Angkat senjata…. Hai para wanita Jaziroh….

Diantara yang membuat ada harapan di hati kaum muslimin dan mengasah tekad untuk melawan musuh adalah ketabahan para pahlawan mujahidin secara terus menerus dan keteguhan mereka diatas jalan jihad melawan kaum salibis dan Yahudi di Irak, Afghonistan, Palestina dan Jazirah Arab. Dimana kita melihat singa-singa Islam telah memberikan kerugian yang sangat besar dan menyakitkan di barisan mereka, dan kita melihat di barisan kaum muslimin mungkin ada para wanita mujahidah yang telah menjual dunia yang fana ini dan mereka mencari keridhoan Alloh dan negeri akherat, maka mereka bersegera untuk membela Islam dan kaum muslimin.
Mereka berpendapat keluarnya para lelaki untuk berjihad belum mencukupi untuk membalas musuh-musuh agama, membuat sebagian dari mereka tidak dapat duduk-duduk menolak untuk bergabung di jalan jihad bersama kaum mujahidin fi sabilillah.
Inilah dia “Royyim Ar Royaasyiy” seorang pahlawan wanita Palestina yang telah menjadi sebaik-baik contoh bagi kaum muslimah, dia telah menjual ruhnya dengan murah fi sabilillah – menurut perkiraan kami dan hanya Alloh yang maha mengetahuinya -, dia lupa dengan teriakan bayinya yang masih menyusui dan anak lakinya yang masih kecil, dia menjawab seruan Robbnya dan melaksanakan perintahnya. Alloh SWT berfirman:

قُلْ إِن كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُواْ حَتَّى يَأْتِيَ اللّهُ بِأَمْرِهِ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ
“Katakanlah:”Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluarga, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai lebih daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik” (QS. At Taubah : 24).
Dan kami juga tidak akan melupakan Sana’ Al Muhaidiliy….
Pahlawan wanita ini yang telah meledakkan dirinya yang suci ditengah-tengah pasukan marinir Amerika di Beirut pada tahun 1982 M, dan yang telah datang ke Libanon dibawah penyamaran penjaga kepentingan dan melindungi ketetapan, orang yang terbunuh dengan aksi wanita ini 300 orang kafir Amerika di dalam suatu operasi militer yang sangat jarang sekali terjadi seperti itu baik secara hukum maupun hasil.
Dan kafilah para wanita syuhada’ akan terus berkelanjutan di negeri-negeri kaum muslimin yang terjajah. Juga inilah Nausyah Asy Syammariy dan Waddaad Ad Dulaimiy yang sangat menawan kita dari kota Ramadiy di bumi Irak ketika keduanya melihat pasukan salib yang besar menginjak bumi Islam, maka hati keduanya dipenuhi dengan rasa kemarahan yang mendidih terhadap kondisi kaum muslimin serta ghirohnya untuk mempertahankan bumi dan kehormatan mereka, maka keduanya melakukan amaliyat fida’iyah nisa’iyah (aksi wanita untuk kebebasan) yang pertama kali di Irak, keduanya dapat membunuh dan melukai sepuluh tentara dari pasukan penjajah.
Di sana, di negeri Kaukasus telah menyebarkan bau wangi Islam, dan para wanita Checnya telah menghirupnya, maka mereka mempersembahkan dirinya untuk membela Islam dan pemeluknya, dan mengalahkan musuh di tanah negerinya. Ada beberapa amaliyat istisyhadiyah (aksi bom syahid), yang terakhir kalinya adalah ledakan besar di salah satu stasiun kereta di Rusia yang telah membunuh banyak orang-orang komunis Rusia.
Akan tetapi apa yang terjadi dengan kalian wahai para wanita Jazirah? Apa yang terjadi pada kalian yang dimana masih melekat kisah Shofiyyah binti Abdul Muthollib rodhiyallohu ‘anha dan kepahlawanan Ummu Ammaroh terekam di pikiran kalian?
Apa yang akan kalian perbuat jika musuh menginjak-injak tanah negeri kalian? Wahai saudariku, apakah kalian akan menunggu supaya dia menawanmu dan menimpakan berbagai macam rasa kehinaan, siksaan dan perampasan? Apakah kalian menunggu untuk melihat anak-anak kecil kalian dibunuh dan disembelih? Sedangkan kalian hanya bisa berteriak-teriak dan menjerit-jerit?
Maka kalian wahai para wanita muslimah, hasil akhirnya adalah salah satu dari dua hal ini: Mati dengan mulia yang mengakibatkan kehidupan yang sejahtera dan bahagia di surga yang kekal abadi, ini tidak didapatkan melainkan dengan melakukan I’dad dan perang fi sabilillah hingga dia mendapatkan kemenangan atau mati syahid.
Atau hidup dengan hina dan tertawan serta dipenjara di markas-markas militer musuh, dan ini adalah kehinaan yang tidak ada kehinaan yang lebih hina dari ini, seorang penyair berkata:

ذل من يغبط الذليل بعيشٍ ربَّ عيشٍ ألذ منهالحِمام
“Kehinaanlah bagi orang yang menginginkan kehidupan yang hina….
Mungkin kehidupan itu lebih baik daripada kematian….”
Ukhti muslimah… Tidakkah kalian mempersiapkan diri kalian untuk berdiri menghadapi musuh? Tidakkah anda mencari mati syahid fi sabilillah?
Hendaklah kalian mempersiapkan diri untuk jihad, dan teguh di depan para musuh, hendaklah kalian melatih dengan baik dalam hal menembakkan senjata, senjata ringan atau Kalashinkov, dan tidaklah mencelakanmu dari para laki-laki di sekitarmu yang mereka duduk-duduk tidak mau melakukan I’dad untuk membela diri dan kehormatan mereka apalagi keluar untuk melawan para musuh dari negeri mereka yang terjajah.
Saya tidak yakin bahwa hal itu bukan merupakan halangan bagi para wanita seperti kita ini, aku tidak yakin hal itu menjadi halangan jika dia memiliki iman yang kuat dan dalam, memiliki keinginan yang jujur dan ikhlas serta kemauan yang kuat.
Sulitnya mempelajari senjata tidak menghalangimu untuk melakukan I’dad (persiapan) bagi dirimu sendiri, hal itu sebenarnya tidak sulit jika Alloh memberikan petunjuknya selama disana ada keinginan dan tekad yang kuat. Dan anda bisa memiliki edaran majalah Mu’askar Al Battar yang dapat membantumu – insyaAlloh – untuk persiapan dirimu dengan persiapan yang mencukupi sehingga engkau menjadi ganjalan di leher-leher musuh.
Bisa juga jika anda membaca apa yang dilakukan oleh para wanita kaum muslimin ketika memerangi para penjajah negeri-negeri kaum muslimin pada awal-awal abad sebelumnya dan dimasa yang akan datang di Bosnia, Kosovo dan negeri-negeri kaum muslimin lainnya, itu juga bisa menjadi motivasi penting bagi dirimu untuk berjihad fi sabilillah, maka bangkitlah segera untuk mempelajari senjata karena anda adalah seorang pendidik bagi generasi dan orang yang melahirkan para pahlawan.
Disadur dari :
Majalah Shoutul Jihad 14 Shofar 1425

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: