Biografi Imam syafi`i

Di kampung miskin di kota Ghazzah (orang Barat menyebutnya Gaza ) di bumi Palestina, pada th. 150 H (bertepatan dengan th. 694 M) lahirlah seorang bayi lelaki dari pasangan suami istri yang berbahagia, Idris bin Abbas Asy-Syafi`ie dengan seorang wanita dari suku Azad. Bayi lelaki keturunan Quraisy ini akhirnya dinamai Muhammad bin Idris Asy-Syafi`ie . Demikian nama lengkapnya sang bayi itu. Namun kebahagiaan keluarga miskin ini dengan kelahiran bayi tersebut tidaklah berlangsung lama. Karena beberapa saat setelah kelahiran itu, terjadilah peristiwa menyedihkan, yaitu ayah sang bayi meninggal dunia dalam usia yang masih muda. Bayi lelaki yang rupawan itu pun akhirnya hidup sebagai anak yatim.

Sang ibu sangat menyayangi bayinya, sehingga anak yatim Quraisy itu tumbuh sebagai bayi yang sehat. Maka ketika ia telah berusia dua tahun, dibawalah oleh ibunya ke Makkah untuk tinggal di tengah keluarga ayahnya di kampung Bani Mutthalib. Karena anak yatim ini, dari sisi nasab ayahnya, berasal dari keturunan seorang Shahabat Nabi shallallahu `alaihi wa alihi wasallam yang bernama Syafi’ bin As-Sa’ib. Dan As-Sa’ib ayahnya Syafi’, sempat tertawan dalam perang Badr sebagai seorang musyrik kemudian As-Sa’ib menebus dirinya dengan uang jaminan untuk mendapatkan status pembebasan dari tawanan Muslimin. Dan setelah dia dibebaskan, iapun masuk Islam di tangan Rasulullah shallallahu `alaihi wa alihi wasallam . Baca tulisan ini lebih lanjut

DARI RAHIM IKHWANUL MUSLIMIN KE PANGKUAN AL-QAIDA 5

ISHAM AL-QAMARI

Sang Pemeluk Teguh

Pemuda mati antara tikaman dan pukulan,

Dengan kematian yang mewakili kemenangan, meskipun kemenangan tak ia raih

Ia tidak mati kecuali dengan pedangnya, karena tikaman dan tertusuk oleh tombak runcing

Sungguh lewatnya kematian adalah mudah, maka ia didorong ke arahnya oleh

Sekop-sekop dan perangai kasar

Maka ia tancapkan kakinya di kubang kematian, dan ia katakan kepadanya: Baca tulisan ini lebih lanjut

DARI RAHIM IKHWANUL MUSLIMIN KE PANGKUAN AL-QAIDA 3

YAHYA HASYIM

Sang Perintis Jalan

 

مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ فَمِنْهُم مَّن قَضَى نَحْبَهُ وَمِنْهُم مَّن يَنتَظِرُ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلاً

“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu- nunggu dan mereka tidak merobah (janjinya).” (QS. Al-Ahzab: 23)

Jika aku hidup, aku takkan kehabisan makanan

Kalau aku mati, aku takkan kehabisan kuburan,

Semangatku semangat para raja Baca tulisan ini lebih lanjut

DARI RAHIM IKHWANUL MUSLIMIN KE PANGKUAN AL-QAIDA II

 

AWAL SEBUAH PERMULAAN

Ketika Pemikiran Itu Mulai Bergerak dan Melawan

 

 

 

وَنُرِيدُ أَنْ نَمُنَّ عَلَى الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا فِي الأرْضِ وَنَجْعَلَهُمْ أَئِمَّةً وَنَجْعَلَهُمُ الْوَارِثِينَ (٥)وَنُمَكِّنَ لَهُمْ فِي الأرْضِ وَنُرِيَ فِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَجُنُودَهُمَا مِنْهُمْ مَا كَانُوا يَحْذَرُونَ (٦)وَأَوْحَيْنَا إِلَى أُمِّ مُوسَى أَنْ أَرْضِعِيهِ فَإِذَا خِفْتِ عَلَيْهِ فَأَلْقِيهِ فِي الْيَمِّ وَلا تَخَافِي وَلا تَحْزَنِي إِنَّا رَادُّوهُ إِلَيْكِ وَجَاعِلُوهُ مِنَ الْمُرْسَلِينَ (٧)  ]القصص: ٥ – ٧[

“Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi), Dan akan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi dan akan Kami perlihatkan kepada Fir’aun dan Haman beserta tentaranya apa yang se- lalu mereka khawatirkan dari mereka itu. Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa; “Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena Sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya (salah seorang) dari para rasul.” (QS. Al-Qashash: 5-7).

 

 

Kalian mencemooh kami karena jumlah yang sedikit

Padahal orang-orang mulia jumlahnya juga sedikit

Jumlah sedikit tidak membahayakan kami

Sementara tetangga kami orang mulia

Dan tetangga kebanyakan orang adalah orang hina

Apabila pemimpin kami mati

Maka akan bangkit menggantikannya

Pemimpin kami yang lain yang banyak berbicara

Namun juga getol melakukan perbuatan orang mulia

(Samual bin ‘Aadiya`) Baca tulisan ini lebih lanjut

Profil Muhammad Sofiyan Atsaury

TENTANG SAYA
Muhammad Sofiyan Atsaury

Saya dilahirkan di Depok Kelapa dua Brimob, 22 April 1976, 34 tahun yang lalu, lahir di Asrama Brimob, Puskesmas di dalam kesatrian 100m dari tempat anak muwahidin di tahan. Besar di lingkungan asrama dan didik dari keluarga polisi, karena bapak adalah polisi saya dibesarkan bukan dari keluarga yang fokus terhadap pendidikan islam atau keluarga yang menanamkan nilai nilai islam sejak dini sehingga kami mengenal islam hanya ketika aktif di rohis keislaman di SLTA di bilangan Jakarta – Pusat. Baca tulisan ini lebih lanjut

Siapakah Syaikh Al Battar yang namanya dijadikan nama Mu’askar di Saudi?


Nama           : Syaikh Al Hafidh Yusuf bin Sholih bin Fah-d Al ‘Uyairi

Lahir           : hari senin 1/4/1394 H

Anak            : 3 orang anak perempuan.

Syahid         : beliau syahid di tangan tentara thoghut Saudi pada hari sabtu malam ahad 30/3/1424 H di daerah Hail. Umur beliau ketika syahid adalah 30 tahun. Semoga Alloh merahmati beliau dengan rahmat yang luas.

Beliau menikah dengan seorang wanita dari keluarga Ash Shoq’abi, Buroidah. Istrinya adalah saudara kandung dari istri Syaikh Sulaiman Al ‘Unwan.

Pendidikan: beliau setelah menamatkan madrasah mutawassithoh (SLTP) melanjutkan ke madrasah tsanawiyah (SLTA) selama tiga bulan. Kemudian beliau tinggalkan sekolah dan pergi berjihad ke Afghanistan.[1]

Setelah itu beliau pergi ke Afghanistan sebagai seorang pemuda yang perkasa sementara umurnya belum lewat 18 tahun. Di sanalah akhirnya jihad berbaur dengan hatinya dan menguasai seluruh anggota badannya.

Beliau dikaruniai otak yang jenius, pandangan yang tajam dan hafalan yang kuat sehingga setelah itu beliau mampu menjadi salah satu pelatih di kamp Al Faruq pada masa perang Afghanistan pertama melawan Uni Soviet.

Beliau menyelesaikan latihan selama beberapa tahun, di mana beliau memiliki kelebihan dalam kemauan yang kuat dan kesungguhan. Sampai-sampai beliau pernah mengadakan sebuah training di kamp Al Faruq, di mana ketika itu beliau mengatakan kepada ikhwah yang lain: Saya akan mengadakan sebuah latihan yang tidak akan ada seorangpun mampu mengikuti dan menyelesaikannya selain orang-orang yang memiliki tekad kuat. Beliau mengatakan kepada ikhwah: Dalam training tersebut saya akan mulai dengan latihan senjata-senjata berat dan akan diakhiri dengan senjata-senjata ringan. Menurut perkiraanku beliau memulai dengan latihan tank dan akan diakhiri setelah empat bulan kemudian dengan latihan pistol, di mana tidak akan ada seorangpun yang mampu bertahan kecuali sedikit dari para pemuda. Baca tulisan ini lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.