FREEMASONRY DI ASIA TENGGARA

OLEH: ABDULLAH PATANI
TAMBAHAN OLEH: IBNU MANSOER
TAMBAHAN AKHIR OLEH: AGOENG PRABOWO
First PDF online edition, 2008
http://www.akhirzaman.info
http://www.attestantofthetruth.wordpress.com
DILENGKAPI OLEH: IBNU MANSOER BIN ABDULLAH
PUBLIKASI PERTAMA OLEH: HAJI ALI BIN HAJI SULONG
JUDUL ASLI: FREEMASONRY DI ASIA TENGGARA,
PENGARANG: ABDULLAH PATANI, 1400 HIJRIYAH,
PENERBIT: HAJI ALI BIN HAJI SULONG PRESS THAILAND
JUDUL EDISI REVISI: TIPUDAYA FREEMASONRY DI ASEAN
PENYUNTING: IBNU MANSOER, 1414 HIJRIYAH
Edisi digital ini terselenggara atas kerjasama:
Soelfan1 [Http://www.akhirzaman.info/] & Agoeng Prabowo2
[Http://attestantofthetruth.wordpress.com/], 1429 Hijriyah
ANTI©COPYRIGHT, 2008. Digital Online Edition By Soelfan-Agoeng
Siapapun berhak menyalin dan memperbanyak e-book ini tanpa
pemberitahuan kepada ahli waris almarhum penulis maupun pada
siapapun, hanya mohon niatkanlah untuk Alloh, dan sebarkanlah
pada siapa saja yang merasa gelisah dengan keadaan dunia sekarang
ini. Dilarang keras menarik biaya apapun dari e-book ini dalam
bentuk apapun dan dengan cara apapun, karena bertentangan dengan
amanah penulis dan penerbit aslinya. Semoga bermanfaat.
BUAT MEREKA YANG MEMUSUHI YAHUDI DAN
ANTEK-ANTEKNYA SAMPAI KIAMAT
DAFTAR ISI
Pengantar dari Penulis Pertama dan Penyunting…
Mukadimah…
Apa Freemasonry Itu…
Apa Aksi Freemasonry?…
Freemasonry dan Islam…
Suara-suara Sumbang…
Sepintas Tentang Plotisme…
Meniru Azas Freemasonry…
Mereka Berusaha Menghancurkan Islam…
Kasus di Turki…
Kasus di Mesir…
Kisah Singkat Freemasonry di Kawasan Asia Tenggara…
Apa yang Mereka Lakukan?…
Thailand…
Malaysia…
Burma (Myanmar)…
Filipina…
Singapura…
Indonesia…
Penutup…
Apa yang Harus Dilakukan…
Daftar Rujukan Indeks…
PENGANTAR
Dari Penulis Pertama dan Penyunting3
Ketika risalah kecil ini sampai ke tangan saya, yang pertama sekali
yang saya fikirkan adalah bahwa tulisan ini singkat dan ada kesan
tergesa-gesa. Namun saya memahaminya, sebab, menulis tentang
masalah Gerakan Freemasonry, terutama kalau menceritakan kiprah
mereka di kawasan Asia Tenggara yang merupakan “proyek besar
penghancuran gerakan ini”, memang riskan dan cukup berbahaya.
Apalagi, kiprah mereka di Asia Tenggara masih torgolong baru, yang
telah berlangsung sekitar dua abad sejak bangsa Belanda masih
menjajah Indonesia. Itulah sebabnya begitu selesai membacanya
timbul keinginan untuk menyempurnakannya, sekadar menambahnambah
di sana-sini mana yang perlu.
Memang, telah banyak ditulis orang tentang Gerakan Freemasonry di
luar kawasan Asia Tenggara. Tetapi memang belum ada Penulis yang
menguraikannya mengenai kiprah gerakan tersebut di kawasan
tersebut.4 Padahal, Gerakan Freemasonry yang dikenal dengan nama
Masuniyah (dalam bahasa Arab), Masunik (bahasa Urdu),
Freemasonry (bahasa Inggris), Vrijmetselarij (bahasa Belanda),
France Masonneri (bahasa Perancis), ini telah merasuk dan memang
sengaja dibawa oleh kaum penjajah, jauh sebelum terjadi Perang
Dunia I.
Maka, inilah risalah kecil, yang ditulis oleh saudara seiman, Abdullah
Patani, seorang Muslim yang berasal dari kawasan Patani (Thailand
bagian Selatan) pada tahun 1939. Ia mengecap bangku sekolah di Jala
(Thailand Selatan), dan selama enam tahun ia mendalami dan
mengkaji ilmu-ilmu keislaman di Pesantren Bangil (Jawa Timur-
Indonesia). Abdullah Patani melanjutkan studinya di Saudi Arabia. Ia
kemudian bermukim di Saudi Arabia setelah menyelesaikan
perguruan tingginya.
Maksud penulisan risalah ini tidak lain adalah agar kita waspada,
serta dianjurkan memperkuat diri dengan aqidah, agar jangan sampai
terkena atau diracuni oleh Gerakan Freemasonry. Sebab, Gerakan
Freemasonry selalu bermaksud menghancurkan generasi muda Islam
dengan program sekularismenya. Oleh karena itu, perkuatlah dada
mereka dengan ajaran Al-Qur’an dan As Sunnah, sehingga dengan
demikian gerak generasi kita itu sesuai dengan petunjuk Allah
Subhanahu wa Ta’ala dan RasulNya.
Risalah kecil ini dilengkapi oleh Ibnu Mansoer bin Abdullah Goeci,
seseorang yang membenci kemunkaran, seperti kemungkaran yang
dilakukan oleh Gerakan Freemasonry. Allah Subhanahu Wa Ta’ala
berfirman:
“Dan mereka tetap berusaha memerangimu sampai mereka dapat
memalingkan kamu dari agamamu, jika mereka inginkan. Dan
siapa saja di antara kamu yang berpaling dari agamanya lalu ia
mati sedangkan ia dalam kekafirannya, maka gugurlah semua
amalnya di dunia dan akhirat, dan mereka itu ahli jahanam dan
kekal di sana.” (QS Al-Baqarah 217).
“Dan jika dikatakan kepada mereka: Janganlah kamu berbuat
kerusakan di muka bumi. Mereka menjawab: Kami tidak demikian,
melainkan kami ini adalah orang-orang yang mencintai kedamaian.
Ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka itulah pelaku kerusakan,
tetapi mereka tidak mau tahu.” (QS Al- Baqarah 11-12).
Ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka itu, Gerakan Freemasonry,
adalah musuh-musuh Islam yang berusaha menghancurkan Islam
dengan segala daya dan dana, serta dengan 1001 macam tipudaya.
Ketika mereka mendapatkan kekuatan, misalnya ada salah seorang
anggotanya yang menjadi pemimpin sebuah negara, maka mereka
memaksa umat Islam untuk menanggalkan keIslamannya.
Dalam kitab risalah ini hanya akan diuraikan secara sepintas tentang
perkembangan dan pertumbuhan Gerakan Freemasonry di kawasan
Asia Tenggara. Namun bagi yang menginginkan keterangan tentang
apa sesungguhnya Gerakan Freemasonry itu, maka kuanjurkan agar
mereka membaca kitab-kitab di bawah ini: 5
1). “Al Masuniyah,” oleh Muhammad Safwat dan As Saqa Amini,
terbitan Rabithah Alam Islami (Makkah Al Mukaramah).
2). Dua buku lainnya, yaitu “Al Masuniyah” dan “Islam Sharan
Tahlukah,” yang disusun oleh Jenderal Jawwad Ri’vat As Tilkhan.
Oleh karena itu, kami tulis risalah kecil dan singkat ini agar kiranya
bermanfaat bagi saudara seiman di seluruh kawasan Asia Tenggara.
Semoga tulisan ini dapat meneruskan amaliah bagi Haji Ali bin Haji
Sulong, seorang Muslim Thailand suku Patani, yang dibunuh secara
kejam oleh pemerintah Thailand dengan cara menjatuhkan beliau dari
pesawat terbang.6
Madinah Al Munawarah,
1 Muharram 1400-(1414) Hijrah
Abdullah Patani
Ibnu Mansoer Abdullah
MUKADIMAH
Menulis tentang Freemasonry di kawasan Asia Tenggara memang
sulit. Di samping memang sukar mendapatkan bahan-bahan dan
bukti-bukti tentang kiprah gerakan ini dengan rencana-rencana
rahasianya juga, kebanyakan anggota mereka sebagian besar terdiri
dari orang-orang terkemuka. Misalnya, ada yang berkedudukan
menteri, gubernur, rektor perguruan tinggi, anggota MPR dan DPR,
komisaris, direktur perusahaan dan bank, pimpinan terkemuka
yayasan sosial, tokoh buruh, wartawan, jenderal militer dari ketiga
angkatan dan kepolisian (darat, laut, udara dan kepolisian), hakim,
penyair, tokoh agama, ekonom, seniman, dan tokoh masyarakat
lainnya. Banyak anggota perkumpulan Gerakan Freemasonry beserta
bentuk-bentuk lainnya dari gerakan ini merupakan tokoh-tokoh
terkemuka yang tingkat keilmuan, kebudayaan, moral dan agamanya
tidak perlu dipersoalkan maupun diragukan kejujuran niat mereka.
Bahkan niat baik dan sikap ikhlas mereka terhadap kepentingan
tempat mereka berada dan agama mereka tidak perlu kita menutup
mata dan mengingkari kenyataan tersebut. 7
Dengan sikap-sikap yang demikian, anggota-anggota gerakan tersebut
bekerja demi kepentingan gerakan ini tanpa menyadari tujuan-tujuan
rahasia yang justru ingin mengarahkan, merekayasa, untuk kemudian
menghancurkan semua yang ada. Sekalipun faktanya demikian, yaitu
banyaknya tokoh-tokoh terkemuka yang terlibat, namun bukan berarti
kita dapat memaafkan, mengesahkan dan otomatis membiarkan
gerakan tersebut merealisasikan tujuan-tujuan kejinya.
Tetapi mengapa banyak anggota gerakan ini yang tidak menyadari,
bahkan menyangkal adanya tujuan-tujuan yang sangat rahasia,
terkoordinasi dengan rapi dari Gerakan Freemasonry itu? Jangan
heran bila ada di antara mereka yang telah berkiprah di sana selama
lebih dari 40 tahun pada salah satu anak cabang dari Gerakan
Freemasonry itu. Sebabnya adalah bahwa dalam melakukan kegiatan
apapun, gerakan ini menempuh cara-cara yang sah, menghindari
kecurigaan masyarakat dan negara serta berusaha memuaskan
keberadaan anggotanya di dalam gerakan tersebut.8 Padahal, selama
gerakan ini melangsungkan kegiatannya, sesungguhnya betapa
banyak perubahan angin politik yang menguntungkan keberadaan
Yahudi, terjadi kekacauan dan kehancuran perekonomian,
kemerosotan sosial yang tiada terperikan, rusaknya hadlarah dan
madaniyah (kebudayaan dan kemasyarakatan) Islam, serta
merosotnya perilaku dan tingkatan berpikir umat. Tetapi aktifitas
mencolok yang mereka lakukan adalah mewujudkan adanya
perdamaian, bahkan memunculkan perasaan harus menerima
keberadaan negara Israel, serta mengajak orang-orang untuk bersatu
dengan kaum Zionis.
Memang terkadang mereka memprotes kelakukan Zionisme dan
agresi Israel dalam semua peperangan yang telah mereka lakukan
terhadap kaum Muslimin di dunia Arab sejak tahun 1948 sampai
1973, yang berlanjut sampai sekarang. Mereka katakan pula bahwa
protes ini juga dilakukan oleh anak-anak cabang gerakan tersebut di
seluruh dunia. Tetapi dalam kenyataannya, protes tersebut tidak
pernah terdengar dari dahulu sampai sekarang. Yang justru terjadi
adalah bahwa gerakan tersebut mempersilakan masuknya Zionisme
dan melakukan pertukaran kunjungan serta saling mengadakan
pertemuan antar cabang di berbagai negeri Islam. Hal itu lebih
mencolok lagi setelah berlangsungnya tahun yang sial, semenjak
ditandatanganinya perjanjian Camp David oleh Anwar Saddat-Begin
di Amerika Serikat.
Mana pula protes mereka ketika serdadu-serdadu Israel dan kakitangannya
membantai anak-anak sekolah di Bahrul-Baqar, buruh
pabrik Abu Za’bal, penduduk Palestina di daerah Tepi Barat dan Jalur
Gaza, pembantaian keji Shabra dan Chatila, penyerbuan mereka
terhadap kaum muslimin Libanon, pencaplokan daerah Quds
(Yerusalem), Dataran Tinggi Golan, pemboman instalasi nuklir Irak
dan markas PLO di Tunisia, serta pembunuhan tokoh-tokoh PLO yang
membenci Israel? Kita katakan bahwa hubungan antar-gerakan
Freemasonry, dimanapun mereka berada, sangatlah erat. Itu bisa
dibuktikan melalui buku-buku cetakan mereka, buletin, majalah,
dokumen, kesamaan dalam peraturan dan pola kerja, dan bukti-bukti
kuat lainnya. Akankah kita di kawasan Asia Tenggara ini membiarkan
gerakan jahanam itu merajalela untuk menghancurkan kita, yang
justru kita tanpa sadar telah membantu membesarkan mereka.
Janganlah kita memelihara anak singa yang suatu hari justru akan
menerkam dan mencabik-cabik tubuh kita.
APA FREEMASONRY ITU?
Freemasonry terdiri dari dua kata, yaitu “free” yang berarti bebas atau
merdeka, dan “masonry” yang berarti tukang batu (bangunan).
Freemasonry berarti tukang batu (bangunan) yang merdeka.
Gerakan ini adalah organisasi Yahudi Internasional yang tidak ada
hubungannya dengan tukang batu yang dahulu memang ada pada
abad-abad pertengahan. Ia juga tidak ada hubungannya dengan
kegiatan pembangunan kapal atau katedral besar seperti dugaan
banyak orang. Yang sebenarnya, kiprah gerakan ini adalah bekerja
untuk menghancurkan kesejahteraan manusia, merusak tatanan
politik, ekonomi, dan sosial di negeri-negeri yang mereka tempati.
Mereka memang hobi merusak bangsa dan pemerintahan “Goyim”
(Non-Yahudi). Tujuan akhir gerakan ini adalah membangun kembali
Haikal Sulaiman yang terletak di Masjid Al-Aqsha (Al-Quds) yang
sekarang diduduki Israel, mengibarkan bendera Israel, serta
mendirikan pemerintahan Zionisme Internasional, seperti yang ingin
diterapkan dalam protokolat, sebuah rencana busuk pemuka Yahudi.
Kita bisa merenungkan seorang Yahudi, pembela fanatik Freernasonry
dan Zionisme, mengatakan:
“Freemasonry menurut sejarahnya, derajat dan pengajarannya
adalah merupakan sebuah perkumpulan Yahudi. Kata-kata, sandi
dan upacara ritualnya dari A sampai Z adalah berjiwa Yahudi”.
Freemasonry merupakan nama baru dari gerakan rahasia yang
dibentuk oleh sembilan orang Yahudi di Palestina pada tahun 37 M.9
Gerakan ini berdiri dengan tujuan melawan agama Masehi (Nashrani)
dan para pemeluknya dengan cara membunuhinya satu demi satu.
Islam datang memeranginya, seperti agama Nashrani memerangi
mereka. Akhirnya, gerakan ini memusuhi semua agama yang ada,
terutama dengan titik fokus Islam.
Tahun 1717, gerakan ini mengadakan konferensi di London yang
dipimpin oleh Anderson, seorang Yahudi Inggris. Secara formal, orang
ini menjabat kepala gereja Protestan Inggris, Dari berbagai pertemuan
yang mereka lakukan, telah disepakati adanya pembagian jenjang
dalam gerakan tersebut, yaitu:10
1). Freemasonry Simbolik Umum
Arti “simbolik” adalah bahwa dalam acara-acara ritual yang mereka
lakukan selalu menggunakan lambang-lambang (simbol) yang
memiliki arti tertentu. Ia sekaligus melambangkan suatu peristiwa
atau kejadian yang telah disebutkan di dalam kitab Taurat. Sedangkan
arti umum adalah bahwa jenjang ini hanya diperuntukkan bagi
anggota atau mereka yang non-Yahudi (Goyim). Sebab, untuk orang
Yahudi dan keturunannya, telah disediakan jenjang khusus bagi
mereka.
Anggaran dasar pada jenjang ini bersifat terbuka. Tujuannya adalah
untuk mengecoh dan menyesatkan anggapan orang terhadap gerakan
ini sebagai organisasi rahasia.11 Terkesan dari anggaran dasar tersebut
bahwa gerakan ini bergerak di lapangan sosial kemanusiaan, terbuka
untuk semua, orang, boleh diikuti oleh berbagai sekte dan agama,
serta tidak ikut mencampuri keyakinan dan tidak mempunyai tujuantujuan
politis dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan. Seolah-olah,
fokus perhatiannya adalah ditujukan untuk kesatuan dan persatuan
umat manusia, menciptakan perdamaian, serta berusaha memenuhi
kebutuhan-kebutuhan para anggotanya dan kemanusiaan,
memeratakan pengajaran dan pendidikan, memberantas kemiskinan
dan kebodohan, membantu kaum papa dan yang sakit. Semboyan
besar mereka adalah: Kebebasan, Persaudaraan dan Persamaan.12
Jenjang Freemasonry Simbolik Umum ini mempunyai aneka
perkumpulan acara pesta-pesta di berbagai kota besar.
Pesta-pesta yang dilakukan di kota-kota kecil adalah merupakan satu
kesatuan dengan pesta-pesta di kota-kota besar, yang sekaligus
merupakan kesatuan besar dari pesta, raya yang terdapat di ibukota
sebuah negeri. Ini juga merupakan sindikat pesta internasional yang
berada di Amerika Serikat, Inggris, Perancis dan Italia. Di Indonesia,
bentuk-bentuk pesta ini antara lain adalah Dinner’s Club, Coffee
Morning, Med Club, perkumpulan arisan mobil dan rumah, kontes
Cover Girl dan pemilihan Putri Kampus yang diselenggarakan oleh
majalah hiburan tertentu, Abang dan None Jakarta, dan masih banyak
lagi.13
Freemasonry Simbolik Umum memiliki tingkatan. Tingkat Pertama
(Pemula), diberi predikat “saudara.”14 Tingkat Kedua diberi predikat
“pekerja.”15 Tingkat Ketiga, diberi predikat “guru.”16 Untuk naik ke
tingkat yang lebih tinggi tergantung kepada keikhlasan yang
bersangkutan dan intensitas keterlibatan emosionainya pada tujuantujuan
Freemasonry serta hasrat yang kuat terhadap gerakan
Zionisme internasional. Kenaikan tingkat ini sah apabila seseorang
telah melewati upacara batpis dan atau pemberkatan. Pada upacara
tersebut akan dibacakan oleh sang ketua tingkat tentang sumpah,
tugas, kewajiban dan tanggung jawab terhadap organisasi. Pada
tingkatan ini masing-masing memiliki simbol-simbol, isyarat, kata
sandi, pakaian khas tertentu, lencana, tanda pangkat.
Simbol-simbol tersebut mengandung ta’wil tertentu. Telah dikenal
adanya simbol matahari, bulan, mata, dua tangan yang sedang
berjabatan, tunas, warna biru dan palu, dan lain-lain. Identitas
tersebut merupakan lambang Yahudi murni, yang tidak perlu
penafisiran apapun, seperti Haikal Sulaiman, bentuk pisau jagal,
lambang super kudus, tempat-tempat lilin yang bentuknya
menyerupai Haikal Sulaiman. Semua itu dimaksudkan untuk menjaga
dan memantau keberadaan anggotanya dan sistem aktifitas mereka
agar tidak kendor semangatnya untuk mencapai tujuan-tujuan yang
dikehendaki.
Tidak semua orang bisa diterima sebagai anggota Gerakan
Freemasonry Simbolik Umum ini. Mereka ini haruslah orang-orang
pilihan yang memiliki profesi tertentu dan mempunyai prasarana
yang cukup untuk dapat hidup di suatu lingkungan yang luas,
mengetahui aneka ragam pengetahuan dasar, keturunan terhormat,
berkelakuan baik, berumur 21 tahun ke atas (kecuali anak-anak dari
anggota Freemasonry cukup berumur 18 tahun), berdomisili di daerah
yang memiliki cabang Freemasonry, dan syarat-syarat yang tertulis
maupun tidak. Namun bila ada tiga cabang tetap perkumpulan pesta
Freemasonry Simbolik Umum menolak seseorang untuk menjadi
anggota, maka ia tidak dapat diterima sebagai anggota.
Setiap anggota menerima diploma keanggotaan yang diberikan
setelah dilakukan upacara penobatan dalam sebuah resepsi. Padanya
diharuskan mengucapkan sumpah khusus berupa janji setia dan
menyimpan rahasia organisasi. Ada sumpah khusus anggota biasa dan
ada yang untuk anggota penting. Setiap anggota diberikan tanda
pengenal. Ada tanda pengenal penobatan, kenaikan tingkat, dan untuk
anggota baru. Tanda pengenal ini dimaksudkan sebagai sertifikasi
anggota dan menghindari adanya orang yang menyusup ke dalam
tubuh Gerakan Freemasonry. Setiap anggota memiliki suara dan
gelar-gelar tertentu sesuai dengan besarnya jumlah iuran yang
diberikan. Ada gelar “partisipan tahunan,” “partisipan tetap”,
“dermawan”, “pemberi sedekah” (memperoleh lencana bergambar
bunga mawar yang terbuat dari sutera), “sosiawan” (memperoleh
lencana bergambar bunga mawar kembar terbuat dari sutera), serta
predikat “pembela” (diberi lencana bergambar bunga mawar kembar
tiga yang juga terbuat dari sutera)
2). Freemasonry Royal (Kerajaan)
Anggota pada jenjang ini seluruhnya Yahudi asli. Tetapi demi
kepentingan siasat liciknya, mereka menerima orang-orang Goyim
yang berhasil mencapai tingkat “guru yang agung” sampai tingkat ke-
33, yaitu telah berhasil menunaikan prestasi kerja kepada Yahudi dan
Zionisme Internasional. Misalnya mereka menerima keanggotaan
Jamaluddin Al-Afghani dan Muhammad Abduh di dalam jajaran ini
setelah kedua orang ini berhasil membantu menghancurkan
Kekhilafahan Islam Turki Utsmani. Namun keanggotaan mereka ini
tidak lebih dari tingkat “teman sejawat.” Biasanya mereka yang
diterima adalah dari kalangan raja-raja, presiden, perdana menteri,
ketua partai, ketua parlemen dan orang-orang menduduki posisi
strategis lainnya.
Freemasonry Royal ini mempunyai tingkatan tertentu, yaitu “teman
sejawat” yang merupakan tingkatan paling awal (rendah), dan
tingkatan paling tinggi yang disebut “teman sejawat agung” (teman
raja-raja Kota Suci Yerusalem) yang nantinya berhak menjadi calon
anggota Freemasonry Alam Semesta. Masing-masing tingkatan
memiliki simbol tertentu yang sama di antara mereka. Tingkatan
bawah tidak dapat mengenal anggota tingkat yang berada di atas
mereka.Tetapi anggota yang berada di atas mereka dapat mengenal
anggota yang berada di bawah mereka. Hubungan di antara mereka
harus melalui pimpinan mereka yang menduduki tingkat “teman
sejawat agung.” Bagi anggota tingkatan “teman sejawat” tidak
dibolehkan mengetahui markas Freemasonry Alam Semesta.
3). Freemasonry Alam Semesta
Para anggota tingkatan ini merupakan pimpinan perkumpulan
Freemasonry Royal kerajaan, Yahudi asli, plus penguasa dan,
pemimpin Israel yang bergelar “si bijak yang agung.” Markasnya
hanya ada satu, tetapi tidak ada yang tahu dimana berada, kecuali
para anggotanya. Dari markas inilah keluar seluruh kebijakan dan
berbagai strategi, perintah, pengumuman kepada segenap,
perkumpulan pesta, pada tingkatan Freemasonry Simbolik Umum
dan Kerajaan serta mengurus seluruh kepentingan anggota
Freemasonry seluruh dunia. Di bawah ini diuraikan hal-hal yang
mereka lakukan, antara lain:
1). Mengatur berbagai revolusi yang akan dan telah terjadi di sebuah
negeri tertentu untuk tujuan keyahudiannya.17
2). Menyebarluaskan fitnah demi kepentingan Yahudi dan Zionisme
internasional.
3). Melakukan Perebutan kekuasaan terhadap pemimpin negara yang
tidak bisa diajak kompromi atau yang merugikan Yahudi.
4). Menyalakan api permusuhan dan peperangan antara satu negeri
dengan negeri lain.
5). Mendirikan berbagai partai dan organisasi yang berbakti kepada
Freemasonry Alam Semesta.
6). Mengatur berbagai pemilu yang berlangsung diberbagai negeri
untuk memenangkan tokoh tertentu yang dijagokan Yahudi. 18
7). Terlibat langsung dalam rangka mempopulerkan antek-anteknya
dan menempatkan mereka pada posisi-posisi strategis dalam
pengambilan keputusan-keputusan politik, militer, ekonomi, sosial,
budaya, dan sebagainya.
8). Melakukan studi-studi tertentu untuk mengetahui keinginan
keinginan masyarakat, dan atau melakukan poll pendapat untuk
mengetahui opini umum.19
9). Berperan aktif dalam dunia pendidikan dalam pembuatan
kurikulum, metode pengajaran, dan hal-hal mengenai dunia
pendidikan.20
10). Melakukan pembentukan berbagai gagasan dan ide untuk
disodorkan ke tengah masyarakat melatui media cetak dan elektronik.
11). Berusaha menguasai sebagian besar jenis media massa dalam
mencapai tujuan-tujuannya.
APA AKSI FREEMASONRY?
Freemasonry adalah sebuah gerakan rahasia yang dikendalikan oleh
orang-orang Yahudi secara internasional. Gerakan ini telah lama
dikenal. Ikatannya ada di mana-mana. Namun, ikatan yang berada di
Asia Tenggara memang belum pernah terdengar.
Sebenarnya, ikatan itu telah lama bercokol. Hanya saja, mereka licin,
bersiasat tipudaya, dan selalu menggunakan nama-nama baru sebagai
upaya menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi tempat pijakan
mereka. Namun secara umum, gerakan ini terbagi menjadi dua
bentuk. Pertama, ikatan Gerakan Freemasonry yang langsung
merupakan cabang dari luar negeri yang merentangkan sayapsayapnya.
Kedua, ikatan Gerakan Freemasonry yang bersifat lokal dan
menggunakan nama-nama lokal.
Ikatan Gerakan Freemasonry langsung yang berkiprah di Asia
Tenggara, memunculkan dirinya dengan menggunakan nama-nama
yayasan atau perkumpulan yang bermuka sosial dan atau ilmiah.
Nama-nama dengan bentuk yang demikian di antaranya adalah
Rotary Club dan Lions Club. Anehnya, walaupun telah menjadi
rahasia umum bahwa kedua bentuk gerakan tersebut merupakan
bentuk-bentuk Freemasonry internasional, dalam kenyataanya gerak
dan aksinya adalah terang-terangan, disetujui keberadaannya dan
berkembang dengan baik di kawasan Asia Tenggara. Para penguasa
yang tidak mengetahui, atau pura-pura tidak tahu, sayangnya dengan
senang hati memberi tempat bagi berkembangnya gerakan tersebut.
Anehnya, banyak dari kalangan intelektual (para sarjana) dan
beberapa pejabat pemerintah di kawasan Asia Tenggara yang menjadi
anggota gerakan ini.
Biasanya mereka yang tertipu ini hanya melihat kiprah cabang dan
anak cabang yang tampak beraksi dalam lapangan sosial.21 Padahal di
balik kegiatan tersebut tersimpan amal kebajikan hitam. Ini yang
jarang dikaji. Selain itu, telah terkenal kiprahnya yang berusaha
mensekulerkan Islam dan umatnya.
Kebanyakan kita tidak mengetahui bahwa bentuk-bentuk Gerakan
tersebut merupakan cabang-cabang gerakan Yahudi yang
dikendalikan dari jarak jauh. lkatan Gerakan Freemasonry tidak
langsung dan bersifat lokal yang berkiprah di Asia Tenggara,
memunculkan dirinya dengan menggunakan nama dan sifat lokal. Ia
bisa berbentuk partai Politik atau organisasi massa yang menerapkan
ide-ide Freemasonry.
Aksi Nyata Mereka
Bermacam aksi Gerakan Freemasonry digelar dengan berbagai bentuk
tipudayanya. Sebuah misal adalah usaha mereka menguasai parlemen
sebuah negara. Dengan demikian, tidak saja mereka telah berhasil
menempatkan orang-orangnya dari kalangan pribumi negeri tersebut,
juga sekaligus dengan sendirinya mereka mampu menggolkan ide-ide
Yahudinya. Dengan berbagai cara, kini hampir setiap ibukota pada
setiap negeri di kawasan Asia Tenggara telah berdiri markas Gerakan
Freemasonry yang terselubung atau terang-terangan. Namun bentukbentuk
gerakan ini kebanyakan berupa lembaga penasehat dalam
urusan strategi atau kajian ilmiah. Pada bentuk-bentuk aksi yang
demikian, mereka menempatkan orang-orang tertentu, terpilih dan
telah meniadi kader (sejak lama telah menjadi anggota aktif Gerakan
Freemasonry Internasional). Orang-orang ini telah siap dengan segala
cara mengeluarkan ide-ide Freemasonry untuk yang diterapkan
sebagai kebijakan pemerintahan. Adakalanya, ini yang umum terjadi,
adalah upaya-upaya untuk menekan laju perkembangan Islam. Jika
ada sebagian kaum Muslimin yang berusaha menerapkan Islam
secara murni berdasarkan tuntunan Al-Qur’an dan As-Sunnah,
mereka lantas dituduh fundamentalis atau ekstrim kanan yang ingin
merongrong pemerintah.
Dalam menarik seseorang menjadi anggotanya, gerakan ini selalu
memberikan gambaran yang baik-baik. Mereka katakan bahwa
perkumpulan ini merupakan organisasi sosial yang bertujuan untulk
meningkatkan kemajuan. Para anggotanya hidup dalam persaudaraan
yang dipenuhi dengan kecintaan dan persamaan. Tanah air bagi
seorang Freemasonry adalah seluruh dunia. Dimanapun mereka
berada, mereka pasti menjumpai saudara-saudaranya yang saling
berlomba menghormati dan menolongnya selama mereka tahu bahwa
yang bersangkutan adalah anggota organisasi. Mereka
mempromosikan gerakan tersebut kepada setiap orang sesuai dengan
kondisi yang bersangkutan, tingkat berpikirnya, dan minatnya, agar
mereka dapat menarik seseorang sesuai dengan selera dan
kesenangan yang bersangkutan. Jika menemukan seseorang yang
menonjol dan ingin tahu tentang rahasia gerakan Fremasonry, mereka
akan mengatakan bahwa di dalam gerakan tersebut ada berbagai
rahasia yang tak boleh diketahui oleh pihak luar. Jika mereka
menemukan orang yang menginginkan kemewahan, mereka akan
mengatakan bahwa di dalam gerakan Freemasonry terdapat pestapesta
glamor dengan dilayani oleh gadis-gadis cantik, makan di
restoran-restoran mewah, atau tidur di hotel-hotel berbintang, yang
semuanya disediakan demi memperkuat rasa cinta dan persahabatan
yang menjadi kepercayaan bersama. Jika mereka memasukkan
industriawan dan konglomerat ke dalam jajarannya, mereka akan
katakan bahwa di dalam gerakan ini mereka akan mendapatkan
keuntungan, keleluasaan kerja, dan dapat memperbanyak cabangcabang
usaha mereka dimanapun yang mereka inginkan.22
Demikianlah yang selalu mereka katakan kepada orang-orang yang
menjadi sasaran mereka untuk kepentingan syiar rahasia dan
keakraban yang berlaku pada keluarga gerakan Freemasonry. Jika
Anda seorang Muslim dan saat ini menduduki sebuah posisi penting
di negeri ini, maka siap-siaplah untuk menghadapi perangkapperangkap
yang mereka pasang, dengan segala cara tentunya!
FREEMASONRY DAN ISLAM
Dalam aksinya, Gerakan Freemasonry mempunyai taktik dan strategi
bertahap dengan target menghancurkan atau minimal memandulkan
peran agama-agama. Dalam hal ini, Islam adalah agama yang menjadi
sasaran utama untuk dihancurkan.
Pada awal gerakannya, cara mengajak gerakan ini dengan sikap
bersahabat. Mereka tidak pernah mau menyinggung persoalan agama.
Kemudian pada tahap kedua, gerakan mulai beraksi mereka mulai
menerbitkan buku-buku, selebaran, buletin, atau majalah, yang
memuat tentang uraian pertumbuhan agama-agama. Uraian yang
disajikan bersifat dan seolah-olah ilmiah dengan tujuan menyesatkan.
Misalnya, mereka akan mengatakan bahwa semua agama itu sama.
Atau, agama itu hanyalah alat untuk memperbaiki akhlak masyarakat.
Atau, mereka sebutkan bahwa agama hanyalah kepercayaan yang
merupakan bagian dari budaya suatu bangsa.23
Dalam aksi menguraikan ajarannya itu, gerakan Freemasonry ini
mempergunakan bentuk-bentuk yayasan, lembaga, organisasi massa
yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat. Mereka
menggelarkannya di berbagai club, balai pertemuan ilmiah, balai
pemuda, sehingga pengaruh dan ide-ide gerakan Freemasonry dapat
tertanam pada jiwa-jiwa para pemuda dan orang-orang yang tanggung
memahami agamanya. Tujuannya adalah agar muncul keragu-raguan,
salah paham, bahkan sampai ke tingkat membenci agama Islam.
Suara-suara Sumbang
Dalam sebuah majalah “Kabana,” sebuah majalah yang sengaja
diterbitkan secara gelap oleh gerakan Freemasonry dan sengaja
diterbitkan sebagai corong ide-ide gerakan Yahudi dan terbit dalam
berbagai bahasa di Asia raya, seorang pemimpin organisasi pemuda di
kawasan Asia Tenggara berkata:
“Membedakan-bedakan agama adalah termasuk prilaku berfikir
yang terbelakang.”
Pimpinan pemuda yang seharusnya menjadi panutan itu lebih jauh
mengatakan bahwa agama itu hanyalah bagian dari hasil permikiran
seseorang. Ia juga menyebutkan bahwa semua agama itu sama
baiknya ia juga menyebutkan bahwa setiap bangsa memiliki agama
asli yang tumbuh dari bangsa itu sendiri. Oleh karena itu, katanya,
galilah kembali ajaran asli itu dan marilah kita lestarikan kebudayaan
nenek moyang yang luhur. Sebab ia merupakan kewajiban bagi setiap
pemuda.
Untuk lebih meyakinkan kita bahwa betapa gerakan Freemasonry
tersebut sangat membenci Islam atau agama-agama lain, ada baiknya
dikutip beberapa pernyataan yang keluar dari terbitan-terbitan
maupun perkataan-perkataan dari mereka:
1). Islam itu membawa seseorang mencinta kepada seorang tokoh
asing dan cinta kepada Makkah-Madinah, sedangkan Nashrani
membawa seseorang cinta terhadap tokoh asing pula, cinta kepada
Roma dan adat istadatnya. Padahal, kita sesungguhnya telah
memiliki kepercayaan sendiri yang yang mungkin lebih baik jika
kita gali sendiri. Sebab, memeluk ajaran (agama) asing itu hanya
akan membawa kecintaan kepada negeri diatas angin dan
mengokohkan penjajahan fisik, ideologi dan agama.24
2). Agama itu adalah hasil ciptaan seseorang yang berakal genius
yang tujuannya untuk mengubah moral agama lama kepada agama
baru hasil ciptaannya itu. Dengan demikian, agama merupakan
kebudayaan, yang tidak terlepas dari kultur yang satu dengan
kultur yang lain. 3)
3). Culture is that complex whole which includes knowledge, belief,
art, moral law, custom and other capabilities and habits, acquired by
man as a member of society. 4)
4). Sesungguhnya semua agama itu sama. Sebab, ia merupakan
moralnya sendiri. Moral semata yang adakalanya bertentangan
dengan moralnya sendiri. Agama juga adalah sebuah dogma
kultural yang adakalanya dapat memecahbelahkan keluarga atau
bangsa itu sendiri, sehingga, kerukunan menjadi runtuh. Oleh
karena itu, kewajiban seorang Freemasonry adalah menyadarkan
mereka dan membebaskannya dari kekangan agama. Bahkan, bagi
perjuangan untuk kemajuan, pembangunan sebuah negara, maka
penganut agama yang fanatik itu adalah penghalang utama untuk
maksud-maksud tersebut.25
Orang Islam yang mengkafirkan penganut agama lain, menyuruh
mempunyai anak yang banyak, mengajarkan perang (Jihad)
terhadap agama lain, membedakan pola waris bagi lelaki lebih
banyak daripada perempuan, merampas harta orang kafir, dan
sebagainya, jika kita renungkan maka ia cukup menjadi bom waktu
bagi penguasa. Oleh karena itu, umat Islam jangan dibiarkan
bergerak dalam organisasi-organisasi yang kuat. Juga, waspadalah
wahai penguasa pemerintahan di seluruh dunia Islam. Juga wahai
para Freemasonry seluruh dunia, bersatulah menghadapi Islam 5).
5). Kalau benar bahwa Tuhan itu adil, mengapa berat sebelah
dengan hanya memilih Islam saja. Bukankah agama itu banyak?
Dengan demikian, agama itu bukanlah hasil ciptaan Tuhan
melainkan hasil evolusi pemikiran manusia.6)
6). Jangan biarkan orang-orang Islam bergerak. Sebab, (kalau
dibiarkan) mereka akan membangkitkan kembali kerajaan
Arakan.7)
7). Khieu Sampan, seorang pemuka Komunis Kamboja, terkenal
sebagai jagal manusia, memperingatkan kepada orang-orang
Komunis agar jangan belas kasihan kepada penduduk Kompong
Cham. Sebab, penduduk daerah tersebut beragama Islam, yang
kalau dibiarkan dapat membahayakan Komunisme. Jangan biarkan
orang Islam tersebut bergerak! 8)
8). Bangsa Indonesia, terutama kalangan intelektualnya, janganlah
diracuni oleh ideologi asing, baik itu Komunisme, Kapitalisme,
maupun apa yang dinamakan ideologi umat Islam.9) 26
9). Tokoh-tokoh muda yang berasal dari Indonesia, semisal Ir.
Sarwono Kusumaatmaja dan Dr. Nurkholis Majid adalah namanama
yang dicantumkan di dalam majalah Kabana Nomor 61.
Tokoh-tokoh ini dianggap sebagai pahlawan karena berjasa turut
serta menghancurkan ideologi Islam. Sarwono, misalnya, dalam
sebuah media massa menyebutkan hal-hal yang merendahkan
agama, terutama Islam. Di sana ia dengan sinis dan antipati
terhadap organisasi-organisasi yang berasaskan Islam. Misalnya, ia
mengucapkan: “Kalau menginginkan adanya organisasi agama,
mengapa mereka (orang Islam) hanya menghimpun satu agama
saja. Karena itu, organisasi-organisasi politik dan sosial janganlah
diwarnai dengan faham agama…..”10)
Sedangkan Nurkholis Majid oleh Gerakan Freemasonry dianggap
pahlawan karena kegiatan dan kegigihannya untuk mensekulerkan
umat Islam di Indonesia. “Kita harus menganggap mereka (Sarwono
dan Nurkholis Majid) sebagai pahlawan Freemasonry. Karena itu,
pada dada mereka pantas disematkan Bintang Daud (lambang
Yahudi) kepada kedua tokoh tersebut 11)
10). Sebuah buku terbitan Depdikbud, yaitu buku Antropologi dan
yang sejenis, disebutkan bahwa agama adalah merupakan bagian
dari kebudayaan. Selain itu, di dalam buku-buku Pendidikan Moral
Pancasila, pemahaman anak didik terhadap agama sengaja
diambangkan. Ini sejalan dengan rencana dari Gerakan
Freemasonry yang menginginkan agar sedikit demi sedikit ajaran
agama itu dikikis dari umat Islam. Gerakan ini mengharapkan agar
anak-anak didik tersebut menjadi seorang “Plotis” (mengambang
pemahaman agamanya) yang pada hakikatnya keadaan tersebut
sama saja seseorang itu tidak memegang sebuah keyakinan agama.
Contohnya, di dalam buku “Kebudayaan dan Konstitusi” terbitan
Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), di sana disebutkan:
“Jadi, yang termasuk ke dalam kategori kultur (budaya) itu adalah:
Agama, kesenian, kesusasteraan, moral, ciia-cita dan aspek-aspek
emosional”.
11). Dr. Mohammad Hatta, seorang Nasionalis, negarawan
Indonesia dan penulis beberapa buku, juga mengatakan:
“Kebudayaan itu adalah ciptaan hidup dari suatu bangsa.
Kebudayaan itu banyak sekali ragamnya. Yang menjadi pertanyaan
adalah apakah agama itu merupakan ciptaan manusia atau tidak.
Namun bagi saya, keduanya bukan menjadi soal. Agama adalah
sebuah kebudayaan karena dengan agama manusia dapat hidup
dengan senang. Oleh sebab itu, saya katakan bahwa agama adalah
bagian dari kebudayaan. 12)
12). Seorang tokoh gigih Freemasonry Singapura bernama Mr. Chen
W. mengatakan bahwa agama itu adalah penghalang bagi
pembangunan.
“Sebenarnya, agama yang hanya sebatas tradisi adat belaka, ia
bukan apa-apa (tidak berbahaya). Tetapi agama yang berlandaskan
ideologi (misalnya Islam), maka ia jelas sangat berbahaya dan
merupakan ekstrim kanan, ia lebih berbahaya dibandingkan dengan
sosialisme Bolshevik Soviet.” 13)
Demikianlah jenis-jenis pandangan Gerakan Freemasonry yang
ditunjukkan melalui perkataan dan tindakan anggota-anggota
maupun para simpatisannya. Kita juga dapat menarik kesimpulan
bahwa antara Gerakan Freemasonry dengan Komunisme memang ada
titik persamaan dalam memandang masalah agama. Sebab, kelahiran
Komunisme itu dibidani oleh Gerakan Yahudi Freemasonry yang ada
di Soviet ketika itu. Bahkan, Karl Marx dan Lenin sendiri adalah
warga Soviet keturunan Yahudi dan anggota Gerakan Freemasonry.
Pecahnya Revolusi Bolshevik itu sendiri erat kaitannya dalam
kerangka menghancurkan Kekhilafahan Islam Utsmani yang berada di
Turki.
Selain itu, Gerakan Freemasonry telah diketahui sebagai pandu bagi
imperialisme. Merekalah yang mempelopori penjajahan Inggris di
Birma dan Malaysia dengan berpusat di Singapura, pelopor
penjajahan Perancis terhadap Indochina (Vietnam, Kamboja, Laos),
dan lain-lain.
Kiprah mereka sebagai orientalis telah lama diketahui. Bahkan
kebanyakan orientalis tersebut adalah anggota Gerakan Freemasonry.
Para orientalis ini memandang agama dari kacamata sekuler, mencari
segi-segi kelemahannya, atau menganggapnya sebagai sebuah
kebudayaan. Kemudian mereka mengarang buku-buku tentang agama
yang sebelumnya telah dikaji untuk kemudian menyelipkan
pandangan-pandangan yang salah terhadap agama Islam.
Sepintas Tentang Plotisme27
Istilah Plotisme merupakan aktivitas tipudaya Gerakan Freemasonry
yang khas dilakukan mereka. Kata ini berasal dari dialek Yunani Pasar
daerah Koin. Asas ini pertama sekali diperkenalkan oleh Freemasonry
Perancis pada tahun 1717 M. Ketika itu, Freemasonry di sini terpaksa
memasukkan kata-kata “ketuhanan” dan “Trinitas” untuk menarik
simpati golongan Katholik. Apakah arti Plotisme itu?
Plot berarti “ambang” atau “terapung”. Dengan demikian, Plotisme
adalah suatu faham yang bertujuan mengambangkan segala ajaran di
luar Gerakan Freemasonry. Jika kondisinya telah mengambang, maka
dengan gampang Gerakan Freemasonry menyuntikan faham-faham
kebebasan dari Freemasonry. Dalam hal Plotisme ini, mereka berkata:
“Wahai saudara-saudaraku, dengan Plotisme kita sesungguhnya
telah memiliki kunci pembuka bagi 1000 pintu kemenangan. Dengan
Plotisme pula, kita telah menggenggam 1000 etika pergaulan.”
MENIRU ASAS FREEMASONRY
Kalau kita jeli memperhatikan asas-asas negara, misalkan saja di
kawasan Asia Tenggara, maka akan dengan mudah kita kemukakan
bahwa satu dengan lainnya memiliki kemiripan. Bahkan agaknya
sebuah kemustahilan bila kita menganggap ini sebuah kebetulan
belaka. Asas-asas tersebut sesungguhnya berasal dari mana, dan siapa
pula yang mempengaruhinya?
Pertanyaan tersebut perlu dikemukakan di sini agar kita dapat
memahami bahwa kemiripan atas asas kebanyakan negara di Asia
agaknya telah terlebih dahulu direkayasa.
Untuk memahami keadaan tersebut, ada baiknya kita melihat dasar
ajaran Yahudi Freemasonry yang termuat di dalam Khams Kanun
Yahudi, yaitu:
1) Nasionalisme-Kebangsaan
Artinya berbangsa satu Yahudi, berbahasa Yahudi, dan bertanah air
satu Yahudi Raya (impian mewujudkan Israel raya).
2) Monotheisme
Berarti “kesatuan tuhan,” yaitu hendaklah bangsa Yahudi bertujuan
dengan Tuhannya masing-masing dalam sebuah gerak yang sama.
Maka wahai orang-orang Atheis dan yang membebaskan dirinya dari
kekangan agama yang ada di kalangan bangsa Yahudi, hendaklah
kalian tetap bertuhan dengan tuhan-tuhanmu. Bukanlah alampun
merupakan tuhanmu. Juga bukankah kudrat ( kekuatan ) alampun
merupakan tuhanmu juga?
Jika kalian berlainan agama, berlainan kepercayaan, atau berlainan
keyakinan, maka hendaklah kalian tetap bersatu-padu. Sebab,
Gunung Zion telah menanti kalian. Selain itu wahai Yahudi seluruh
dunia, hendaklah kalian memiliki perasaan tenggang rasa dan saling
hormat menghormati antara satu dengan lainnya.
3) Humanisme
Artinya adalah belakulah kemanusiaan yang adil dan beradab.
Janganlah kalian meniru bangsa Babilonia yang dahulu telah
mengusir kalian. Tetapi bagi bangsa di luar kalian dan yang hendak
membinasakan kalian, dan ingatlah bahwa kalian adalah bangsa yang
besar serta bila mendesak, maka berlakulah seperti anjuran YANG
ADA PADA Syer Talmud, seperi nyanyian Qaballa:
“Taklukkanlah mereka. Binasakanlah mereka. Sebab, mereka akan
mengambil hakmu. Ingatlah bahwa kalian adalah setinggitingginya
bangsa, bak menara yang menjulang tinggi.”
“Gunakanlah hatimu ketika menghadapi saudaramu. Sebab, mereka
adalah keturunan Ya`qub yang merupakan keturunan Israel.
Buanglah hatumu ketika menghadapi lawanmu. Sebab, mereka itu
bukanlah saudaramu. Mereka adalah kambing-kambing perahmu.
Harta mereka adalah hartamu juga (rampaslah). Rumah mereka
adalah rumahmu (rebutlah dengan paksa). Juga, tanah mereka
adalah tanahmu (kuasailah).” 1)
4) Sosialisme
Artinya adalah keadilan sosial yang merata bagi masyarakat Yahudi,
sehingga setiap orang Yahudi hendaknya dapat menjadi kaya-raya dan
menjadi pemimpin dimanapun ia berada, yaitu menjadi protokol
pembuat program (kebijaksanaan). Dalam nyanyian Qaballa Talmud
disebutkan :
“Dengan uang, kalian dapat kembali ke Yudea Israel. Sebab, agama
itu tegak dengan uang. Juga agama itu sesungguhnya uang juga
adanya. Bahkan, wajah Yahwe itu sendiri yang tampak olehmu
sesungguhnya adalah uang”.
“Cintailah Zion, cintailah Hebron (Hebrew), cintailah Yudea, dan
cintailah seluruh tanah permukiman Israel. Sebab, kalianlah bangsa
yang memegang wasiat Hebron tertua yang berbunyi: Cinta tanah
air itu adalah sebagian daripada iman”.2)
5) Demokrasi
Artinya adalah dengan cahaya Talmud dan Masyna serta segala
ucapan imam-imam agung (bangsa Yahudi), telah diundangundangkan
ketentuan tentang demokrasi ini, yaitu:
“Bermusyawaralah dan rapatlah serta bertetapkanlah terhadap
pilihan yang berasal dari suara terbanyak. Sebab, suara terbanyak
itu adalah suara Tuhan.” 28
Di dalam Khams Kanun dari organisasi Qaballa Yahudi, mereka
mempunyai asas sebagi berikut:
Monotheisme
Nasionalisme
Humanisme
Demokrasi
Sosialisme
Menelaah Asas-asas
1) Zionis Israel
Zionis Israel yang merupakan rekayasa dan pembenaran yang diambil
dari Talmud, memiliki asas sebagi berikut:
Nasionalisme
Monotheisme Kultural
Demokrasi
2) Cina
Dasar negara Cina dengan nama San Ming Cu I juga memiliki
kemiripan dengan dasar Zionis Israel, yaitu:
Min Tsu (Nasionalisme)
Min Chuan (Demokrasi)
Min Sheng (Sosialisme)
3) Freemasonry Prancis
Ini adalah asas gerakan Freemasonry Prancis yang juga menjadi
pemicu munculnya Revolusi Prancis yang terkenal itu, yaitu:
Nasionalisme
Sosialisme
Humanisme
Theologi Kultural
4) Freemasonry Italia
Nasionalisme
Trinitas
Humanisme
Sosialisme
Demokrasi
5) Freemasonry Palestina
Nasionalisme
Monotheisme
Humanisme
Sosialisme
Demokrasi
6) India
Pandit Jawarhal Nehru, seorang negarawan India, di dalam sebuah
pertemuan Konggres India menyampaikan gagasan tentang asas
negara india merdeka yang diberinya nama Panc(a) Silla, yaitu:
Nasionalisme India
Humanisme
Demokrasi
Religus & Sosialisme
7) Filipina
Orang mengenal asas negara Filipina berasal dari Aquinaldo, seorang
tokoh nasionalisme di negeri tersebut. Ada lima asas negara Filipina
yang sesungguhnya berasal dari Gerakan Katipunan yang disusun
oleh Andreas Bonafacio pada tahun 1893, yaitu:
Nasionalisme
Demokrasi
Ketuhanan
Sosialisme
Humanisme Filipina
8) Thailand
Ada empat asas negara Gajah Putih ini, yang asalnya berasal dari Ptidi
Banomyong, yaitu:
Nasionalisme
Demokrasi
Sosialisme
Religius
9) Indonesia
Banyak versi asas-asas negara bagi Indonesia, pada awal
pembuatannya. Kita mengenal asas-asas negara yang dikemukakan
antara lain oleh:
a) Mr. Muhammad Yamin
Peri Kebangsaan
Peri Kemanusiaan
Peri Ketuhanan
Peri Kerakyatan
Kesejahteraan Rakyat
b) Mr. Soepomo
Persatuan
Kekeluargaan
Keseimbangan Lahir Batin
Musyawarah
Keadilan Rakyat
c) Ir. Soekarno
Nasionalisme ( Kebangsaan )
Internationalisme ( Kemanusiaan )
Demokrasi ( Mufakat )
Sosialisme
Ketuhanan
Demikianlah bentuk-bentuk asas negara yang dipakai di kawasan Asia
Tenggara. Kita menduga kuat bahwa sejak lama kawasan ini telah
dipengaruhi oleh ide-ide Gerakan Freemasonry berbagai cara.
MEREKA BERUSAHA MENGHANCURKAN ISLAM
Telah masyhur upaya-upaya Gerakan Freemasonry untuk
menghancurkan Islam. Sejak risalah Islam diemban oleh junjungan
umat manusia, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam, umat Islam
telah hapal dengan segala tipudaya dan kelicikan Yahudi. Mulai dari
aksi boikot mereka terhadap beliau, menggunting dalam lipatan,
usaha-usaha membunuh secara langsung maupun dengan santet
(sihir), dan seribu satu macam lagi yang sangat banyak kalau
disebutkan satu per satu. Merekalah yang menyulut api peperangan
pada peristiwa Perang Dunia I dan II, yang itu dilakukan dengan
tujuan untuk menghancurkan benteng terakhir Islam, yaitu
Kekhilafahan Islam yang masih tersisa di Turki. Anehnya, bagaimana
mungkin umat Islam dibolehkan untuk berdamai, duduk bersanding
di meja perundingan dengan musuh? Apa yang telah dilakukan
mereka terhadap Islam dan umatnya?
Gerakan Freemasonry Internasional mempunyai 10 gagasan dalam
upaya mereka menghancurkan Islam. Seorang Muslim yang bernama
Khalil Ibnu Khalid telah menejemahkan kesepuluh gagasan itu ke
dalam bahasa Arab yang diambilnya dari buku “Siyasah Freemasonry”
yang tercantum pada muka 123, yaitu sebagai berikut:
1). Menghancurkan semua partai, organisasi massa yang dianggap
lawan dengan cara menggunakan kekuasaan yang ada di tangan
mereka, modus pecah belah lalu merebut kursi kepemimpinannya,
dan atau membentuk partai untuk tempat berteduhnya Gerakan
Freemasonry yang digunakan untuk melaksanakan ide-ide Gerakan
Freemasonry.
2). Berusaha mensekulerkan pemuda-pemuda Islam yang
membuahkan hasil: mengaku sebagai orang Islam, tetapi antipati,
membenci dan menentang Islam sebagai asas dan ideologi. 1) 29
3) Dalam upaya menghancurkan Islam, mereka mengadakan agama
buatan sebagai tandingan bagi Islam, serta berusaha memplotiskan
para ulama. Telah diketahui bahwa merekalah yang telah membuat
agama Bahaiyyah yang didirikan oleh anggota Gerakan Freemasonry
yang bernama Abdul Baha’i, dan agama Ahmadiyyah yang didirikan
oleh anggota Gerakan Freemasonry yang bernama Mirza Ghulam
Ahmad. Dari agama Ahmadiyyah ini lahir pula aliran yang radikal
bernama Qadiyyani, sedangkan yang halus disebut aliran Lahore.
Biaya untuk aksi mereka ini diperoleh dari Gerakan Freemasonry
Internasional melalui penguasa Inggris.
Selain itu, Gerakan Freemasonry juga mensponsori terbentuknya
berbagai tarikat yang memakai nama Islam, yang berfatwa dan
bergerak sejalan dengan ajaran-ajaran Freemasonry. Tahun 1946,
misalnya mereka mensponsori terbentuknya aliran Qur’aniyah di
Palestina yang dipimpin oleh Shaikh Yakub. Aliran yang mengakungaku
Islam ini mendasarkan segala sesuatunya harus berdasarkan
Al- Qur’an tanpa ada tafsiran apapun. Semua hadits yang berasal dan
bersumber dari Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam harus
ditolak, sehingga shaum dan shalat mereka hanya berdasarkan Al-
Qur’an. Tidak ada rakaat, tidak bacaan dan waktu tertentu, tidak ada
azhan, tidak ada iqamat, dan tidak ada yang lain-lainnya2)
Untuk menjauhkan pemahaman Islam generasi muda dari ajaran Al-
Qur’an dan agar ada anggapan bahwa Al-Qur’an adalah merupakan
susastra Arab purba, maka diadakanlah perlombaan membaca Al-
Qur’an (MTQ). Dengan cara seperti itu, para pemuda hanya membaca
Al-Qur’an atau menghapal surat-surat tertentu sekadar untuk
mendapatkan piala, penghargaan, uang, atau tiket naik haji dari
panitia penyelenggara MTQ 3). Dalam hal ini kita teringat dengan
sabda Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam: “… Tidak tertinggal Al-
Qur’an itu kecuali namanya belaka”.
4). Mengumpulkan dana dari umat beragama, kemudian dipakai
untuk menghancurkan agama itu sendiri. Di Turki, misainya, zakat
fitrah dipungut melalui fatwa Ulama Su’u, lalu diserahkan kepada
negara yang telah dikuasai oleh Gerakan Freemasonry, kemudian
dengan dana tersebut dipakai untuk menindas umat Islam di sana.
5) Usaha-usaha menghancurkan yang lama (dalam hal ini adalah
Islam yang mereka anggap kuno) untuk kemudian menggantikan
dengan hal-hal yang baru (dibangun pemahaman Islam yang baru 4)
6) Membuat berbagai yayasan, lembaga sosial, kursus bahasa,
lembaga ilmiah, dan lain-lain. Selain itu, mereka berusaha
menerbitkan berbagai jenis buku yang isinya berusaha menyesatkan
umat Islam.
Menghancurkan moral lama (akhlak Islam yang merupakan
manifestasi syariat Islam), kemudian membuat moral baru yang
mereka sebut sebagai “etika internasional.”
Di dalam “etika internasional” memang sengaja isinya
dipertentangkan dengan ajaran-ajaran Islam. Misalnya, adanya sikap
toleransi yang disimpangkan maknanya dengan agama lain, atau tidak
membeda-bedakan antara agama yang satu dengan lainnya.
Berbagai upacara lama berusaha digali kembali, yang kemudian
dipakai untuk menyaingi agama, dan atau menciptakan dalam segala
perkara bentuk kemusyrikan baru yang terus diperkuat.
Menyebarkan pornografi dalam segala bentuk, misalnya melalui film
dan film biru, serta buku-buku dan gambar-gambar porno.30
Dalam upaya melumpuhkan generasi muda di luar bangsa Yahudi
(dalam hal ini terutama generasi Islam), disebarluaskanlah kebiasaan
mabuk-mabukan melalui segala jenis minuman keras, serta segala
bentuk narkotika.
Kasus Di Turki
Sekurang-kurangnya tercatat usaha dan gagasan penghancuran itu
kedalam lima tahapan (periode), semisal yang mereka lakukan pada
Kekhilafahan Islam Utsmani di Turki yaitu:
1). Membentuk Gerakan Freemasonry yang geraknya diam-diam di
bawah tanah. Kemudian beberapa orang anggotanya berusaha
mendekati orang-orang kepercayaan Khalifah dan Khalifahnya
sendiri. Untuk selanjutnya, mereka mulai menyuntikkan “jarum
berbisa” ke dalam pemerintahan Khilafah Islam itu. Kepandaian dan
kelicikan mereka membuahkan hasil dengan diangkatnya beberapa di
antara mereka menjadi penasehat Khalifah.
2). Menjalin hubungan yang erat antara Gerakan Freemasonry yang
berfaham kebangsaan dengan Gerakan Freemasonry Internasional,
yang tujuannya adalah untuk memudahkan dalam menerapkan
faham-faham Freemasonry. Gerakan Freemasonry yang ada di sini
diberi nama dengan nama “Partai Rakyat Kebangsaan”.
3). Membentuk gerakan-gerakan penunjang bagi Freemasonry dengan
tujuan untuk mendapatkan suara mayoritas. Dengan bantuan
berbagai gerakan penunjang itu, khalifahpun terguling (memang
digulingkan) oleh mereka dari kedudukannya.
4). Usaha-usaha di atas menyebabkan salah seorang anggota Gerakan
Freemasonry yang bernama Mustafa Kemal Pasya diangkat menjadi
pemimpin negara setelah melalui berbagai tipudaya dan kelicikan.
5). Setelah tampuk kekuasaan dipegang, Gerakan Freemasonry secara
sistematis mensekulerkan umat Islam. Kasus yang terjadi pada
masyarakat Turki adalah sebagai berikut:
a. Azhan wajib disuarakan dengan bahasa nasional Turki, sekalipun
azhan untuk shalat Jum’at.
b. Hari libur yang biasanya diadakan pada hari Jum’at diganti dengan
hari Ahad.
c. Hak waris bagi perempuan disamakan besarnya dengan hak waris
bagi lelaki.
d. Dilarang keras memakai jilbab.
e. Pengadilan syariat Islam dihapuskan.
f. Huruf Arab diganti dengan huruf latin, dan sekolah-sekolah agama
ditutup dan atau disekulerkan.
g. Zakat dipungut oleh negara untuk kemudian dipakai bagi berbagai
kegiatan Gerakan Freemasonry.
Kasus di Mesir
Memang, dimana-mana Gerakan Freemasonry berusaha melakukan
makar dan penghancuran. Usaha-usaha yang mereka lakukan di Mesir
hampir-hampir membuahkan hasil sekiranya umat Islam di sana tidak
memiliki kewaspadaan yang tinggi. Tahapan-tahapan yang mereka
lakukan di Mesir adalah:
1). Usaha-usaha untuk menguasai jalur pemerintahan.
2) Berusaha dengan berbagai usaha untuk menerapkan programprogram
Gerakan Freemasonry.
3.) Menghancurkan gerakan dan partai politik Islam yang mereka
anggap sebagai lawan dan menjadi duri dalam daging. Misalnya,
menghancurkan Ikhwanul Muslimin dan menggantung para
pemimpinnya.
4). Berusaha menanamkan faham-faham kebangsaan secara
mendasar dan menyebarkan sekularisasi pada semua segi kehidupan.
5). Membentuk partai tunggal yang berasaskan kebangsaan
KISAH SINGKAT FREEMASONRY DI KAWASAN
ASIA TENGGARA
APA YANG MEREKA LAKUKAN?
Kiprah Gerakan Freemasonry di kawasan manapun, selalu memiliki
modus (uslub) yang diganti-ganti. Namun, semua gerak tersebut
memiliki pola yang, satu dengan yang lainnya, mirip-mirip belaka.
Misalnya dalam masalah nama, pada setiap negara, nama gerakan ini
bisa jadi berbeda. Bisa memakai nama lokal, bisa juga memakai nama
internasional yang merupakan cabang gerakan tersebut. Menurut
analisis kaum orientalis, bangsa-bangsa Asia Tenggara memiliki tiga
sifat umum yang tercela, sehingga dengan mudah jarum-jarum
berbisa Gerakan Freemasonry menusuk dalam ke tubuh mereka. Tiga
sifat tidak terpuji itu adalah pemalas, pendek dalam berpikir, dan suka
latah. Dengan memanfaatkan ketiga sifat tersebut, mereka mudah
mendapatkan tempat yang layak.
Yang menarik bagi kita adalah bahwa kiprah mereka dalam
menghimpun berbagai gerakan pemuda.31 Bisa jadi mereka kini
sedang mengutak-atik organisasi pemuda yang berafiliasi kepada
Islam, Katholik, Protestan, Buddha, yang sekular, sosialis,
kebangsaan, dan yang lainnya. Bisa jadi, merekalah yang kini melalui
salah seorang anggotanya memimpinnya. Terkadang mereka
memanfaatkan kebodohan seseorang dalam masalah agama tetapi
merasa pandai untuk menyuarakan ide-ide mereka. Orang ini mereka
dekati, mereka asuh, diberi imbalan uang, wanita dan kedudukan.
Para penguasa di kawasan Asia Tenggara terbagi menjadi dua
golongan dalam memahami bahaya Gerakan Freemasonry:
Pertama, penguasa yang tahu bahwa gerakan ini sangat berbahaya,
tetapi tidak mau tahu.32
Kedua, penguasa yang tidak tahu33 atau tidak mau tahu, tetapi hanya
tahu bahwa gerakan ini mendatangkan keuntungan bila dilihat dari
geraknya di masyarakat. Namun yang tampak jelas bagi kita adalah
bahwa kebanyakan para penguasa tersebut lebih suka membutatulikan
dirinya daripada melihat bahaya yang akan ditimbulkannya.
Orang-orang Freemasonry yang berada di kawasan Asia Tenggara
kebanyakan terdaftar sebagai Warga Negara Resmi, dan mereka
merupakan orang-orang mendapatkan didikan Belanda.34 Sebab,
penjajah Belanda sejak dahulu merupakan tempat pertemuan
Gerakan Freemasonry se-Eropah. Di Belanda dan Belgia, gerakan ini
dibolehkan bergerak. Banyak di antara anggota mereka yang berasal
dari pejabat.
Selain itu, jika kita kaji gerak dan pemahaman semua organisasi
massa, organisasi politik atau organisasi sosial, maka hampir dapat
dipastikan bahwa kebanyakan dari organisasi tersebut telah dimasuki
oleh jarum berbisa Gerakan Freemasonry.35 Sadar maupun tidak
sadar, mereka telah bergerak dengan ide-ide Freemasonry. Misalnya,
kebanyakan organisasi yang bersifat kebangsaan lebih
memperlihatkan antipatinya atau sekurang-kurangnya mencibirkan
sikap sinisnya terhadap Islam.
Thailand
Pada abad XIV M, Islam masuk ke kawasan Thailand. Raja Pattan
yang pertama masuk Islam adalah yang bernama Ismailsyah. Tahun
603, kerajaan Ayuthia (Ayodya) yang berkedudukan di Siam
menyerang kesultanan Patani. Serangan ini dapat dipatahkan. Tahun
1788, di bawah pemerintahan raja Rama I (Phara Culalok), kerajaan
tersebut kembali menyerang Patani. Serangan ini dibantu oleh
oknum-oknum pengkhianat dari suku Patani. Gugurlah Sultan
Mahmud, meriam Sri Patani, serta harta kekayaan kesultanan
dirampas lalu dibawa ke Bangkok. Gugurnya sultan Mahmud
menyebabkan Tengku Lamidin diangkat oleh kerajaan Siam sebagai
wakil sultan. Tetapi Tengku Lamidin memberontak. Ia dibunuh dan
kedudukan lowong itu diganti oleh Dato Bangkalan. Dato Bangkalan
juga akhirnya memberontak.
Era Siam diperintah oleh raja Phra Chulalingkorn tahun 1878, keraton
itu berusaha menjalankan taktik “Siamisasi” penduduk Patani.
Misalnya, salah satu taktik tersebut adalah masyarakat Muslim
dipaksa menikah dengan orang-orang nonmuslim. Perlakuan ini
menyebabkan Tengku Din memberontak. Karena daerah Patani ini
selalu menimbulkan masalah bagi pemerintahan kerajaan Siam,
akhirnya kesultanan Patani dihapuskan. Namun, kebijaksaan ini
ditentang oleh Tengku Abdulqadir Qamaruzzaman tahun 1873.
Akhirnya kesultanan Patani dipecah-pecah ke dalam unit-unit kecil
daerah yang bernama “Bariwen,” yaitu Patani, Narathiwat, Saiburi,
Setul dan Jala. Unit-unit daerah ini langsung berada di bawah
pengawasan kerajaan Siam. Kesultanan Patani tersebut lengkap
kehancurannya setelah Penjajah Inggris mengakui bahwa daerahdaerah
tersebut termasuk ke dalam kawasan kerajaan Siam. Tahun
1939, nama Siam diganti dengan Muang Thai. Gerakan Freemasonry
masuk ke Thailand (dahulu bernama Siam) melalui penjajah Inggris
dan Perancis. Kedua penjajah inilah menimbulkan kesengsaraan bagi
rakyat Siam dengan munculnya “Krisis Siam” yang telah diuraikan di
depan, mulai tahun 1893 sampai 1896.
Ide-ide Freemasonry yang dimasukkan ke Thailand adalah berupa
gagasan sekularisasi. Gagasan ini dibumikan melalui orang-orang
pilihan bangsa penjajah itu yang belajar di negeri penjajah itu sendiri,
yang dimulai tahun 1933. Oleh karena itu, melalui orang-orang ini
semisal Pridi Banomyong, Phya Bahol Sena, atau Bahol Balabayuha,
ide-ide Freemasonry semakin membumi. Mereka mendukung adanya
usaha-usaha Siamisasi penduduk Muslim Patani, yang antara lain
adalah sebagai berikut:
1. Bahasa Siam dijadikan bahasa kebangsaan yang resmi di kawasan
Thailand Selatan, tempat konsentrasi Muslim Patani. Bahasa ini yang
berasal dari bahasa Palawa ( India ) wajib dijadikan bahasa pengantar
di sekolah. Oleh karena itu, tulisan Arab Melayu harus diganti dengan
tulisan Palawa.
2. Tahun 1923, beberapa madrasah Islam yang dianggap ekstrim
dipaksa untuk tutup.
3. Kemudian di sekolah-sekolah Islam harus diajarkan pendidikan
etika bangsa yang sumbernya diambil dari sari ajaran Budha. “Warga
negara yang baik adalah pribumi Thai. Orang Thai yang baik adalah
yang beragama dan berbudayakan dari agama Budha” 2).
4). Pada saat tertentu murid sekolah di Patani harus melagukan syair
bernafaskan agama Budha. Sedangkan para guru diharuskan
menyembah seperti agama Budha. Juga, gencar dan sistematis
dilakukan pemutarbalikkan fakta Misalnya, Kementerian Pendidikan
Thailand mencekoki opini bahwa orang Islam itu jahat, dan
penentang pemerintahan yang sah di Siam dan berkeinginan
menjatuhkan raja Siam. Orang-orang Islam tidak diperbolehkan
mempunyai partai politik yang berasaskan Islam. Bahkan semua
organisasi yang dibentuk oleh masyarakat Muslim haruslah
berasaskan kebangsaan. Pemerintah Thailand membentuk semacam
pangkat mufti yang disebut “Culmantri.” Namun orang-orang yang
diangkat adalah mereka yang suka menjilat dan pandai
memutarbalikkan ayat-ayat dan sering mengeluarkan fatwa yang
mengharamkan melawan kekuasaan Buddha. Usaha-usaha tersebut
dilakukan dengan sistematis dan dalam pengawasan yang ketat.
Bahkan untuk menimbulkan rasa takut di kalangan kaum Muslimin,
pada hari-hari besar kebangsaan Thailand, masyarakat Muslim
diundang untuk menyaksikan pameran persenjataan berat dan alatalat
kemiliteran, untuk memunculkan rasa takut memberontak.
Namun dalam kenyataannya, orang-orang yang teguh dalam
keislamannya akan tetap berjuang fisabilillah, berusaha menegakkan
sebuah negeri berasaskan Islam, yaitu “Kesultanan Islam Patani”.
Demikianlah, umat Islam Siam yang berada di bagian di Thailand
selatan, oleh Gerakan Freemasonry dianggap sebagai api dalam
sekam. Daerah ini dahulunya merupakan pemerintahan Islam yang
berbentuk kesultanan merdeka dan berdaulat yang terkait dengan
Kekhilafahan Islam Utsmani di Turki. Daerah kesultanan Patani ini
oleh pemerintah Thailand yang telah dikuasai oleh orang-orang
Gerakan Freemasonry dan dengan bantuan bangsa penjajah, berusaha
menggunakan taktik penghancuran yang berjalan sedikit demi sedikit.
Malaysia
Berbagai organisasi Gerakan Freemasonry tersebar di Malaysia
dengan berbagai bentuknya. Ada yang berdasarkan kebangsaan, atau
sosial, atau merupakan cabang langsung dari Inggris.
Hasil-hasil rencana Gerakan Freemasonry, kini telah menjadi
kenyataan di Malaysia. Di antaranya adalah bahwa banyak upacara
sekular dikerjakan, sementara Islam hanya sebatas adat kebiasaan
belaka tanpa ruh sama sekali. Selain itu, jarum-jarum Freemasonry
telah menusukkan bisanya ke dalam tubuh gerakan kemerdekaan,
sehingga enggan memakai Islam sebagai asasnya. Mereka lebih suka
bebas dan memakai asas-asas sekular, walaupun mereka masih, tetap
mencantumkan ucapan salam atau basmalah, yang dicantumkan di
dalam perundang-undangan mereka. 36
Ide-ide Freemasonry masuk ke negeri ini melalui penjajah Inggris,
mereka mendekati tokoh-tokoh Malaysia dengan cara: 1). wanita 2).
kedudukan dan harta. Mereka berhasil menarik kaum intelektualnya,
terutama mereka yang simpati kepada bentuk-bentuk sekularisasi
kehidupan. Mereka ini kebanyakan adalah orang-orang yang dijebak
atau yang ingin bebas walaupun mereka mengaku beragama Islam.
Burma (Myanmar)
Penjajah Inggris memasukkan Gerakan Freemasonry ke Burma
melalui tokoh terkenal gerakan ini bernama Thakin.
Umat Islam Burma terkonsentrasi di Arakan dan Sumelang, wilayah
yang berbatasan dengan Patani dan sekitarnya. Dahulu daerah ini
merupakan sebuah kesultanan, seperti halnya Patani di Thailand.
Tentang keadaan Islam dan umatnya, sesungguhnya tidak berbeda
jauh dengan keadaan saudara-saudara mereka yang ada di Thailand.
Bahkan kondisi kaum Muslimin di sini lebih buruk dari itu. Telah kita
saksikan bagaimana pemerintah Burma (Myanmar) yang
mengintimidasi, menangkap, menyiksa, mengusir atau membantai
kaum Muslimin di sini. Gelombang pengungsi yang besar telah
membawa mereka ke daerah Pakistan, Bangladesh dan sekitamya.
Filipina
Nasib umat Islam di Filipina sama saja dengan keadaan saudarasaudara
mereka yang ada di Burma dan Thailand. Mereka, oleh rezim
yang berkuasa dari waktu ke waktu berusaha dikikis habis. Namun
kaum Muslimin di sini terus bertahan tanpa mengenal menyerah.
Faham Gerakan Freemasonry dimasukkan oleh penjajah Amerika
Serikat. Di negeri ini, gerakan tersebut tidak berselubung. Dalam
menjalankan aksi penghancurannya terhadap umat Islam Filipina,
gerakan ini dengan gigih memakai tangan besi pemerintah Filipina.
Sampai saat ini, tercatat cara-cara penghancuran yang dilakukan,
yaitu:
1) Melakukan aksi kekerasan bersenjata, dengan cara membasmi
kaum Muslimin Filipina. Militer Filipina dengan kejam membantai
mereka. Akibat kekejaman ini akhirnya memunculkan aksi
perlawanan yang bernama “Gerakan Pembebasan Muslim Moro.” 37
2) Melalui jalur pendidikan, mereka berusaha mensekularkan
generasi muda Muslim. Selain itu, mereka berusaha memutarbalikkan
fakta, sejarah tentang asal-usul Muslim Filipina dengan harapan
generasi tersebut tidak mengenal bahwa di Filipina jauh sebelum
kaum penjajah menginjakkan kakinya, di sana telah ada kesultana
Sulu yang Islam. Pemutarbalikkan fakta ini diharapkan agar generasi
muda Islam jauh dari Islam. 38
3) Berusaha sekuatnya membendung bantuan-bantuan dan berbagai
pengaruh dari luar yang simpati dan membantu Gerakan Perlawanan
Muslim Moro. Dengan usaha-usaha tersebut mereka mengharapkan
kaum Muslimin di sini menjadi terisolasi dan terbelakang.
4) Membuat Islam tandingan yang berkolaborasi dengan pemerintah.
Mereka ini dengan berani telah menjual ayat-ayat Allah Subhanahu
Wa Ta’ala dengan murah, serta rela mengiyakan pemerintahan
Nashrani Filipina.
Singapura
Telah menjadi rahasia umum bahwa Singapura adalah pusat Gerakan
Freemasonry di Asia. Markas Gerakan Freemasonry yang terbesar di
Asia berada di sini. Berbagai rapat rahasia maupun terang-terangan,
dilakukan di negeri ini. Gerakan ini dengan leluasa bergerak, karena
memang mendapat dukungan dari pemerintah Singapura yang
sekular.
Berbagai bentuk gerakan Freemasonry ada di sini. Bahkan, sebagian
besar gerakan tersebut langsung berhubungan dengan Israel. 3)39
Indonesia
Indonesia walaupun penduduknya mayoritas beragama Islam, bahkan
yang terbesar di dunia, tetapi sebagian besar tidak menganut ajaran
Islam yang sesungguhnya. Kaum Muslimin yang berada di Pulau Jawa
lebih dikenal dengan istilah “abangan.” Sedangkan yang berada di
daerah lain keadaannya sama saja, Mereka beragama Islam tetapi
tidak berjiwa Islam. Kebiasaan hidup mereka telah tercampur dengan
adat istiadat setempat, berupa Animisme, Hindu, Budha, Nashrani
dan sedikit Islam yang bercampur-baur dengan paham tarikat dan
Sufi.40
Sejarah perkembangan Islam di Indonesia diwarnai dengan
berkuasanya berbagai kerajaan. Di sana dikenal adanya kerajaan
Demak (Jawa), Bone (Sulawesi), Pagaruyung (Sumatera), dan lainlain,
yang semuanya mengaku sebagai kerajaan Islam. Namun dalam
tatacara, kebiasaan dan hukum yang berlaku di sana, hukum (syariat)
Islam belum diberlakukan. Hukum rajam bagi pezina dan potong
tangan bagi pencuri, belum pernah diberlakukan di kerajaan-kerajaan
tersebut. Mereka masih memuja benda-benda azimat, pusaka nenek
moyang atau tuah berbagai benda. Bahkan jika kita perhatikan
keadaan di Yogyakarta dan Surakarta yang dianggap ada bekas-bekas
Islamnya, ternyata di sana yang tampak adalah upacara-upacara syirik
belaka.
Demikianlah keadaan Indonesia sekilas. Itulah sebabnya ketika
muncul gerakan untuk kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah, ia
mendapat tantangan yang berat dari penguasa dan mereka yang
mengaku sebagai Muslim.
Gerakan Freemasonry dengan segala pengaruhnya telah masuk ke
Indonesia sejak masa penjajahan. Ia tidak terlepas dari kiprah
penjajah Belanda di Indonesia. 41 Kerajaan Belanda sejak dahulu telah
dikenal sebagai tempat pertemuan Freemasonry se-Eropah. Di
Benelux (Belanda, Nederland, Luxemburg), gerakan ini tumbuh subur
karena pemerintah di sini membolehkan para pejabatnya menjadi
anggota.
Gerakan kesukuan semacam Boedhi Oetomo,42 Paguyuban Pasundan,
atau yang sejenis dengannya, dalam tingkah polah para pemimpinnya
ternyata sejalan dengan paham-paham dari Gerakan Freemasonry
dalam usaha membenci Islam. Bentuk-bentuk partai-partai
kebangsaan di Indonesia memiliki pola yang sama dengan partaipartai
yang ada di Perancis, buatan Gerakan Freemasonry.
Ki Hajar Dewantara yang dianggap sebagai tokoh nasional, dalam
kiprahnya di dunia pendidikan di Indonesia, ternyata telah
memasukkan faham-faham Freemasonry kepada anak didiknya.
Beliau telah menamkan bibit kebencian terhadap Islam pada lembaga
pendidikan Taman Siswa. Dengan berbagai usaha, beliau telah
menanamkan pondasi sekularisasi pada anak didik, antipati terhadap
Islam, menolak diberlakukannya pendidikan agama dengan
menggantinya dengan pola pendidikan moral hasil rekayasanya,
menolak adanya Ilah sebagai Maha Pengatur dengan menyebutnya
sebagai “kodrat alam.” Demikianlah, dalam kiprahnya ternyata Taman
Siswa telah berusaha menjauhkan anak didik yang beragama Islam
dari agamanya sendiri. Dengan cara demikian, terjadilah sekularisasi,
munculnya anak didik yang acuh tak acuh terhadap agamanya,
muncullah generasi yang menganggap bahwa semua agama itu baik
dan sama saja.
Belanda, pada awal penjajahannya, telah berusaha melumpuhkan
Islam dengan cara-cara yang ditempuh oleh Gerakan Freemasonry.
Diberinya surat pengangkatan bagi ulama-ulama tertentu. Kita
mengenal beberapa ulama yang mendapat surat pengangkatan
semisal Khalifah Apo, Hasan Mustafa, Husein Djajadiningrat, dan
lainnya. Ditetapkannya buku-buku yang harus diajarkan kepada anak
didik, yang itu terbatas hanya masalah rukun Iman dan rukun Islam,
yang ditambahi dengan hikayat-hikayat yang penuh takhyul. Ia
melarang buku-buku yang dapat membangkitkan perlawanan dan
semangat jihad kaum Muslimin. Dalam usahanya mengendalikan
umat Islam Indonesia, penjajah Belanda mengangkat beberapa orang
keturunan Yahudi Belanda, semisal Gobe, Snouck Hurgronje, Van der
Plass dan lain-lain. Van der Plass, misalnya, ia dengan kejam telah
membantai puluhan ribu kaum Muslimin Aceh yang mengadakan
perlawanan terhadap Belanda.
Organisasi Islam pertama sekali yang teratur adalah Syarikat Dagang
Islam (SDI) yang berdiri tahun 1905. Tujuan pertamanya adalah
untuk bersatu-padu dalam dunia perdagangan untuk melawan
dominasi etnis Cina yang mendapat dukungan penuh dari Belanda.
Namun nama ini kemudian berubah menjadi Syarikat Islam (SI).
SI inilah yang bergerak di lapangan politik. Tahun 1914, oleh Belanda
didatangkan ke Semarang orang-orang Sosialis yang sekaligus sebagai
aktifis Gerakan Freemasonry Belanda. Mereka itu adalah H.W.
Dekker, H.M.M. Sneevliet, J.A. Brandsteder, dan P. Bregsma.
Kedatangan mereka ini sengaja untuk menghancurkan SI. Kemudian
mereka mendirikan Indische Sociaal Democratiesche Vereniging
(ISDV). Selama tiga tahun Gerakan Freemasonry berusaha membuat
jaringannya di dalam tubuh SI Tahun 1917, jaringan tersebut mulai
bergerak. Tahun 1918, SI berhasil mereka pecah dalam dua aliran.
Muncullah SI Asli, yang tetap mempertahankan Islam sebagai asas;
dan SI hasil rekayasa Gerakan Freemasonry beserta unsur-unsur
Marxisme. Inilah yang kemudian disebut sebagai SI Kiri atau SI
Revolusioner Sosialis, yang dipimpin oleh Muso, Alimin, Semaun, Tan
Malaka, dan lain-lain.
Tahun 1920, ISDV yang disetir oleh Gerakan Freemasonry Belanda,
sengaja memecahkan diri menjadi Indische Sociaal Democratiesche
yang merupakan aliran kanan, dan aliran kiri yang menyatukan diri
dengan SI Kiri yang akhirnya melahirkan “Syarikat Merah” (SI
Merah). Dalam proses kaderisasi, SI Merah ini pernah mengirimkan
utusannya ke Moskow dalam usaha mereka membentuk apa yang
dinamakan “Komintern” (Komunisme Internasional) yang pusatnya di
Kremlin (Moskow). Dari hubungan seperti itulah akhirnya di
Indonesia pada tanggal 23 Mei 1920 terbentuk Partai Komunis
Indonesia (PKI) di bawah pimpinan Semaun, Darsono, dengan
sekretaris partai adalah P. Bregsma, Bendahara partai adalah H.W.
Dekker, serta salah seorang anggota terasnya adalah J.A. Brandsteder
dan Baars.
Tanggal 12 Nopember 1926, muncul pula Partai Nasional Indonesia
(PNI) dan Gerindo.43 PNI ini memiliki asas yang disebut
Marhaenisme. Nama ini berasal dari nama seorang petani di
Bandung, yaitu Marhaen. Tetapi sesungguhnya, nama tersebut berarti
juga sebagai singkatan dari Marxisme, Hegelisme dan
Nasionalisme.44
Pada masa itu, muncul dengan subur berbagai pergerakan
kebangsaan. Timbullah berbagai perdebatan antara tokoh-tokoh
kebangsaan dengan tokoh-tokoh Islam. Mereka yang berkiprah di
dalam wadah kebangsaan sering sekali menghina Islam. Kaum
Nasionalis menolak paham Islam di dalam wadah apapun, walaupun
kebanyakan dari mereka mengaku beragama Islam. Mereka
menganggap bahwa Islam itu tidak lebih hanyalah semacam adat
istiadat kepercayaan yang berasal dari Arab. Bahkan pernah di antara
mereka mengatakan bahwa Digul (tempat pembuangan kaum
pergerakan) lebih baik daripada kota Makkah.
Soekarno dalam semangat juangnya, mempunyai keinginan meniru
jejak Mustafa Kamal Attaturk, anggota Gerakan Freemasonry Turki,
seorang yang berhasil menjungkirkan Kekhilafahan Islam yang
terakhir dengan segala tipu-dayanya. Soekarno dalam berbagai
tulisannya sering memuji pemimpin Turki yang telah menghancurkan
Islam itu. Ia pada satu sisi menerima Islam yang dibawakan oleh
almarhum Ustadz Hassan bin Ahmad (Hassan Bandung). Namun di
sisi lain, ia tidak ingin Islam dijadikan sebagai asas negara. Soekarno
dalam berbagai tulisannya tahun 1927, ia merintis adanya penyatuan
paham Nasionalisme, Islam dan Marxisme 5). Ia berangan-angan
adanya istilah Nasakom (Nasionalis, agama dan Komunisme) di
dalam negara Indonesia.
Demikianlah perilaku kaum pergerakan kebangsaan di Indonesia. Jika
kita teliti gerak, ucapan maupun berbagai tulisan mereka, ternyata
mereka (sadar maupun tidak) telah menjadi alat pelaksana programprogram
Gerakan Freemasonry di Indonesia.
Dalam kiprahnya untuk memperbesar diri, PKI memecah-mecahkan
dirinya menjadi berbagai organisasi, selain PKI sendiri, yang kelak
nantinya menjadi kaki tangannya PKI. Pecahan-pecahan PKI itu
antara lain adalah:
1) Partai Komunis Indonesia (PKI)
2) Partai Musyawarah Rakyat Banyak (MURBA) yang dipimpin oleh
Ibrahim Tan Malaka. Partai ini mempunyai asas yang disebut
“Madilog” (Materialisme, Dialektika dan Logika).
3) Partai Buruh Indonesia
4) Partai Sosialis Indonesia (PSI). Partai ini dipimpin oleh Syahrir.
5) Angkatan Komunisme Muda
6) Dan lain-lain.
Pada masa penjajahan Jepang, semua kegiatan partai dan organisasi
sosial seperti beku. Namun mulai tahun 1945, semuanya bergerak
kembali dengan membentuk pasukan masing-masing.
Tanggal 13 Agustus 1948, berdiri Front Demokrasi Rakyat, salah satu
bagian dari PKI, yang dipimpin oleh Muso, Maruto, Darusman, Tan
Ling Jie, Ngadiman, Cokronegoro, Sutrisno dan Aidit. Melalui wadah
ini mereka beraksi menuntut agar Kabinet Hatta diganti dan tentara
harus dipimpin oleh kader-kader yang progresif nasional.
Tanggal 18 September 1948, timbullah pemberontakan PKI Madiun.
Di wilayah ini mereka mendirikan Republik Rakyat Indonesia. Pada
aksinya ini, mereka banyak membunuh lawan politiknya, banyak
madrasah dan masjid dibakar serta ulama yang dijumpai mereka
bunuh. Ketika pemberontakan ini berhasil dipadamkan dan dianggap
selesai, Soekamo tidak membubarkan PKI. Angin ini memberi
kesempatan kepada mereka untuk membangun kekuatannya kembali.
Keadaan Indonesia yang tidak stabil tersebut memang memberikan
peluang yang beraneka bentuk bagi Gerakan Freemasonry. Pada masa
Republik Indonesia Serikat (RIS) sampai menjadi Republik Indonesia
(RI), Soekarno memegang kendali negeri ini sebagai presiden. Dengan
kekuasaannya, ia ingin menyatukan paham politik yang bervisi besar,
yang disebut gagasan Nasakom (Nasionalis, Agama, Komunisme).
Agar cita-citanya terlaksana, ia membubarkan Dewan Konstituante
ketika suara Islam hampir menang. Ia menyuruh agar Indonesia
kembali kepada Undang-undang Dasar 1945. Memang dengan cara
demikian, Soekarno berhasil mengikis kekuatan Islam sedikit demi
sedikit.
Soekarno membubarkan partai-partai politik yang menjadi saingan
PKI dan partai-partai yang berasaskan nasionalisme. MisaInya ia
membubarkan Partai Masyumi dengan alasan bahwa partai Islam ini
terlibat pemberontakan PRRI dan Permesta. Dengan cara-cara
demikian, Nasakom berdiri dengan mudah. Hubungan dengan negerinegeri
Komunis semisal Cina dan Soviet terus ditingkatkan. Bahkan ia
bercita cita menyatukan Indonesia, Malaysia, Timor Timur, Brunei,
Kamboja dan Thailand menjadi sebuah negara federasi. Melalui
hubungan-hubungan dengan negeri-negeri Komunis itu, terbentuklah
poros Jakarta-Hanoi-Pyongyang-Peking (Beijing).
Tahun 1965 meletuslah pemberontakan Gestapu PKI yang dibantu
oleh sebagian dari orang-orang yang ada di dalam wadah PNI,
Partindo dan Baperki. Dalam makar itu, tujuh orang jenderal TNI
mereka bunuh. Karena diduga bahwa mereka itu adalah anak buahnya
Syahrir, Soekarno acuh tak acuh.
G-30-S PKI akhirnya menjatuhkan Soekarno. Dengan berbagai trik
yang jitu, Soeharto muncul ke panggung politik Indonesia. Walaupun
ketika pembersihan PKI dilakukan dengan memakai tangan-tangan
orang Islam namun tokoh-tokoh Islam kalah siasat. Akibatnya, Orde
Baru dikuasai oleh kaum nasionalis-sosialis yang antipati terhadap
Islam. Mereka mengikis peran Islam, sedikit demi sedikit, misaInya
dengan mengeluarkan undang-undang dan peraturan yang
mempersempit ruang gerak kaum Muslimin.
Keadaan tersebut memungkinkan munculnya Gerakan Freemasonry
dengan segala bentuk dan kiprahnya. Dengan adanya angin yang
diberikan oleh pemerintah Orde Baru, mereka mendirikan markasnya
di Jakarta dalam bentuk lembaga penasehat pemerintah dari segi
strategi nasional. Kemudian muncullah bentuk-bentuk Gerakan
Freemasonry semisal Lions Club dan Rotary Club. Lewat lobi-lobi
yang mereka lakukan, pemerintah Indonesia berhasil dipengaruhi.
Salah satu usul mereka yaitu usaha menyatukan partai-partai Islam ke
dalam sebuah wadah (yaitu Partai Persatuan Pembangunan – PPP)
dan melarang berasaskan Islam, berbagai tabligh dikekang, muncullah
organisasi Islam tandingan yang dihimpun di dalam Golongan Karya
(Golkar). Aliran kepercayaan diberi tempat. Bahkan disahkan ke
dalam Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN). Padahal semua
aliran kepercayaan ini berpedomankan Tri Ratna, yaitu bertuhan
tanpa agama, bertaqwa tanpa syara’ dan memiliki wangsit (wahyu)
tanpa perlu adanya Nabi.
Gerakan Freemasonry Indonesia mengadakan musyawarah tanggal 16
September 1972 di Singapura. Hasil musyawarah itu mereka
namakan: “Panca Karsa Utama,” yaitu:
1) Wahana Tanpa Daya. Semua partai politik di Indonesia dibuat
hanya nama saja tanpa boleh memiliki kekuatan fisik maupun
pengaruh.
2) Triyana Tunggal Sila. Semua parpol harus berasaskan
Pancasila. Partai Islam, Katholik, Protestan, harus lenyap, agama
dilarang mewarnai panggung politik. Semua partai harus dihimpun ke
dalam tiga partai saja (PPP, PDI dan Golkar) dengan satu asas dan
tujuan.
3) Sirna Sangga Kawasa Nagara. Semua organisasi massa harus
berasaskan dan bertujuan tunggal. Pancasila harus bersifat terbuka
tidak boleh membeda-bedakan agama. Sebab bila membeda-bedakan
agama itu berarti sikap terbelakang dan menghambat pembangunan.
Semua organisasi keagamaan harus dihilangkan. Semua istilah Islam
dan kearab-araban harus dikikis (nama-nama Islam, dan perilaku
Islami, misalnya pemakaian jilbab).
Keberadaan aliran kepercayaan diperkuat. Zakat fitrah digiatkan
untuk kepentingan pembangunan sekularisasi. Perlu diadakan
berbagai musabaqah dari tingkat RT sampai nasional dengan tujuan
meninabobokan umat Islam, dan agar uang umat Islam tidak
dipergunakan untuk kepentingan dakwah dan tabligh.
4) Bhinneka Agama Miraga Tunggal. Semua agama diharapkan
mengadakan fusi menjadi satu dalam tempat ibadah tunggal, yang
dinamakan Wisma Bhakti Pancasila. Dalam hal ini, membedabedakan
agama perlu dilarang ketat (perlu dibuat aturan Suku,
Agama, Ras – SARA). Juga perlu dibuat pekuburan yang tidak
membeda-bedakan agama (disatu-tempatkan).
5) Nagara Utama. Terwujudnya negara Indonesia yang subur,
makmur, dengan berasas tunggal, berkepercayaan tunggal, berbahasa
tunggal dan bersuku tunggal, dengan cara menjalankan pembauran di
segala bidang (kebangsaan, kesukuan dan keagamaan).
Inilah cita-cita Gerakan Freemasonry. Dengan sistematis mereka
berusaha untuk mewujudkannya sampai semuanya mereka kuasai.
Mereka menghendaki agar jamaah kaum Muslimin hilang dari bumi
Indonesia. Dengan demikian, maka hilang pulalah umat Islam, hilang
pula kekuatannya.
PENUTUP
APA YANG HARUS DILAKUKAN?
“Mereka melakukan tahrif (pemutarbalikan) terhadap kalimat Allah
dari tempat-tempat asalnya.” (QS Al -Maidah 13).
Demikianlah yang sering dilakukan oleh Yahudi, kaum munafiq yang
dahulu juga dilakukan oleh dedengkot Yahudi, Abdullah bin Saba
serta para pengikut mereka. Dahulu mereka gemar sekali memberikan
arti dan makna yang berbeda dari maksud yang sebenarnya,
memindahkan letak ayat dari tempat asalnya, serta mengadakan
penanaman dan atau pengurangan beberapa ayat atau beberapa
perkataan dari kitab Allah. Para pemimpin Yahudi dan pengikutpengikutnya
telah lakukan tahrif ini yang mengakibatnya kekufuran
mereka terhadap Nabi dan ajaran Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa
Sallam bawa.
“Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya
kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman
Allah lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahamipnya,
sedang mereka tahu itu.” (QS Al- Baqarah 75).
Kebiasaan tahrif ini bukan hanya mereka lakukan terhadap kitab
Allah, tetapi juga mereka kerjakan dalam pembicaraan sehari-hari
ketika mereka berbicara dengan Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam
dan dengan kaum Muslimin. Bila Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam
memberi nasihat kepada mereka, maka dari mulut mereka keluar
perkataan) “sami’na” (kami dengar). Namun yang mereka maksudkan
adalah “ashaina” (kami enggan, tak sudi mengikutimu). Mereka
hendak berbicara dengan Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam, yang
keluar dari mulut mereka adalah perkataan “isma’” (kami
mendengarkan, ya Muhammad). Tetapi yang mereka maksudkan
adalah “ghairu musma’” (mudah-mudahan ajaranmu tidak didengar
orang). Bila mereka bertanya mereka gunakan kata “ra’ina” (tunggu,
dengarkan pertanyaan kami). Namun yang mereka maksudkan adalah
“hai si bodoh!” Ra’ina dalam bahasa mereka berarti sejenis makian.
Demikianlah, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah membongkar maksud
hati mereka yang tersembunyi itu.
Orang-orang Yahudi itu beserta para pengikutnya suka mendengarkan
ajaran-ajaran Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam. Mereka gemar
melakukan studi keislaman, studi Al-Qur’an, Studi As-Sunnah dan
sebagainya. Tetapi tujuan studi-studi tersebut tidak pernah
menyebabkan mereka mengikuti ajaran-ajaran Islam yang
sebenarnya. Sebab, tujuan studi-studi yang demikian itu adalah justru
untuk menyelewengkan dan memutarbalikkan syiar Islam dari yang
sebenarnya. Studi-studi tersebut mereka lakukan adalah untuk
merusak Islam, membuat fitnah, tasywih (memperburuk wajah
Islam), menyelewengkannya, memilah-milah mana yang boleh
diambil mana yang harus dibuang dan diwaspadai. Para tokoh mereka
senantiasa menganjurkan kepada para pengikutnya untuk mengikuti
ajaran-ajaran Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam yang sesuai saja
dengan ajaran-ajaran mereka. Bila tidak sesuai, maka mereka
memberikan peringatan yang keras agar para pengikutnya tidak
mengikuti ajaran-ajaran Islam tersebut.
Begitulah beberapa penjelasan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala
tentang perilaku Yahudi dan para pengikutnya untuk menghancurkan
Islam. Kalau kita perhatikan pesan-pesan dan penjelasan-penjelasan
tersebut, maka kita telah menyaksikan relevansinya dengan apa yang
dilakukan oleh para simpatisan dan pengikut Yahudi itu. Al-Qur’an
mereka tafsirkan terlepas dari As-Sunnah, yang berarti mereka telah
kufur terhadap Rasulullah saw dan Sunnahnya. Kalaupun sekali-kali
mereka gunakan As Sunnah, maka itu disesuaikan dengan akal dan
hawa nafsu mereka saja.
Mereka suka sekali mempermainkan istilah-istilah yang terdapat di
dalam Islam untuk diselewengkan. Mereka jadikan akal dan hawa
nafsunya sebagai ukuran nilai benar-salahnya sesuatu. Bahkan studi
yang mereka lakukan terhadap Islam tidak menyebabkan mereka
mempercayai Islam. Mereka sumbangkan studi keislamannya kepada
“mala’” (tokoh-tokoh pembuat keputusan di antara mereka), dalam
rangka membuat keadaan “tasykik” (membuat keraguan terhadap
Islam), “tasywih” (memburuk-burukkan wajah Islam dan kaum
Muslimin), “tadhill” (menyesatkan umat dari jalan Allah), “tazhwib”
(meliquidasi keberadaan Islam), “taqrib” (melakukan usaha-usaha
mengawinkan antara ajaran-ajaran Islam dengan ajaran taghut),
“talbis” (mencampurkan antara yang hak dengan yang bathil), serta
melakukan “taghrib” (melakukan proses pembaratan). Kalau ingin
merinci Perilaku Yahudi ini, maka terlalu banyak untuk dituliskan.
Keterangan di atas hanyalah merupakan beberapa penjelasan dari
Allah Subhanahu Wa Ta’ala tentang perilaku Yahudi dan para
pengikutnya untuk menghancurkan Islam.
Oleh karena itu, kaum Muslimin harus memiliki sikap dan tindakan
dalam menghadapi bahaya yang mengancam mereka dengan caracara
terpadu di bawah ini:
1) Lebih menekan aspek pendidikan Islam bagi anak cucu kaum
Muslimin, dengan harapan mereka dapat menjadi generasi yang
fanatik terhadap agama Islam.
2) Selalu mempelajari, mengaitkan diri dan mengamalkan
perbuatannya sesuai dengan Al-Qur’an dan As Sunnah.
3) Waspadalah terhadap berbagai trik-trik tipudaya dari Gerakan
Freemasonry yang mencoba masuk dan mempengaruhi kaum
Muslimin.
4) Perbanyaklah shalat malam (Al-Lail) dan membaca Qunut Nazilah
dalam rangka mendekatkan diri, semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala
memberikan kekuatan kepada umat Islam dan menghancurkan pihakpihak
yang membenci Islam dan kaum Muslimin.
5) Lakukanlah dakwah Islam seperti yang dilakukan oleh Rasulullah
Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam melalui tahapan-tahapan dakwahnya:
pembinaan dan pengkaderan, berinteraksi di dalam masyarakat untuk
menjelaskan Al Islam seraya membongkar makar-makar musuh Islam
dan kaum Muslimin, dan berusaha mengembalikan kehidupan Islam
sebagaimana mestinya (mengembalikan Al-Khilafah sebagai bentuk
pemerintahan yang sah).
6) Ingatlah selalu bahwa umat Islam di kawasan Asia Tenggara dan
dimana saja mereka berada, saat ini kita sedang mendapatkan ujian.
Tetapi sesungguhnya ujian tersebut jauh lebih ringan daripada ujian
yang berlangsung semasa Nabi saw. Semoga kita selalu dalam
lindunganNya. Amin.
Anehkah ini?…….
Barangkali tidak ada yang menyangka kalau tokoh semisal
Jamaluddin Al Afghani alias Jamaluddin Al Kabuli dan Muhammad
Abduh yang kesohor diebut sang “pembaharu” Islam, ternyata adalah
pemuka Freemasonry, yang menduduki peringkat ke-33 dalam
tingkatan Freemasonry Simbolik Umum. Atau bisa jadi, ia telah
dipercaya sebagai “teman sejawat” pada tingkatan Freemasonry
Kerajaan.
Memang, tidak ada yang pernah menyangka demikian. Tetapi
demikianlah adanya. Kita, umat Islam, telah dikibuli oleh dua orang
itu. Pan-Islamisme yang mereka cetuskan, sesungguhnya tidak lain
adalah tindak lanjut dari tahapan penghancuran Kekhilafahan Turki
Ustmani di Turki. Sebab, setelah Mustafa Kamal Attaturk, sang
durjana dan anggota Freemasonry Turki, menghancurkan benteng
terakhir umat Islam itu, maka para antek-antek Yahudi, Freemasonry
beserta jajarannya, dan Zionisme Internasional, ditambah dengan
berbagai fatwa ulama su’u, maka mereka ini masih ngeri kalau-kalau
negeri-negeri bekas kekhilafahan Islam daerah-daerah yang masih
terikat emosional dengannya akan bangkit kembali. Oleh karena itu,
komplotan tersebut berusaha membangkitkan perasaan kesukuan
faham-faham sesat, menyesatkan pemikiran umat, membuat agamaagama
tandingan bagi Islam, dan seribu satu macam makar dan
kebusukan lainnya.
Demikianlah hasil akhir yang kita rasakan sekarang ini. Sekarang
mereka itu, Yahudi Freemasonry dan Zionisme Internasional,
mendikte perilaku umat Islam, menyengsarakan dan membuat kita
menderita kekacauan di permukaan bumi, serta membuat wajah kita
coreng.
“Mereka itu, orang-orang Yahudi dan Nasrani, tidak akan pernah
senang sebelum engkau mengikuti millah ( kebiasaan hidup )
mereka.” (Al-Baqarah 120)
Saat ini, tidak ada cara lain agar kehidupan kaum Muslimin dapat
kembali berada di bawah naungan Islam kecuali berada di bawah
kekuasaan Islam, yaitu kembalinya Kekhalifahan Islam di bumi.
FOOTNOTE: (BUKU ASLI)
The linked image cannot be displayed. The file may have been moved, renamed, or deleted. Verify that the link points to the correct file and location.
1) Keterangan ini kami peroleh dari saudara seiman, Abdullah Patani, ketika
seseorang bertemu dengannya di Saudi Arabia.
1) Lihat majalah “Kabana” No. 6, muka 32.
2) Pernyataan ini berasal dari brosur yana dikeluarkan oleh Trikoro Dharmo,
sebuah organisasi massa yang merupakan cikal bakal berdirinya Perkumpulan
Boedhi Oetomo, disalin ke dalam bahasa Indonesia oleh Yusuf Amin.
3) Lihat Samuel Smith, “Siyasah Masuniyah” halaman 38. Samuel Smith
merupakan tokoh pergerakan bagi Gerakan Freemasonry di Irlandia Utara dan
Inggris.
4) Lihat pernyataan Edward Burnett Taylor dalam majalah “Suara Kabana” No 14,
muka 32. Taylor merupakan simpatisan Gerakan Freemasonry.
5) lihat Khalil Salman “Siyasah Freemasonry” muka 65. Khalil Salman
merupakan salah seorang pergerakan Freemasonry di Timur Tengah.
6) lihat pernyataan Sutan Takdir Alisyahbana dalam majalah “Kabana Asia”
No.61. Memang, banyak orang Islam, sadar atau tidak sadar, telah lama dimasuki
dan dicekoki oleh faham-faham Freemasonry. Pernyataan-pernyataan seperti yang
dilontarkan Takdir (dari Indonesia) itu banyak juga yang keluar dari mulut para
pejabat.
7) “Kerajaan Arakan adalah kerajaan Islam yang dahulu ada di negeri Burma,
namun kerajaan ini dengan bantuan dan tipudaya Inggris berhasil dihancurkan.”
Perkataan yang demikian pada butir 7 adalah berasal dari orang Burma yang
bernama Miyen, seorang tokoh Freemasonry. Lihat majalah “Kabana Asia” nomor
61.
8) Lihat kitab “Siyasah Al -Masuniyah Wal Suyuyah” muka 54.
9) Perkataan ini muncul dari seorang anggota MPR, bernama Drs. Suharjo, pada
tahun 1980-an. Ia memang salah seorang anggota Freemasonry.
10) Sarwono Kusumaatmaja saat ini menjabat menteri KLH dan Kependudukan
Indonesia (1993). Pernyataan tersebut memang bisa dimaklumi karena sejak
sekolah menegah ia dibiayai oleh organisasi Kristen (gereja). Oleh sebab itu,
pemahamannya terhadap Islam boleh dikatakan minim.
11) Lihat majalah “Kabana” Nomor 61, muka 14. Nurkholish Majid, melalui
Yayasan Wakaf Paramadina yang dibiayai oleh Rotary Club, ia berusaha
menyesatkan banyak orang melalui berbagai cara.
The linked image cannot be displayed. The file may have been moved, renamed, or deleted. Verify that the link points to the correct file and location.
12) Lihat majalah “Masuniyah di Asia” muka 34.
13) Lihat kitab “Masuniyah di Asia” muka 34.
1) Lihat buku “Syer Talmud Qaballa” XL: 45.
2) Pernyataan ini telah diambil oleh kaum Muslimin untuk melestarikan faham
kebangsaan. Lihat buku “Syer Talmud Qaballa” XL: 46.
1) Patut diingat bahwa bagi mereka Islam adalah musuh utama, sementara agama
bisa dijadikan mitra kerja atau makanan yang empuk. Kita telah sering mendengar
bahwa orang-orang Nashrani berbubungan dengan Gerakan Freemasonry dalam
kerjasama mereka menghancurkan Islam.
2) Gerakan ini dikenal dengan nama “Aliran Inkar Sunnah”. Anehnya, di Indonesia
misalnya. Ia populer di kalangan intelektual yang pernah belajar di Amerika atau
populer dan dianut oleh orang-orang yang terpengaruh oleh orang-orang Islam yang
pernah belajar studi Islam di Barat.
3) Ada berita bahwa sekurang-kurangnya tiga orang peserta MTQ National
(Lampung) dihamili Panitia, hanya agar ia dapat menjadi juara. Belum lagi yang
berjudi (bertaruh) pada saat berlangsungnya MTQ tersebut.
4) Inilah yang sedang gencar-gencarnya dilakukan oleh orang-orang yang mengakungaku
dirinya sebagai “pembaharu Islam.” Di Indonesia, gerakan ini disponsori oleh
Yayasan Wakaf Paramadina pimpinan Dr. Nurkholish Majid.
1) Ucapan ini berasal dari Phibun Songram, tokoh Freemasonry Thailand.
2) Menjebak dengan wanita pernah diceritakan oleh scorang tokoh Brunei yang
berkiprah pada tahun 1960-an, yaitu menyuguhkan wanita, cantik berkulit putih
yang hanya memakai celana dalam dan beha. Itu belangsung di rumah salah seorang
pemuka Inggris. Ia dibiarkan berdua dengan wanita tersebut. Namun tokoh ini
akhirnya diusir oleh penjajah Inggris ketika sedang menegosiasi pemerintah Filipina
dalam masalah Sabah. Oleh Sukarno, tokoh ini ditolong dengan mengirimkan
posawat pribadi untuk kemudian diterbangkan ke Indonesia. Hal ini juga dilakukan
terhadap Datok Hussein On dan Tengku Abdurrahman.
3) Melalui negeri ini mereka memantau perkembangan Islam di kawasan Asia.
The linked image cannot be displayed. The file may have been moved, renamed, or deleted. Verify that the link points to the correct file and location.
The linked image cannot be displayed. The file may have been moved, renamed, or deleted. Verify that the link points to the correct file and location.
The linked image cannot be displayed. The file may have been moved, renamed, or deleted. Verify that the link points to the correct file and location.
4) Diceritakan oleh seseorang yang pernah mengecap model Pendidikan Taman
Siswa di wilayah Cianjur tahun 1950-an, sajadahnya ditarik dengan tiba-tiba ketika
sedang menegakkan shalat, sehingga beliau jatuh terjungkal.
5) Lihat Ir. Soekarno dalam bukunya “Di Bawah Bendera Revolusi” Jilid 1.
DAFTAR RUJUKAN
Al Masuniyyah, Muhammad Safwat dkk.
Al Masuniyyah, Jenderal Jawwad Thalaat.
Masuniyyah (Freemasonry) di Asia, Tengku Abdul Jalil bin Haji Idris.
Kamus Freemasonry
Al Bulutisiyyah (Plotisme), Khaled ibn Khaled.
Beberapa Edisi Majalah Kabana, Majalah Freemasonry di Asia.
Majalah Ar Risalah
Majalah Al Lisan
Orde Baru dan Islam, Abdul Syukur.
Rahasia Gerakan Freemasonry dan Rotary Club, Muhammad Fahim
Amin.
Serta berbagai bacaan dan sumber yang tidak dipublikasikan.
CATATAN AKHIR: (Dari Agoeng Prabowo)
1 Kang Soelfan dalam hal ini menjadi penyedia materi dalam format html melalui CD
yang saya terima tanggal 8 September 2008.
2 Saya sendiri dalam e-book ini berfungsi sebagai penyunting, proofreader, penata
letak, pengkonversi ke format PDF, dan komentator yang saya tuangkan dalam
endnotes terpisah ini.
3 Ini berbeda dengan edisi yang saya punyai, yang hanya mencantumkan pengantar
dari Ali bin haji Sulong (Penerbit), namun tidak ada yang dari Abdullah Patani.
Kemungkinan kang Soelfan yang mengirimkan versi html buku ini bersumber pada
cetakan yang lebih baru, sedangkan punya saya versi pertamanya saja (Saya tidak
tahu persis tahun berapa cetakan yang saya miliki dikeluarkan). Sebagian besar isi
pengantar bersama Abdullah Patani dan Ibnu Mansur hampir sama dengan bab
pertama edisi yang saya punyai.
4 Maksudnya sampai saat buku ini ditulis pertama kali.
5 Koreksi: Yang benar al-Masuniyah karya Muhammad Safwat as-Saqa Amini dan
Sa’di Abu Habib. Diterjemahkan dan diterbitkan ke dalam bahasa Indonesia oleh
Rabithah ‘Alam Islamy Jakarta tahun 1982 (punya saya edisi kedua) dalam judul
Gerakan Freemasonry.
Dalam edisi yang saya miliki, buku “Al Masuniyah” dan “Islam Sharan Tahlukah,”
yang disusun oleh Jenderal Jawwad Ri’vat As Tilkhan diberikan dalam daftar yang
terpisah, no 2. dan 3.
6 Info tentang pembunuhan Haji Ali bin Sulong ini baru saya dapatkan dari sini.
Sebab pada edisi yang saya miliki, Haji Ali bin Sulong masih sempat memberi kata
pengantar pada karya Abdullah Patani yang masih berjudul Freemasonry di Asia
Tenggara. Selanjutnya, edisi yang saya punyai akan saya sebut sebagai Freemasonry
di Asia Tenggara saja. Apa mungkin pembunuhan ini berkaitan dengan penerbitan
buku Freemasonry di Asia Tenggara? Wallohu a’lam bisshowab.
7 Ini perlu diperhatikan bagi para pembelajar masalah Secret Societies dan
Conspiracies sekalian, bahwa tak semua Freemason jahat, seperti halnya tak semua
Freemason mengetahui hakikat Freemason sebagai kekuatan Konspirasi. Jangan
dipukul-rata.
8 Versi lain kenapa banyak Mason yang tidak terlalu mengerti Freemasonry yaitu
seperti yang dinyatakan oleh Albert Pike dalam Morals and Dogma of the
Ancient and Accepted Scottish Rite of Freemasonry: “like all the Religions,
all the Mysteries, Hermeticism, and Alchemy, conceals its secrets from all except
the Adepts and Sages, or the Elect, and uses false explanations and
misinterpretations of its symbols to mislead those who deserve only to be misled; to
conceal the Truth, which it calls Light, from them, and to draw them away from it,”
atau dalam buku yang sama, “What is most worth knowing in Masonry is never
very openly taught. The symbols are displayed, but they are mute. It is by hints
only… that the initiate is put upon the track of the hidden secret.”
Jadi jangan heran bahwa seorang Mason sekalipun belum tentu paham dengan
Freemasonry, apalagi kita diluar mereka.
9 Banyak kesimpang-siuran mengenai asal mula Freemasonry. Ada yang
mengatakan mereka sudah ada sejak tahun 43 M (didirikan oleh King Herod
Agrippa, Hiram Abiff, dan Moab Levy, Adoniram, Johanan, Jacob Abdon, Antipas,
Solomon Aberon, and Ashad Abia) [lihat Dominic Tran & End Days, History of the
Hebrew Manuscript on the Origin of Freemasonry atau WAMY, Gerakan
Keagamaan dan Pemikiran], atau berdiri tahun 1717 (hasil penyatuan 4 lodges
di Inggris) yang hampir disepakati secara umum, atau tahun 37 Masehi (lihat
Muhammad Fahim Amin, Rahasia Gerakan Freemasonry dan Rotary Club],
ada yang mengatakan berasal dari Ordo Ksatria Templar tahun 1118 [Harun Yahya,
Global Freemasonry], sebagai lanjutan organisasi Bannaun Ahrar yang sudah
ada pada masa Mesir, Yunani, dan Palestina kuno [lihat Ahmad Syalabi, Sejarah
Yahudi dan Zionisme], lanjutan sekte Essenes [lihat Terapeut (pseudonym), the
Crucifixion by an Eyewitness], dan masih banyak versi lain. Semoga ini tidak
membingungkan.
10 Penjelasan mengenai Freemasonry Simbolik Umum sampai Freemasonry Alam
Semesta kelihatannya mengutip dari buku Muhammad Fahim Amin, Rahasia
Gerakan Freemasonry dan Rotary Club.
11 Banyak Mason yang tidak terima pada pernyataan bahwa Freemasonry
merupakan salah satu secret society, dan saya hanya menyarankan untuk
memahami kalimat Abdullah Patani ini dengan baik.
12 Cek Protocols of Zion, jika anda ingin tahu bagaimana maksud sebenarnya dari
semboyan Liberte Egalite et Fraternite ini, dan untuk siapa semboyan ini
ditujukan.
13 Dalam skala yang lebih luas, tidak tertutup kemungkinan bahwa acara-acara
seperti pemilihan Miss Universe, Miss Waria, American Idol, dan sejenisnya
terselenggara dibawah sponsor dari Freemasonry melalui organisasi-organisasi yang
dikendalikannya.
14 Dalam sistem kederajatan standar Freemasonry, tingkat pertama disebut Entered
Apprentice.
15 Dalam sistem kederajatan standar Freemasonry, tingkat kedua disebut Fellow
Craft.
16 Dalam sistem kederajatan standar Freemasonry, tingkat ketiga disebut Master
Mason, merupakan tingkatan tertinggi bagi sebagian besar Mason di dunia, karena
banyak yang tidak melanjutkan karirnya di Freemasonry setelah mencapai derajat
ini.
17 William Guy Carr, dalam bukunya Pawns in the Game (diterjemahkan ke dalam
bahasa Indonesia dengan 2 judul, Yahudi Menggenggam Dunia oleh Penerbit
al-Kautsar, dan Konspirasi Internasional dan Masa Depan Agama-agama
oleh Penerbit Penamadani) menerangkan dengan jelas bagaimana kekuatan
konspirasi mendalangi Revolusi Perancis, Rusia, Perang Dunia I dan II, dan
sejumlah kekacauan dunia lainnya.
18 Sejalan dengan yang dikemukakan oleh Jan van Helsing dalam bukunya Secret
Societies and Their Power in 20th Century, bahwa dalam level konspirasi,
Presiden ditempatkan di kantornya oleh kekuatan konspirasi, bukan dipilih oleh
rakyat melalui pemilihan umum, dan jika sudah tidak bisa berbakti pada
kepentingan konspirasi, mereka dihabisi.
Cek kebenaran masalah ini dalam Confessions of an Economic Hitman karya
John Perkins.
19 Waspadai polling-polling di majalah, suratkabar, televisi maupun di internet,
jangan sembarangan memberikan suara untuk hal-hal yang belum diketahui
kejelasan tujuannya dan penyelenggaranya.
20 Pantas dalam pendidikan sejarah di Indonesia yang standar tidak pernah
disebutkan yang namanya Freemasonry dan sejenisnya. Juga tidak disebutkan
peranan konspirasi dalam pembentukan sejarah. Kurikulum pendidikan sejarah
Indonesia harus segera dirubah.
21 Ini pula yang menyebabkan banyak Mason sering terlibat debat dengan periset
maslaah conspiracies dan secret societies karena banyak Mason yang tidak merasa
bahwa Freemasonry merupakan salah satu secret society, bahkan mungkin yang
tertua. Hal yang sama juga sering terjadi pada Rotarian (Anggota Rotary Club) dan
anggota Lions Club.
22 Ini yang mungkin bisa untuk menjelaskan apa yang dimaksud dengan strategi ular
berbisa. Canggih sekali siasat Freemasonry untuk menarik simpati publik supaya
bergabung dengan mereka, padahal mereka juga sering mengatakan keanggotaan
Freemasonry berdasarkan inisiatif seseorang itu sendiri, bukan oleh ajakan
Freemason yang sudah bergabung, aneh kan?
23 Apakah buku Fiqh Lintas Agama karya 9 tokoh “Islam” Liberal tersebut
merupakan salah satu contohnya?
24 Seandainya mereka konsisten, apakah Amerika sekarang ini mau memeluk
kepercayaan bangsa Indian kuno? Apa sebagian orang Eropa yang Kristen mau
kembali memeluk agama Mazda? Kerancuan seperti ini pernah terjadi dalam satu
forum diskusi yang saya ikuti, yaitu pernyataan bahwa orang Indonesia asalnya
Hindu dan Buddha, jadi yang sekarang memeluk Agama selain yang dua itu
dikatakan kacang lupa kulitnya. Apa orang seperti itu pernah membaca bahwa asal
kepercayaan orang Indonesia yang berasal dari Yunan itu Animisme dan
Dinamisme? Ataukah pernyataan itu dikeluarkan karena Hindu dan Buddha sangat
mirip dengan Animisme dan Dinamisme? Wallohu a’lam.
25 Hati-hati dengan pernyataan berbau Theosophy ini. Ini salah satu strategi untuk
melepaskan kebanggaan atas agama Islam atau manapun. Sesungguhnya klaim ini
sangat aneh bagi mereka yang masih sedikit waras. Bagaimana mungkin Islam yang
mengajarkan sholat 5 kali sehari bisa disamakan dengan Kristen yang mengajarkan
Misa seminggu sekali. Bagaimana mungkin bisa disamakan tuhannya orang Islam
yang Maha Esa dengan tuhannya orang Kristen yang 3 in 1, atau dengan tuhannya
orang Hindu yang 3. Apanya yang sama? Bodoh sekali orang yang mengatakan
semua agama sama atau sama baik. Kalau agama diluar agama yang kita peluk sama
baik, apa gunanya kita memeluk agama kita yang sekarang ini?
26 Kalau fair dengan pernyataan ini, seharusnya Freemasonry tidak usah disebarkan
atau didirikan diluar “negara” Israel dan bangsa Yahudi (jika mereka punya negara
resmi). Alasan kenapa Soekarno mengeluarkan keppres yang melarang
Freemasonry, AMORC, dan sejenisnya dengan dalih tidak bersumber dari Indonesia
yang dicabut oleh Gus Dur ada disini. Soekarno mungkin terburu-buru
merealisasikan ajaran bodoh ini sehingga menjadi senjata makan tuan bagi
Freemasonry yang sudah bercokol di Indonesia sejak tahun 1760an.
27 Sepertinya istilah yang lebih tepat untuk Plotisme adalah Floatisme, yang
berasal dari kata dasar to float, mengambang dalam bahasa Inggris.
28 Pas sekali dengan semboyan demokrasi, vox populi vox dei (suara rakyat suara
tuhan). Jadi siapa bilang yang namanya demokrasi itu ada begitu saja tanpa ada
konspirasi yang mengangkatnya?
29 Sudah terlalu banyak contoh seperti ini. Salah satunya di Indonesia yang sering
dipuji sebagai ulama hebat tapi tak setuju dengan pemberlakuan syariat Islam di
Indonesia, bahkan mengatakan Al Qur’an sebagai kitab suci paling porno sedunia,
yaitu Gus Dur yang katanya didadanya bersemayam malaikat (malaikat ‘Atid dan
Malik mungkin).
30 Jadi, siapa bilang tidak ada yang mendalangi penyebaran media porno termasuk
majalah Playboy yang jadi geger di Indonesia beberapa waktu lalu?
31 Contoh paling mudah yaitu mewajibkan anak usia wajib belajar di Indonesia
mengikuti ekstrakurikuler wajib yang namanya Kepramukaan. Dalam SKU (Syaratsyarat
Kecakapan Umum), ada disyaratkan untuk kenaikan tingkat seorang
pramuka harus mempunyai tabungan di bank yang uangnya diperoleh dari
keringatnya sendiri. Ada dua kerugian disini bagi seorang muslim, terjebak dalam
“Freemasonry Kecil” dan terjebak riba, jika tidak bertobat setelah mengetahuinya.
32 Contoh paling mudah seorang kyai Indonesia bernama Abdurrahman Wahid yang
mencabut keppres Soekarno tentang pelarangan Freemasonry dan gerakan-gerakan
lainnya. Yang jadi pertanyaan, ini dilakukan karena tidak mau tahu atau karena
keppres Soekarno itu berpotensi menyensor dirinya yang mungkin anggota salah
satu gerakan tersebut? Bego rasanya jika ada yang mengatakan dia tidak tahu
Freemasonry.
33 Dengan salah satu programnya yaitu mengendalikan dan menentukan hasil
pemilu, susah diterima akal bahwa presiden-presiden di dunia sekarang ini tidak
tahu tentang Freemasonry.
34 Contoh gampang di Indonesia yang membuktikan statement tadi yaitu bisa dibaca
pada buku Tarekat Mason Bebas dan Kehidupan Masyarakat di Hindia
Belanda dan Indonesia 1764-1962 bahwa, petinggi-petinggi Boedi Oetomo
selain ada yang belajar di Belanda juga ada yang Freemason. Klop banget.
35 Senada dengan salah satu ayat di Protocols of Zion yang menyatakan bahwa
mereka tidak takut pada organisasi, partai, bahkan negara manapun, melainkan
lebih takut pada inisiatif individu.
36 Ini sedikit lebih mendingan daripada apa yang terjadi di Indonesia, dimana
kemerdekaan yang diperjuangkan oleh kaum Muslim (yang Katholik dan Kristen,
maaf saja kalau dikatakan anda tak pantas berbicara mengenai masalah perjuangan
merebut kemerdekaan, karena agama anda merupakan agama yang dibawa penjajah
dengan slogan 3G, Gold, Glory, Gospel) tidak diawali dengan basmalah. Apalagi
dasar negara dimana 7 kata sebagai hadiah untuk perjuangan kaum muslim
Indonesia juga dieliminasi oleh agama lain dengan ancaman disintegrasi (udah
dibawa penjajah, mau melepaskan diri lagi, tidak tau terimakasih banget ya? Mana
sekarang ikut-ikutan musuhi Islam yang begitu toleran lagi. Payah banget deh).
Kurang baik apa umat Islam Indonesia?
37 Atau dikenal di dunia internasional sebagai MILF (Moro Islamic Liberation
Front).
38 Di Indonesia lebih parah lagi pemutarbalikan fakta dan sejarahnya. Satu contoh,
berapa orang yang pernah mendengar bahwa kapiten pattimura dari Maluku
tersebut nama aslinya Ahmad atau Amat Lussy, bukan Thomas Matulessy? Dasar,
memurtadkan orang sesudah jadi jenazah.
39 Sedikit lebih luas mengenai Singapura yang sekarang berani petentengan
ngeledek Indonesia sebagai sarang teroris padahal dulu yang namanya Tumasik itu
jajahan Majapahit di bawah Mahapatih Gajah Mada karena didukung persenjataan
militer yang hebat itu bisa baca buku Singapura Basis Israel Asia Tenggara,
karya Rizki Ridyasmara.
40 Sedikit lebih luas mengenai hubungan antara Sufi dan Freemasonry bisa dibaca
pada buku Mahkota Sufi dan Jalan Sufi karya Idries Shah.
41 Ada dua buku bagus yang bisa dijadikan rujukan utama mengenai masuknya
Freemasonry ke Indonesia, yaitu karya Th. Stevens Tarekat Mason Bebas dan
Kehidupan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962
(Pustaka Sinar Harapan), dan karya Paul W. van der Veur berjudul Freemasonry
in Indonesia from Radermacher to Soekanto 1762-1961 (Ohio State
University Center for International Studies)
42 Beberapa anggota penting Boedi Oetomo ternyata merupakan Mason, ini dibahas
dalam buku Tarekat Mason Bebas dan Kehidupan Masyarakat di Hindia
Belanda dan Indonesia 1764-1962 secara detail.
43 Pada pemilu Indonesia tahun 2009 nanti, insyaAlloh akan ada satu kontestan
bernama Gerindra, apakah ini merupakan reinkarnasi dari Gerindo? Wallohu a’lam
bisshowab.
44 Sedangkan menurut mr. Joe Jussac, putra almarhum Jussac MR Wirosoebroto
pendiri Gerakan Anti Komunis di Jogjakarta, Marhaen merupakan kepanjangan dari
MARx, HAegel, dan Engels. Terlepas dari kebenaran makna Marhaen yang
sebenarnya, pendapat ini bisa didukung oleh salah satu sifat Soekarno sendiri yang
maniak menciptakan singkatan dan akronim, sebagai contoh BERDIKARI (BERdiri
DI atas KAki sendiRI).

Iklan

2 Responses to FREEMASONRY DI ASIA TENGGARA

  1. Dengan berbagai caraya para mason2membuat makar ,namun dibalik mereka lakukan sesungguhnya Allah SWT membuat rencana pula. Bekali diri dengan nilai tauhid yang lurus dan berada dijalan yang di Rahmati Nya,amiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: