Ketoprak Teror Bang Onde (2)

Ketoprak teror ada kemiripan dengan sinetron religi. Sinetron genre ini selalu menghadirkan ustad sebagai bintang tamu. Tugasnya menegaskan pesan moral dalam cerita agar penonton tak keliru mengambil pelajaran. Jangan sampai kisah tukang bakso yang mayatnya dimakan belatung (gara-gara meracun mie ayam saingan) malah dicerna pemirsa sebagai sosok wiraswastawan teladan. Baca tulisan ini lebih lanjut

Ketoprak Teror Bang Onde (tvonde)(1)

Oleh: Curious George Bolang

Terorisme adalah sebuah lakon ketoprak, sandiwara Jawa Tengahan yang dipentaskan di atas  tobong atau pentas. Bukan ketoprak Betawi yang isinya ketupat campur bumbu kacang. Sebagai lakon yang sedang in, terorisme selalu dipentaskan sesuai pakem cerita yang tak boleh dilanggar: teroris adalah musuh bersama, monster mengerikan yang bukan manusia.

Dalam ketoprak selalu ada bas, sang boss yang mengendalikan skenario panggung hingga pilihan warna kelir. Bas juga yang menentukan, kapan saatnya tobong pindah ke kampung lain jika tempat yang sekarang sudah sepi penonton. Bas adalah jangkar grup ketoprak yang harus selalu berpijak kepada pembuat pakem dan pemilik cerita.

Tobong paling top yang menjadi pelopor ketoprak teror adalah Tobong Onde. Basnya biasa dipanggil Bang Onde. Ia dipanggil begitu karena suka berpantun dan berujar ala orang Padang, Onde… Mande…

Bang Onde adalah bas berbakat. Ia tak pernah kekurangan ide dan improvisasi agar Ketoprak Teror tak membosankan. Meski pakem selalu dijaga, carangan atau kisah turunan baru selalu digelar.  Maklum, ia kenal dekat dengan Boris Mrene, empu cerita penghuni hotel bintang tiga yang rajin kulakan pakem ke Australia.

Konon, kata para kuli tobong yang kerap bergosip sambil menunggu honor pentas dibagi, dahulu Bang Onde kerap membantu Boris saat  ia masih tinggal di hotel melati. Waktu itu si abang masih jadi tukang mendongeng spesialis kriminil. Tobongnya masih bernama Showroom Keadilan. Klop dengan Boris yang banyak bahan cerita kriminil saat itu.

Arkian, Boris naik derajat dan punya mainan seru. Ia terlibat dalam proyek cerita tingkat dunia, dibesut para dewa kayangan Jonggring Salaka. Tempat Batara Bush, belakangan ganti Batara Obama, bertahta.

Kantongnya pun mulai penuh dolar, bukan cuma rupiah. Kocek melimpah membuat ia punya banyak anak buah. Setia betul mereka, konon banyak eks Obet dari Ambon sana. Jadilah ia empu cerita yang tak lupa pada sahabat lamanya, si abang tokoh kita. Setiap cerita baru yang menarik selalu eksklusif buat Bang Onde. Pelajaran moralnya: kawan akrab bisa menjadi sumber rejeki.

Jadilah Abang Onde bas ternama, tobongnya selalu menyajikan lakon terbaru. Ia juga menjadi pelopor genre terbaru setelah Ketoprak Humor tak lagi ngetop, yaitu Ketoprak Teror. Uups, harap jangan keliru dengan Kerak Telor jualan Bang Mamat di Pekan Raya Jakarta.

Setiap tobong butuh primadona. Harus cantik dan menarik, kenes menggoda, namun tetap elegan sebagai pusat cerita. Primadona tobong kita adalah Tres Notholi, cantik menawan hati. Lincah dan cerdas menggiring cerita, multirole pun bisa. Jadi putri keraton sampai blusukan di hutan tak segan dijalani.

Primadona selalu ikut dalam lakon apapun, kadang Tres tampil menor di depan kelir Griya Nusantara, kadang harus menyamar naik kereta dan turun ke sawah di kelir Yogyakarta. Pernah ia harus memegang pedang di kelir Palembang. Sesekali tiarap di tengah desingan peluru di kelir Temanggung.

Tres cerdas dan bijak. Namun ia pernah juga kesandung. Saat ia bercerita tentang Gaza, ia membela Israel yang lagi jadi kambing hitam. Tapi ia lupa, kebanyakan penontonnya tidak suka bahkan benci pada Israel. Sebuah bungkus rokok melayang, wuuus… dan tepluk! Pas mendarat di jidatnya yang licin sehingga benjol. Pelajaran moralnya: kenali dan risetlah latar belakang mayoritas penonton sebelum ngetoprak.

Maka primadona itu diistirahatkan beberapa lama. Ia baru muncul lagi ketika bercerita lakon negeri seberang, tentang sebuah kecelakaan pesawat di Belanda. Setelah itu ia mulai diaktifkan secara bertahap, tapi dihindarkan dari lakon SARA. Bas mengarahkan agar dia fokus di lakon spesialnya: ketoprak teror.

Dalam pakem ketoprak, sama dengan wayang, primadona sebagai tokoh utama selalu didampingi punakawan. Kecantikan Tres akan lebih menonjol jika didampingi rupa kontras yang lucu dan menghibur. Didapuklah Cecep Gorbacep, seorang alumni IAIN sebagai sang punakawan.

Cecep ini sangat teramat ngetop di almamaternya. Buktinya brosur promosi kampusnya memasang fotonya sebagai alumni sukses. Siapa tahu banyak calon mahasiswa mendaftar, belajar Islam liberal, karena tertarik kengetopan Cecep di dunia ketoprak.

Sebagai punakawan profesional, Cecep siap mendampingi primadona ke manapun. Ketika di Temanggung, dengan gagah berani ia bercerita di bawah rumpun bambu, di tengah desingan peluru. Ia melaporkan “baku tembak” antara 600 kawanan Boris melawan seorang teroris. Celakanya ia memastikan bahwa teroris yang kemudian tewas itu adalah Sardin Ngetop, tokoh antagonis utama dalam ketoprak teror.

Memastikan benarnya cerita yang ternyata salah adalah dosa besar. Pasalnya jelas: membocorkan rahasia kayangan. Maka sebagai hukuman, sang punakawan dipisahkan dari primadona junjungannya. Namun ia justru tambah dekat dengan kawanan Boris dan menjadi pencerita utama dalam lakon-lakon ketoprak teror. Kini ia tak lagi jadi “the beast” untuk  menonjolkan “the beauty” Tres. Pelajaran moralnya: hikmah selalu ada di balik setiap musibah.

Selain duet Tres-Cecep, Bang Onde punya seorang primadona lain. Namanya Rindi Nggaranggati, cantik juga meski lebih tua. Primadona yang satu ini spesialis peran keraton. Tak seperti Tres yang sering blusukan ke lapangan, Rindi lebih sering manggung di depan kelir Griya Nusantara.

Rindi ini primadona kesayangan Bang Onde dari dahulu kala. Ketika si abang masih di Tobong Surya, ia ikut. Begitupun waktu abang pindah ke Tobong Andalas, ia ikut juga. Di Andalas, Cindy bahkan membawakan rintisan lakon ketoprak teror berjudul “Wanted.”

Lakon ini mirip drama koboi Amerika dengan sentuhan lokal. Wanted spesialis bercerita tentang para buronan, DPO istilah kerennya. Sebuah lakon Wanted pernah menghadirkan anak buah Boris, bertopi dan disamarkan, sebagai bintang tamu.

Waktu itu DPO ngetop nomer dua setelah Sardin Ngetop adalah Abu Terajana. Sang bintang tamu sempat keceplosan bahwa Abu Terajana terdeteksi ada di suatu daerah. Untung Abu Terajana bukan penggemar lakon Wanted, ia ditangkap sebelum pindah. Pelajaran moralnya: jadi pengarang cerita jangan suka keceplosan, jadi teroris sebaiknya rajin nonton teve.

Rindi kemudian ikut sang bas, hijrah ke Tobong Onde. Karena rajin bangun pagi, ia bisa dandan lebih pagi dan membawakan lakon berjudul Selamat Pagi. Mungkin karena kepagian, wardrobe yang dia kenakan sering tidak matching meskipun sangat eye catching. Di situs anchor ketoprak favorit, ia sering dikritik soal ini.

Sama seperti Tres, Rindi pun pernah kesandung. Jika jidat Tres disambit bungkus rokok penonton, Cindy malah lebih parah. Ia diserimpung, apa ya terjemahan tepatnya, dijegal dalam lakon laris berjudul Markus. Entah bagaimana ceritanya, ia kebagian mewawancarai bintang tamu bertopeng yang ternyata bukan Markus. Mungkin Markus tapi KW, bukan Ori.

Rindi mungkin jadi terlalu pede setelah sekian lama ikut Bang Onde. Berani-beraninya ia melakonkan Markus yang juga bagian dari rahasia kayangan. Jadilah ketenarannya ternoda. Ia dinonaktifkan di lakon Selamat Pagi. Tapi itu tak lama.

Pesona Rindi tak terkalahkan, ia sangat dibutuhkan dalam ketoprak teror. Sebagai senior, ia lebih berani daripada Tres dalam menggiring cerita. Rindi tak sedikitpun menutupi kekagumannya pada Boris dan kebenciannya pada teroris. Pelajaran moralnya: kesetiaan akan menutup segala noda.

bersambung….

Kok Tumpas Teroris Bisa, Berantas Preman Tak Bisa?

Jakarta – Polisi dinilai gagal melakukan antisipasi mencegah terjadi bentrokan antara dua kelompok massa di Ampera, Jakarta Selatan yang menimbulkan korban jiwa.

“Polisi harus memiliki mapping yang jelas atas kelompok-kelompok masyarakat yang dianggap akan meresahkan, dengan begitu polisi akan mudah dalam melakukan tindakan pencegahan,” ujar Wakil ketua komisi III Tjatur Sapto Edy kepada INILAH.COM, Rabu (29/9). Baca tulisan ini lebih lanjut

AS: Inggris Menderita Kekalahan di Irak

LONDON (Arrahmah.com) – Militer Inggris menderita kekalahan di Irak, itulah sebabnya Inggris menarik diri dari Basra, seorang jenderal senior Amerika berpendapat, dikutip BBC pada Rabu (29/9/2010).

Jenderal Jack Keane, yang juga penasihat Gedung Putih, menyalahkan Inggris. Ia mengatakan kepada BBC bahwa pasukan Inggris meninggalkan Basra pada tahun 2007 dan meninggalkan warga sendirian agar terkena teror.

Sementara itu, mantan Perdana Menteri Inggris, Gordon Brown, menjelaskan bahwa penarikan pasukan saat itu adalah langkah yang sudah direncanakan dan diorganisir jauh-jauh hari.
Baca tulisan ini lebih lanjut

Fatwa Terbaru Al-Qardhawi( murtad): Penjajahan Rusia Atas Kaukakus Halal

CHECHNYA (voa-islam.com): Sebagimana disebutkan beberapa sumber berita berbahasa Arab dan Rusia, Sheikh Al-Qardhawi, yang sering menjadi sasaran kritik tajam dari para ulama senior Muslimin telah mengeluarkan pernyataan lain yang kontroversial. Baca tulisan ini lebih lanjut

Terdapat 2 Luka Tembak di Kepala Yuki

SOLO - Akhirnya pada Selasa malam 28/9 pukul 20.30 WIB, jenazah Yuki Wantoro bisa dibawa pulang. Proses pengambilan jenazah terhalang masalah surat serah terima jenazah karena banyak anggota Densus 88 yang seharusnya mengurusi bagian jenazah tidak ditempat. Kabarnya banyak anggota Densus 88 yang sedang dikirim ke Medan dan Padang. Baca tulisan ini lebih lanjut

Mujahidin Tembakan Mortar ke Gedung Parlemen Somalia

MOGADISHU (Arrahmah.com) – Sekelompok mujahid melemparkan mortar ke gedung parlemen di ibukota Somalia, Mogadishu, beberapa saat setelah anggota parlemen melakukan pertemuan pada hari Senin pagi (27/9/2010). Baca tulisan ini lebih lanjut

Aneh!! Ditembak Saat Shalat, PBNU Justru Dukung Tindakan Densus 88

Jakarta (voa-islam.com) - Ditengah kecaman terhadap Densus 88 yang dinilai melanggar HAM dan serampangan dalam melakukan penembakan dan penangkapan, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj  justu menilai penembakan teoris saat tengah menjalankan ibadah salat oleh Densus 88 adalah hal yang wajar. Baca tulisan ini lebih lanjut

Seruan jihad telah datang dari tarakan-kalimantan

Asslammulaikum

mungkin klo besaok ane bisa main fb berarti tidk terjadi apa-apa buat seluruh ikhwah persiapkan persiapa antum semua ya ikhwan bantulah saudara antum yang lagi terzolimi  ..silahkan menonton metro tv dan berita rencananya akan ada pembantaian etnis bugis yang beragama islam olleh etnis dayak kristen karena maslah kesukuan ..hal inipun sama dgn yang terjadi di poso dan ambon karena masalah kesukuan padahal sebetulnya ini masalah ad dien karena haram hukumnya antum membiarkan darah kami tertumpah dihancurkan dan dubunuh oleh orang kafir …
Baca tulisan ini lebih lanjut

Densus 88 Sudah Resmi Dibubarkan Jadi Operasi Di Medan Ilegal, Yang Ditangkap Itu Bukan Teroris

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.