islam; Buletin Al-Islam No. 75, Rabu, 3 Oktober 2001 )

Kemampuan hebat apa yang dimaksud? Kalau hebat itu berarti lebih biadab , lebih sadis, pemerkosa, lebih culas dll, mungkin saya setuju. Tapi kalau berarti mental perangnya lebih hebat, atau kemampuan perangnya lebih hebat… saya sampaikan apa yang diucapkan oleh orang yang pernah (dan hari inipun masih) memerangi mereka langsung, yaitu orang yang dimaksud oleh tim penulis kutipan di atas,

“Wahai Manusia, janganlah kalian anggap besar mereka, janganlah kalian anggap besar amerika dan balatentaranya, sungguh demi Alloh kami telah memukul mereka berkali-kali dan mereka kalah berulangkali dan mereka adalah orang-orang yang paling pengecut ketika bertemu musuh”.

( “Taujihat Manhajiyah” : Usamah Bin Ladin )

“Kami yakin amerika jauh lebih lemah dari Rusia, kami mendengar cerita dari saudara-saudara kami yang mengikuti jihad di Somalia. Mereka menyaksikan sesuatu yang aneh, yaitu kelemahan, ketidakberdayaan dari sifat pengecut yang ada pada tentara amerika. Baru saja 80 orang mereka terbunuh, mereka sudah lari terbirit-birit di malam yang gelap gulita sambil menjerit-jerit.”

( Pernyataan Syekh Usamah Bin Ladin, Maktab Siyasi Qoidatul Jihad, 1423H )

Saya juga tidak tahu darimana tim penulis mendapatkan kesimpulan bahwa Syekh Usamah tidak punya “kemampuan sehebat itu”. Kalau yang dimaksud adalah keterbatasan diri beliau karena terisolir di Afghanistan sehingga tidak bisa melakukan penyerangan, mungkin ada benarnya. Tapi kalau yang dimaksud adalah Syekh Usamah (khususnya) dan Mujahidin (Umumnya) tidak bisa melakukan serangan hebat tersebut karena kemegahan pertahanan Amerika, maka saya minta tim penulis menunjukkan bukti kepada saya dari mana sumber kutipan tersebut. Kutipan tersebut jelas bertentangan dengan beberapa pernyataan Syekh Usamah, dan saya punya pernyataan-pernyataan tersebut.

Kepada mereka yang gamang dengan kemegahan militer amerika, kepada mereka yang mengatakan bahwa pertahanan amerika tidak mungkin ditembus. Inilah satu contoh nyata tentang orang-orang yang berbekal iman yang mampu merontokkan raksasa-raksasa dunia.

Dalam acara persidangan pertama majelis menteri-menteri (pemerintahan mujahidin) datang para wartawan dari amerika, Inggris dan dari negeri-negeri yang lain. Mereka bertanya kepada Sayyaf : “Bagaimana kalian bisa menang?” Sayyaf menjawab : “Kami bisa menang oleh karena kalian mengatakan bahwa ada dua super power, yakni Amerika dan Uni Sovyet. Sementara kami meyakini bahwa hanya ada satu super power, kekuatan paling besar di alam semesta, yakni kekuatan Robbul ‘Alamiin, dan ini kami yakini betul. Maka kekuatan Alloh telah mengalahkan Rusia. Kami bergantung kepada kekuatan besar (Alloh) dan berhasil mengalahkan kekuatan besar kalian.” Wawancara ini kemudian disiarkan dalam siaran televisi Amerika.

(“Tarbiyah Jihadiyah Jilid 11”, Abdullah Azzam, hal. 117-118)

Tidak mungkin Alloh memberikan kemenangan melalui orang-orang yang gamang dengan kekuatan musuh-musuh Alloh (sejatinya mereka tidak punya daya dan upaya). Belum pernah menghadapi apa-apa sudah mengatakan mereka (AS) adalah super power. Seolah mereka mengatakan kebenaran saat mereka berkata : “Tidak mungkin kekuatan udara, radar, angkatan darat dan laut amerika bisa ditembus, jadi serangan ini (serangan WTC misalnya) tidak mungkin dilakukan oleh orang Islam, tidak ada orang Islam yang punya kemampuan seperti itu.”  Alangkahkah sedihnya Rosul saw. mendengar ucapan ini. Ini adalah selemah-lemahnya ucapan yang menggambarkan lemahnya yang mengucapkan.

Inilah bukti keunggulan iman dibanding kekuatan dunia. Dan dengan perantaraan orang-orang seperti inilah Alloh menghinakan musuh-musuh agama-Nya, yaitu orang-orang yang tidak gamang dengan kemegahan “super power” Amerika :

Coba simaklah cerita tentang seorang laki-laki tua bernama Muhammad Umar, ikhwan-ikhwan menuturkan kisahnya kepada saya :”Suatu hari pesawat tempur musuh menyerang kami, maka kami bersembunyi ke tempat-tempat perlindungan kecuali seorang lelaki tua bernama Muhammad Umar. Ia menatap pesawat-pesawat tempur yang membombardir mujahidin dan berdo’a : “Ya Tuhanku, siapakah yang lebih besar, Engkau atau pesawat tempur itu? Siapakah yang lebih hebat, Engkau atau pesawat tempur itu?Engkau membiarkan hamba-hamba-Mu menjadi mangsa serangan pesawat-pesawat tempur itu !” Dia mengangkat kedua belah tangannya kelangit dan berbicara dengan Alloh ‘Azza wa Jalla beberapa saat melalui tauhid Uluhiyah. Tak sampai kata-katanya berakhir, mendadak pesawat tempur itu jatuh tanpa ditembak satu pelurupun. Kemudian kantor berita di Kabul menyiarkan bahwa sebuah pesawat tempur yang diawaki seorang Jendral dari Rusia jatuh.

( “Tarbiyah Jihadiyah Jilid 11”, Abdullah Azzam, hal. 95-96)

Mungkinkah ini terjadi ( Ibarat pertanyaan mungkinkah serangan WTC terjadi ) ? Pesawat tempur yang tercanggih di jamannya, dilengkapi dengan persenjataan berat, radar teknologi terbaru, kontrol yang terbaik, juga dengan pilot-pilot yang katanya terbaik di dunia, yaitu NATO atau Pakta Warsawa, di runtuhkan oleh do’a seorang manusia. Padahal kita sama-sama tahu bahwa uji kelayakan terbang dan pemeriksaan sebelum terbang bagi pesawat komersial demikian ketatnya, apalagi pesawat tempur, tidak boleh satu benda kecilpun ada di lintasannya, sehingga kemungkinan mal-function ketika take-off maupun di udara sangat kecil. Muhammad Umar bukanlah seorang sahabat, tabi’in atau tabi’it tabi’in, ia manusia biasa yang hidup sejaman dengan kita. Alloh-lah yang memberi kekuatan dan kemampuan kepada musuh-musuhnya. Dan Alloh memusnahkan kekuatan tersebut baik melalui tangan-tangan tentara-Nya maupun dengan kehendak-Nya sendiri. Ada ribuan karomah yang turun di Bumi Jihad Afghan, dan niscaya Jerry D. Gray tidak akan bisa menjelaskan misteri dibalik ribuan karomah itu. Silahkan membaca “Ayaatur Rohman fil Jihaad Afghan” jika ingin mengetahui karomah-karomah yang tidak mungkin dijelaskan oleh Jerry D. Gray. Adakah yang bisa menjelaskan ini ?

Maulana Jalaludin Haqqoni, salah seorang komandan Mujahidin Afghanistan yang cukup terkenal bercerita kepada saya, katanya : “Saya melihat banyak sekali burung-burung di bawah pesawat musuh, melindungi Mujahidin dari serangan peluru dan bom pesawat itu.”

Abdul Jabbar Niazi menceritakan juga : ia melihat seperti yang diceritakan Jalaludin Haqqoni dua kali.

Maulawi Arsalan juga bercerita sama seperti yang diceritakan Jalaludin dan Abdul Jabbar.

( “Ayaatur Rohman fil Jihaad Afghan”, Abdullah Azzam, hal 39 )

Maulawi Saelan cerita peristiwa lain : suatu ketika kami diserang musuh dengan kekuatan 120 tank, mortir dan kendaraan lain pengangkut tentara. Pertempuran sedang berlangsung, peluru dan amunisi kami habis. Terbayang oleh kami sebentar lagi akan di tawan. Hanya satu yang tersisa pada kami, yaitu : Do’a. Kami menengadah, kami memohon perlindungan-Nya. Sekejap kami dengar dentuman meriam dan bisingnya peluru menyerang musuh dari segala penjuru. Di daerah itu tak ada pasukan lain kecuali kami. “Saya yakin malaikat datang membantu”.

Arsalan bercerita lagi kepada saya : Dalam suatu perang di daerah Argun, wilayah perang berkode 23, kami berhasil membunuh 500 tentara Sovyet dan menawan 83 orang lainnya. Diantara tawanan kami Tanya : “Kenapa pasukan kalian yang begitu hebat bisa kalah, dan hanya mampu menewaskan satu orang saja dari pasukan kami?” Jawabnya : “Kalian kami lihat menunggang kuda, setiap kami tembak selalu meleset, tidak mengenai sasaran “.

( “Ayaatur Rohman fil Jihaad Afghan”, Abdullah Azzam, hal 40 )

Silahkan bertanya kepada ahli biologi kelas dunia sekalipun, adakah sejenis burung yang memiliki kecepatan terbang supersonic? Bahkan sonic atau sub-sonic pun tidak ada. Padahal kecepatan Mig bisa mencapai 3 mach (hypersonic). Adakah yang bisa menjelaskan? Atau mau kita katakan itu bantuan Amerika? Lucu sekali, amerika memberikan bantuan burung dan kuda. Karomah-karomah itu tidak turun dari langit melainkan setelah mujahidin memberikan semua yang bisa mereka berikan, keringat, airmata dan darah, hingga tidak ada lagi yang tersisa selain pertolongan-Nya.

Didalam bukunya “Dibawah Naungan Surat At-Taubah”, Syekh Abdullah Azzam menceritakan : pernah satu ketika beliau di undang oleh sekelompok kaum Sekuler di salah satu negeri Arab. Beliau di undang karena mereka ingin membantah buku Syekh Abdullah Azzam yang berjudul “Ayaatur Rohmaan Fil Jihaad Afghan”. Mereka mengatakan bahwa mereka tidak percaya tentang isi buku tersebut, isi buku tersebut tidak rasional dan tidak mungkin. Kemudian Syekh Abdullah Azzam menjawab singkat :

“Anda bisa saja tidak percaya dengan isi buku tersebut, anda boleh saja mengatakan isi buku tersebut mustahil terjadi, Tetapi anda sekalian tidak akan bisa membantah karomah terbesar yang ada di depan mata, yaitu karomah runtuhnya Rusia melalui tangan bangsa termiskin di dunia, bangsa yang sama sekali tidak diperhitungkan kekuatan angkatan bersenjatanya. Karomah ini nyata dan tak terbantahkan yaitu bangsa yang dijuluki super power dunia dihancurkan oleh bangsa terkecil di dunia.” Dan merekapun tidak bisa berbantahan lebih lama lagi.

Lantas apa yang terjadi, yang terjadi adalah seperti yang kita jumpai hari ini. Seolah-olah sebagai rasionalisasi, mereka kemudian mengatakan :”Bangsa Afghan tidak akan menang kalau tidak ada dukungan Amerika.” Dan orang Islam pun juga ikut mengatakan seperti itu, lantas apa bedanya mereka dengan orang sekuler yang diceritakan di atas?

Sementara umat Islam yang sekarang begitu gamangnya dengan kekuatan Amerika, ngeri dan takut, sehingga yang diajarkan kepada murid-muridnya adalah : “Karena Amerika adalah super power maka kita juga perlu super power untuk mengimbanginya, kita juga perlu membentuk negara super power untuk mengalahkannya.” Pelajaran ini yang diterima oleh istri saya, padahal telah nyata runtuhnya Rusia (super power dunia) ditangan bangsa termiskin di dunia. Hendaklah kita bertanya kepada diri kita sendiri, bukankah dalam pelajaran geografi yang kita kenal adalah kekuatan NATO dan Pakta Warsawa. Dan semua mengatakan kekuatan mereka berimbang. Pakta Warsawa telah diruntuhkan oleh bangsa yang dimuliakan Alloh ini (Afghan), otomatis kekuatan amerika berarti hanya setara dengan Rusia, otomatis lagi Amerika pasti dikalahkan oleh bangsa termiskin di dunia ini. Kalau memang setara kekuatan AS dengan Rusia, berarti perhitungan matematis-nya, lama peperangan di Afghanistan melawan AS akan sama dengan lama peperangan melawan Rusia, yakni 8~10 tahun.

Ucapan tidak mungkin pertahanan Amerika di tembus oleh orang Islam, atau seperti Jerry D. Gray : oleh orang-orang dari gua-gua pedalaman Afghan, adalah ucapan lama yang telah termentahkan (kalau boleh saya bilang ucapan “basi banget”). Dahulu ketika Jihad Afghan, yang berbarokah itu, dimulai dengan tongkat, batu dan sepucuk revolver hasil rampasan dari tentara komunis Afghan, semua orang mengatakan :”Kalian tidak akan mungkin mengalahkan Rusia, hanya amerika yang mampu mengimbanginya.” Dan kemudian setelah Sovyet runtuh dan terhinakan dibawah telapak kaki berdebu Mujahidin Afghan (bahkan ketika penarikan pasukan sovyet mujahidin tetap menggempur mereka habis-habisan karena mereka tidak terikat dengan perjanjian apapun) mereka ternganga melihat kenyataan tersebut. Seperti sekelumit ucapan Syekh Usamah berikut :

“Dengan kelengkapan yang sedikit, beberapa buah RPG, beberapa buah ranjau darat, beberapa buah Kalashinkov mereka berhasil menghapuskan cerita tentang Rusia yang dipercayai oleh semua manusia dan juga menghancurkan senjata-senjata militer mereka. Maka hilanglah apa yang dinamakan SUPER POWER dari ingatan kita.”

(Pernyataan Syekh Usamah bin Ladin, Maktab Siyasi Qoidatul Jihad, 1423H)

Maka demikian pula yang hari ini mengatakan demikian, kelak mereka akan menelan kembali ucapannya.

Tolong direnungkan sekelumit kisah berikut :

Pernah satu ketika saya melemparkan pertanyaan kepada para mahasiswa sebuah perguruan tinggi tempat saya mengajar : “mana yang lebih kuat antara amerika atau Robbul ‘Alamin?” Lalu para mahasiswa tadi menjawab : “Ustadz, pertanyaan semacam ini tidak akan pernah ditanyakan oleh orang yang beriman.” Kemudian mereka saya Tanya : “apakah kalian percaya bahwa Alloh ‘azza wa jalla lebih kuat dari amerika? Apakah kalian betul-betul yakin bahwa Robbul ‘Izzati (Tuhan yang Maha Perkasa) lebih kuat dari rudal-rudal dan armada-armada tentaranya?” Mereka menjawab serentak : “Itu tak diragukan lagi.” Lalu saya katakan kepada mereka : “Demi Alloh, andaikan negeri-negeri islam percaya bahwa Alloh ‘Azza wa Jalla lebih kuat daripada Israil, maka kita tidak akan pernah mengalami kekalahan di semua medan kehidupan kita. Kita tidak akan kembali menelan kehinaan, penyesalan dan kerendahan dalam setiap aspek kehidupan … sekiranya kita meyakini bahwa Alloh swt. lebih tinggi, lebih agung dan lebih besar daripada Israil, maka kita tidak akan terjerumus lagi ke dalam lembah kehinaan seperti yang pernah menimpa kita.

Sekarang siapa yang lebih kuat, Alloh swt. atau Rusia? Mana yang lebih kuat, Alloh atau Amerika?”

( “Tarbiyah Jihadiyah Jilid 3”, Abdullah Azzam, hal. 87-88 )

Adakah yang lucu dari cerita diatas? Ternyata cerita diatas adalah mengenai diri kita. Kalau kita ditanya seperti diatas, pasti sambil cengar-cengir kita menjawab : “ustadz bercanda ya… pertanyaan seperti itu kok ditanyakan kepada orang beriman (aktivis lagi), ya pasti jawabnya lebih kuat Alloh.” Maka kenyataannya adalah seperti ucapan syekh Abdullah Azzam yang ringkas : “…, maka kita tidak akan pernah mengalami kekalahan di semua medan kehidupan kita. Kita tidak akan kembali menelan kehinaan, penyesalan dan kerendahan dalam setiap aspek kehidupan.” Bukankah kita hari ini sedang mengalami kekalahan dan kehinaan di semua lini, kecuali sedikit orang yang dirahmati Alloh, hari ini kita sedang merasakan pahitnya kerendahan dan penyesalan di semua segi kehidupan. Kenapa? Karena jawaban keyakinan bahwa Alloh lebih kuat dari Amerika hanya di mulut, tidak sampai dihati dan di amal. Keyakinan itu hanya berhenti di kepalan tangan dan di teriakan mulut, tidak mengalir bersama aliran darah kita. Apakah kalau kita ditanya : “lebih kuat mana amerika dengan Alloh?” lantas kita jawab : “Pasti lebih kuat Alloh”, kemudian sekonyong-konyong keadaan berubah. Atau saat kita berdemo sambil teriak dan mengepalkan tangan : “ganyang Amerika, amerika penjahat dsb” lantas keadaan langsung berubah? Apakah dengan kata-kata, teriakan dan kepalan tangan lantas keadaan berubah? Tidaklah Alloh menurunkan pertolongannya hingga kita membuktikannya dengan amal, tauhid uluhiyah adalah dengan amal. Tidaklah Alloh memberikan kemenangan melainkan hanya kepada orang-orang yang telah terbukti aqidahnya, telah terbukti tauhidnya dengan perantaraan air mata, keringat dan darahnya. Tidaklah Alloh memberikan kemenangan kepada orang-orang yang gamang dengan kekuatan amerika atau raksasa-raksasa dunia lainnya. Alloh tidak akan memberikan kemenangan kepada orang-orang yang takut kepada amerika, silau dengan kemegahan militer amerika. Hingga Alloh melihat kepada hambanya, bahwa hamba-Nya ini telah memberikan segala sesuatu yang dia punya dalam peperangan yang nyata ini karena tidak rela Robb-Nya direndahkan oleh makhluk jahat dan fasik yang hina (amerika), saat itulah Dia melihat bukti bahwa hamba-Nya ini layak mendapatkan satu dari dua kemenangan. Sementara hari ini kita menjumpai ada segolongan manusia (di Afghanistan) yang membuktikan tauhid uluhiyah dengan amal, air mata, keringat dan darah, tetapi segolongan umat islam lainnya malah mencela, padahal mereka seharusnya menjadi pembela. Alloh jua sebaik-baik pemberi keputusan.

Maka barangsiapa yang memutuskan untuk tidak ikut serta bersama mujahidin dalam jihad melawan kufur international saat ini, dan mereka juga tidak ikut serta dalam barisan yahudi dan nasrani dalam memerangi mujahidin, maka minimal yang dituntut darinya adalah diam dan menahan lisannya serta tidak berbuat jahat terhadap kami.

(Pernyataan “Maktab Siyasi Al-Qoidatul Jihad” tgl 7 Rojab 1423 H / 10 September 2002 M)

Kepada mereka yang ikut-ikutan mengatakan ini, silahkan lihat ke medan-medan pertempuran, justru disanalah golongan terbaik umat ini berada. Disanalah orang-orang cerdas dan pilihan dari umat ini berada. Mereka berkumpul dan bersama-sama membela dien ini. Apakah Alloh demikian lemah sehingga para tentaranya adalah sekelompok orang bodoh? Apakah tentara-tentara Alloh itu hanya orang-orang terbodoh dari umat ini? Bahkan karena sangat lemahnya, tentara-tentara-Nya lebih bodoh dari musuh-musuh-Nya !!! Laa Haula wala Quwwata illa billah.

Keutamaan para pimpinan jihad telah disebutkan di atas. Sementara Ayman Al-zawahiri adalah orang cerdas dengan gelar doctor ! Syekh Sulaiman Abu Ghoits adalah penyandang gelar doctor. Syekh Usamah adalah ahli ekonomi dan bisnis terkemuka, usahanya maju dengan pesat di bidangnya. Ada banyak hafidz dikalangan mujahidin. Bahkan bukan hanya hafidz qur’an, yang hafal shohih bukhori-muslim juga ada. Hingga kitab-kitab semacam riyadus sholihin juga ada yang hafal. Tentu tidak semuanya memiliki kemampuan seperti itu. Tetapi disanalah justru berkumpul golongan terbaik dari umat ini dengan keunggulan masing-masing dan saling mengisi.

“Wahai saudara-saudaraku !!! kamu membawa panji-panji saudara-saudaramu yang telah mempersembahkan nyawa-nyawa mereka kepada Alloh. Mereka adalah panji : Riyadh Al-Hajiri, Abdul Aziz Mu’thimu, Muslih Ash Shahroni, dan Kholid Said. Siapakah Kholid Said? Beliau adalah seorang yang hafal Quran kemudian mempersembahkan nyawanya di jalan Alloh. Dan siapakah Abdul Aziz Al-Mu’thim? Beliau adalah seseorang yang telah mencurahkan segala hartanya demi untuk menegakkan agama Alloh. Beliau juga telah membelanjakan hartanya untuk membantu saudara-saudaranya di seluruh dunia. Dan siapakah Muslih? ….”

(Pernyataan Syekh Usamah bin Ladin, Maktab Siyasi Qoidatul Jihad, 1423H)

Apakah ada yang masih lemah iman dan amalnya? Syekh Abdullah Azzam telah banyak menjelaskan yang kira-kira seperti ini : Jihad afghan adalah jihad sebuah bangsa, bukan sebuah harokah. Disana berkumpul orang-orang utama, orang-orang baik, orang-orang lemah, orang-orang fajir dsb. Kita tidak bisa mengharapkan semuanya baik seperti jika kita berkumpul dengan harokah kita, yang kemudian kita merasa inilah golongan pilihan. Ada yang lemah ada yang kuat, ada yang mukhsin dan ada juga yang fajir sebagai konsekuensi/keumuman sebuah bangsa.

…Dan ini tidak terdapat pada masyarakat Afghan. Mengapa demikian? Oleh karena bangsa Afghan adalah seperti bangsa lain pada umumnya, dalam masyarakat mereka juga terdapat segala macam aib/cela. Namun beda antara kita dengan mereka adalah : mereka adalah bangsa yang menolak kehinaan pada diennya, dan menolak dihinakan (oleh musuh-musuhnya). Sedangkan kita adalah bangsa yang memiliki banyak cela dan rela dihinakan oleh musuh-musuh kita. Mereka menolak membayar berbagai upeti kepada orang-orang kafir lantaran (menjaga) izzah, kemuliaan dan kehormatannya, sedangkan kita melakukannya. Inilah perbedaan antara kita dengan mereka. Maka janganlah kalian ukur diri kalian dengan bangsa Afghan; atau mengukur bangsa Afghan dengan diri kalian.

(“Tarbiyah Jihadiyah Jilid 8”, Abdullah Azzam, hal. 88)

Kemudian ada yang mengatakan aqidah mereka belum lurus, harus dibina lebih dulu. Aqidah yang mana yang dimaksud? Jika kita mau mencari kepada fatwa-fatwa ulama, kita akan mendapati, jika tidak ada sekelompok muslim yang baik yang melawan musuh yang ingin memusnahkan agama ini, maka kehadiran muslim yang fajir yang menolak musuh adalah lebih utama.

Jangan saudara katakan saya emosional atau terlalu bersemangat. Ini Fatwa Fiqhiyah ! Beritahukan kepada sekalian manusia, pecandu ganja yang menghisap ganja di Afghanistan dan melalui kedua tangannya Alloh menghinakan orang kafir merah, ia lebih utama daripada orang yang melakukan ibadah di rumah-Nya atau di tempat mana saja dipermukaan bumi ini.

( “Dibawah Naungan Surat At-Taubah”, Dr. Abdullah Azzam, hal. 253-254. )

Apakah Amerika bukan termasuk golongan fasik?

Saya tahu apa artinya dokumen (sebagaimana disebutkan diatas) yang dianggap sebagai bukti, tetapi saya juga tahu apa artinya dokumen yang diterbitkan amerika? Rata-rata kebohongan besar ! Adakah yang mengatakan bahwa dokumen “Maping The Global Future 2020” yang diterbitkan oleh NIC (Amerika), tentang karakter daulah khilafah yang bengis, adalah kebenaran? Bukankah Ust. Farid Wajdi sendiri yang membantah dokumen itu dalam acara dialog “Forum Diskusi Prapatan” dengan Eky Syahrudin dan Reza Syihbudi di hotel Sahid Jaya Jakarta? Lantas apa bedanya dokumen resmi yang ini dengan yang itu. Apakah karena yang itu telah terjadi dan yang ini belum terjadi. Lantas bagaimana dengan dokumen CIA (yang telah terjadi) tentang foto-foto satelit lokasi senjata pemusnah massal irak. Adakah yang mengatakan bahwa dokumen yang diterbitkan oleh CIA tentang foto-foto satelit lokasi senjata pemusnah massal di Irak adalah kebenaran? Bahkan hari ini seluruh dunia turut membantah dokumen itu. Masih perlukah contoh dokumen dusta amerika? Mengutip apa yang dikatakan Syekh Usamah dalam wawancaranya dengan John Miller “Mengapa kami harus percaya kepada Amerika?”

Alloh mengingatkan umat islam melalui firman-Nya :

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” ( TQS Al-Hujurot : 6 )

Bagaimanakah tafsir ayat diatas saat ini? Apakah amerika bukan termasuk golongan fasik? Lantas kenapa informasi mereka ditelan mentah-mentah? Apakah karena berlabel dokumen resmi? Bahkan amerika menganeksasi irak berdasarkan dokumen resmi !!! Haruskah kita percaya kepada dokumen “resmi” amerika tentang pembelian bahan nuklir irak dari Nigeria? Ataukah amerika telah naik status-nya menjadi bukan golongan fasik?

Tapi saya ternyata mendapati tafsir yang lebih aktual dijaman ini. Ayat itu ditafsirkan menjadi : Hai orang-orang beriman, jika datang orang fasik membawa berita tentang golonganmu/kelompokmu/ harokahmu, maka selidikilah, jika bukan tentang golonganmu/kelompokmu/harokahmu maka terimalah. Alangkah berdukanya rosul jika mendapati jaman ini. Jika menyangkut kelompoknya maka direvisi, ditolak, diselidiki dsb. Tapi kalau tentang orang lain main sikat diterima, malah disebarkan. Saya tidak tahu kenapa, mungkin supaya orang lain tidak dapat pengikut. Wallohu a’lam.

Mukholafah Li Ats-tsiqoh

Sebagaimana kita tahu  para imam penulis hadits begitu ketatnya menyeleksi semua berita tentang riwayat dari rosul. Semua orang diteliti ke-tsiqohannya hingga diputuskan apakah ucapannya bisa diterima atau tidak. Lantas saya ingin bertanya, sesuatu yang sederhana, lebih tsiqoh mana syekh Usamah dengan Zbigniew Brzenzki?  Dalam ilmu hadits ada yang disebut Mukholafah Li Ats-tsiqoh (menyelisishi perawi yang lebih tsiqoh). Jika satu hadits terkategori hadits Syadz (yaitu hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang tsiqoh tetapi bertentangan dengan perawi yang lebih tsiqoh karena sesuatu sebab) maka hukumnya tertolak. Kalau hadits Syadz saja tertolak, padahal perawinya jelas diketahui tsiqoh, lantas bagaimana dengan riwayat dari orang yang tidak tsiqoh sama sekali? Karena apa…karena saya yakin Zbigniew Brzenzki sama sekali tidak tsiqoh !!! Apalagi jelas-jelas menyelisihi ucapan dari Syekh Usamah sendiri. Lebih Shohih mana informasinya dr. Muhammad Abbas atau Karuzzaman Bustaman? Karena dua informasi ini bertentangan, maka hanya satu yang benar !!! yang lain dusta !!! Maka bertaubat adalah kewajiban bagi mereka yang menyebarkan kedustaan!

Bersambung ke bagian 6…..
sumber:klik disini
Oleh : Sam Fadil A
Jl. Dago Asri III no. J2, Komp. Istana Dago, Bandung
Email : fadil.ar@gmail.com
0818220921 / 08886046959

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: